Beranda Warta Berita Kinerja Program ICDD III dan NUSP-2 Mendapat Penilaian Terbaik dari Kementerian Keuangan

Kinerja Program ICDD III dan NUSP-2 Mendapat Penilaian Terbaik dari Kementerian Keuangan

Berita Penghargaan Cipta Karya Kemenkeu Kemen PUPR Comments (0) View (750)

Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menerima dua penghargaan dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia di Gedung Jusuf Anwar Kementerian Keuangan pada Kamis (19/7) kemarin. Dua penghargaan tersebut diraih melalui Program Integrated Community Driven Development phase 3 (ICDD III) sebagai Peringkat II Executing Agency Pengelola Kas Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) Tahun 2017, dan Neighborhood Upgrading and Shelter Project Phase 2 (NUSP-2) sebagai Peringkat III Executing Agency Pengelola Kas Pinjaman dan dan Hibah Luar Negeri Tahun 2017.

Penghargaan diserahkan oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Marwanto Harjowiryono kepada Plt. Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) Didiet Arief Akhdiat dalam acara Workshop Pinjaman dan Hibah serta Penerima Penghargaan Atas Kinerja Manajemen Kas Pinjaman dan Hibah Luar Negeri. Menurut Marwanto, pengukuran kinerja yang dilakukan Kementerian Keuangan terhadap executing agency pengelola pinjaman dan hibah luar negeri dilakukan dengan menggunakan ukuran-ukuran yang akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan.  

Marwanto menyampaikan, kegiatan penilaian kinerja yang rutin dilakukan Direktorat Perbendaharaan Kementerian Keuangan ini bertujuan agar pengelolaan pinjaman dan hibah luar negeri bisa dikelola dengan sebaik-baiknya, karena itu merupakan amanah yang harus dijalankan dengan baik. Marwanto juga berharap kepada para penerima penghargaan bisa berbangga hati karena sudah mampu mengelola anggaran belanja dengan sebaik-baiknya dan bisa menularkan semangat inpirasi yang kuat kepada program lainnya. Selain itu, diharapkan ini juga menjadi motivasi baru untuk lebih baik lagi.

“Pinjaman luar negeri ini menjadi kewajiban bersama untuk dikelola dengan sebaik-baiknya dan efisien. Dari sisi besarannya harus bisa dimanfaatkan menjadi lebih hemat, dan dari sisi pemanfaatannya harus lebih efektif karena harus mampu memberikan output yang kita janjikan kepada perencana dan kemudian bisa menghasilkan outcome yang juga mensejahterakan rakyat, dan pada saat yang sama pengelolaan pinjaman harus akutabel,” kata Marwanto.

Pada kesempatan yang sama, Plt. Direktur PKP Didiet Arief Akhdiat menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang didapatkan. Bahkan, untuk Program NUSP-2, ini merupakan kali kedua penghargaan diterima. Sebelumnya, di tahun 2017, NUSP-2 mendapat peringkat pertama. Menurut Didiet, NUSP-2 mampu mempertahankan dan memacu yang lainnya sehingga Program ICDD III bisa lebih baik dan mendapat penghargaan yang sama. Didiet berharap ke depan, seluruh program di bawah Project Manajemen Unit (PMU) NSUP dan NUSP-2, dengan sumber dana yang beragam ini, bisa lebih baik semuanya dan mendapatkan penilaian kinerja terbaik.

Program ICDD III yang dilaksanakan sejak tahun 2013, implementasinya bernama Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan. Program ini dilaksanakan di 4.441 desa/kelurahan di 99 kota/kabupaten yang tersebar di 13 provinsi (seluruh wilayah Sumatra kecuali Provinsi Aceh, Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta dan Kalimantan Barat) dari total 34 provinsi di Indonesia. Program PNPM Mandiri Perkotaan yang dimulai dari ICDD phase I tahun 2009, phase II tahun 2011, kemudian phase III tahun 2013 merupakan perjalanan panjang dalam proses pemberdayaan masyarakat menuju ke pemberdayaan ekonomi. Oleh karena itu lingkup kegiatan yang didanai ICDD III tidak hanya kegiatan infrastruktur tetapi juga memasukkan kegiatan sosial dan kegiatan ekonomi melalui program peningkatan livelihood (Livelihood Enhancement Program) dan pada phase III diperkenalkan pengembangan kelembagaan di tingkat kota/kabupaten sebagai pusat pengembangan usaha (Business Development Center) yang telah terlaksana di 15 kota/kabupaten hasil seleksi.

Mulai 2016, Program ICDD III dan NUSP-2 telah memberikan dukungan besar pada komitmen Direktorat Jenderal Cipta Karya untuk mewujudkan permukiman yang layak huni dan berkelanjutan, khususnya di perkotaan dilaksanakan dengan pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh. Transisi perubahan ini dilakukan melalui dukungan mewujudkan Gerakan 100 – 0 – 100 yaitu pemenuhan target 100% akses sanitasi, 0% luasan kumuh dan 100% akses air minum. Keberhasilan PNPM Mandiri Perkotaan inilah yang kemudian membawa keberlanjutan program sehingga saat ini program penanganan kumuh atau Nasional Slum Upgrading Program (NSUP) menjadi salah satu program yang dilaksanakan di Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR.

Keberhasilan ini tentunya tidak terlepas dari kerja keras semua pihak dan pelaku, mulai dari pusat sampai daerah, yang melaksanakan program ICDD III dan NUSP-2. Apresiasi dan ucapan terima kasih disampaikan Plt. Direktur PKP untuk seluruh pendamping program, relawan masyarakat dan pemerintah daerah yang telah mendukung program yang saat ini masih berjalan dengan baik.

Selain penghargaan kepada ICDD III dan NUSP-2, penghargaan dari Kementerian Keuangan juga diberikan kepada empat program lainnya dengan kategori pengelola terbaik kas PHLN, yang dibagi dua kategori yaitu untuk kelompok profil pengelola kas PHLN dan pengelola kas pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Kategori pengelola terbaik kas PHLN adalah Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian melalui Proyek Sustainable Management of Agricultural Research and Technology - Dissemination (peringkat pertama). Sedangkan kategori pengelola kas pembiayaan SBSN terbaik diberikan kepada Direktorat Jenderal Bina Marga melalui untuk pengelolaan Proyek Pembangunan Jalan Nasional, dan Satuan Kerja terbaik pertama adalah SNVT Pengelola Jaringan Pemanfaatan Air Indragiri Akuaman, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR. Peringkat kedua dan ketiga diberikan kepada Satker Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Jayapura dan Satker Institut Agama Islam Negeri Jember dibawah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama. [KMP-1]

Penulis: Tristiani Susanti, TA Komunikasi KMP Kotaku wilayah 1

Editor: Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.