Beranda Warta Cerita Sanitasi Komunal Versi Nanggeleng

Sanitasi Komunal Versi Nanggeleng

Cerita Jawa Barat Sukabumi IPAL Komunal Comments (0) View (418)

Dulu, areal yang tak sampai seluas lapangan bulu tangkis itu disebut kolam mati. Sebab genangan air di situ tak mengalir sama sekali karena dipenuhi sampah dan berbau tak sedap. Tak heran bila Kampung Babakan Bandung menyandang julukan wilayah padat, kumuh, dan miskin. Hampir seluruh warga membuang limbah rumah tangga, bahkan kotoran manusia (tinja), ke selokan. Tentu saja ini membuat lingkungan jadi kumuh dan tidak sehat.

Namun kini, pemandangan di RT 07 RW 03 Kampung Babakan, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Jawa Barat itu sudah berubah. Suasana berganti total saat rencana pendampingan wilayah Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) merambah ke daerah tersebut. Bekas genangan air berisi sampah berbau berganti wujud menjadi ruang terbuka publik.

Bersama Program Kotaku, masyarakat setempat memutuskan untuk memprioritaskan pembangunan dua unit septic tank komunal, yang dicantumkan dalam dokumen Rencana Penataan Lingkungan Permukiman (RPLP) Kelurahan Nanggeleng pada 2017. Kemudian dibentuklah Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Babakan 1, Babakan 2, dan KSM Babakan 3 untuk melaksanakan pembangunan. Dilakukan pula pendataan warga yang memiliki keahlian, seperti tukang gali dan tukang sumur. Kegiatan dikoordinir langsung oleh ketua RT, yang sekaligus menjadi penggerak swadaya masyarakat.

Sesuai kesepakatan, warga pemilik kolam terbengkalai menghibahkan lahannya sebagai lokasi septic tank komunal. Langkah pertama, kolam dikeringkan. Kemudian dilakukan pengukuran untuk pemasangan pipa pembuangan air limbah. Setelah itu, digali pondasi, pemasangan pondasi, pemasangan kolom, pemasangan bata, plesteran, pengecoran dak beton, pemasangan pipa dari rumah warga ke septic tank komunal, hingga proses finishing.

Hasilnya, septic tank komunal termanfaatkan oleh sekitar 11 kepala keluarga—sekitar 55 jiwa, yang sebagian besarnya adalah warga miskin. Selain sebagai Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), septic tank komunal juga berfungsi sebagai ruang terbuka dan taman bermain untuk anak-anak. Agar hasil pembangunan ini lestari, warga membentuk kelompok pengelola dan pemelihara. [Jabar/Redaksi]

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.