Kotaku Sumut Kejar Progres lewat KBIK

Berita Sumatra Utara KBIK Medan Comments (0) View (681)

Konsultan Manajemen Wilayah (KMW) Sumatra Utara menyelenggarakan Kelompok Belajar Internal Konsultan (KBIK). Wadah koordinasi dan komunikasi tersebut untuk memantau progres yang sudah dilakukan seluruh staf dalam menangani bidangnya masing-masing dalam pelaksanaan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), khususnya di Sumut. KBIK dilaksanakan di Ruang Rapat KMW Sumut di Jalan Karsa No.1, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat, Medan, Sumut, Kamis (12/7).

Ferry Setyawan selaku Team Leader (TL) KMW Sumut memaparkan sejumlah agenda pembahasan yang bakal dibahas di KBIK kali ini. Di antaranya mengenai persiapan kontrak Tim Koordinator Kota (Korkot) dan Fasilitator Kelurahan (Faskel), persiapan penerimaan calon Asisten dan Faskel Urban Planner (UP), Teknik dan Manajemen Keuangan (MK), Evaluasi Kinerja (Evkin) Personel, persiapan pelatihan Faskel, dan pengendalian Peningkatan Kapasitas Masyarakat (PKM). Yang lainnya adalah mendukung amendemen kontrak manajemen, progres Bantuan Dana Investasi (BDI) Skala Lingkungan, pengendalian kegiatan infrastruktur, progres Skala Kota, progres Business Development Center (BDC), vocational BDC, progres tindak lanjut Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), persiapan BPKP untuk padat karya, serta agenda lainnya.

KBIK yang dimulai pukul 10.00 WIB diikuti seluruh staf KMW Sumut. Mulai dari Team Leader, Tenaga Ahli (TA) Monitoring dan Evaluasi, TA Infrastruktur, TA Sistem Informasi Manajemen & Geographic Information System, TA Urban Planner, TA Financial Institutional Collaboration (FIC), TA Financial Management (FM) & Livelihood, TA Pelatihan, TA Komunikasi, Sub Profesional Water Sanitation Supply, Sub Prof. Safeguard Lingkungan, Sub Prof. Safeguard Sosial, Sub Prof. Complaint Handling Unit/Pengelolaan Informasi Manajemen, Sub Prof. Finance, Sub Prof. Human Resources Management & Administration, dan Sub Prof. Livelihood Specialist. Acara dimulai dengan membahas satu per satu agenda tersebut.

Sub Prof. Human Resources Management & Administration Nurhijrah, di antaranya, menjelaskan bahwa amandemen perjanjian kontrak kerja telah selesai dibuat. Hasilnya akan langsung dikirim ke Satuan Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk ditandatangani Pejabat Pembuat Komitmen Pembinaan dan Pengawasan Pengembangan Kawasan Permukiman Provinsi Sumut Siti Etty Maulida. Sementara untuk Asisten dan Faskel, Nurhijrah menambahkan, masih ada beberapa posisi yang kosong dan masih belum ada yang mendaftarkan diri. Kekosongan tersebut ada di posisi Faskel Teknik yaitu sebanyak tiga orang, Faskel UP tiga orang, Faskel MK dua orang, dan Asisten Kota UP satu orang.

"TA Infrastruktur harus menjaga kualitas dan kuantitas. Kesalahan teknis dan administrasi adalah celah yang bisa tertutupi serta ekstra melakukan pemantauan dari awal hingga akhir," kata Ferry, menanggapi paparan TA Infrastruktur saat membahas perkembangan tindak lanjut Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan.

Di pembahasan Evkin, KMW Sumut berencana menentukan waktu yang tepat untuk penilaian Korkot dan Askot. Sementara TA Pelatihan Nurwino Wajib memaparkan, saat ini pelatihan Faskel tengah mempersiapkan administrasi seperti undangan, materi pelatihan, dan pembentukan tim untuk panitia. "Revisi wilayah Binjai sudah dikoreksi Konsultan Manajemen Pusat (KMP) dengan perubahan Skala Kawasan dari 10 hektare menjadi 23 Ha," kata TA Urban Planner Ary Yondra, ketika membahas progres Skala Kota.

Menjelang akhir pembahasan, Ferry memperlihatkan sejumlah perkembangan di laman kotakusumut.com. Dia mengimbau seluruh staf mau aktif mendokumentasikan kegiatan masing-masing. Baik itu foto, video, video drone, artikel, berita, dan kegiatan lainnya supaya bisa diunggah Unit Kerja Komunikasi, yang selama ini mengelola website. Rencananya, bakal diagendakan pelatihan penggunaan drone untuk para TA, yang terlibat kegiatan yang mengharuskan penggunaan drone. [Sumut]

Penulis: Noni Ramadhana, Supporting Staff KMW Kotaku Provinsi Sumatra Utara

Editor: Epn

0 Komentar