Beranda Warta Cerita UPK Bermitra Kunci Sukses Berantas “Kredit Macet”

UPK Bermitra Kunci Sukses Berantas “Kredit Macet”

Jawa Timur Nganjuk Ekonomi Bergulir Comments (0) View (870)

Kesadaran adalah harapan perubahan perilaku yang acapkali sulit terwujud. Termasuk kesadaran dan janji untuk menepati amanah pengelolaan dana yang disalurkan pemerintah buat masyarakat. Boleh jadi, fakta itulah yang pas buat menggambarkan tunggakan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) ekonomi pinjaman bergulir di sejumlah wilayah di Tanah Air. Sebagian besar bermasalah, alias “kredit macet”, hingga pertengahan Juli 2018 ini.

Perekonomian bergulir memang menyisakan ragam persoalan. Satu di antaranya adalah KSM dengan pinjaman bergulir yang macet. Berbagai alasan dilontarkan KSM ekonomi bergulir saat Unit Pengelola Keuangan (UPK) menagih dan mempertanyakan pinjaman yang tersendat pengembaliannya. Mulai dari tak ada uang, usaha macet, hingga kebutuhan biaya sekolah anak. Ironisnya, ada beberapa pemahaman bahwa dana ekonomi bergulir adalah dana hibah pemerintah buat warga tidak mampu yang tak perlu dikembalikan.

Kondisi itu memang tak membuat UPK patah arang. Berulang kali informasi dan pengetahuan perihal bantuan dana ekonomi bukanlah hibah sudah disampaikan kepada KSM dan masyarakat. Dana tersebut justru bertujuan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan warga, yang akan digulirkan kembali dengan sistem jasa dan tabungan. Jadi, tabungan akan dikembalikan setelah pinjaman selesai. Sementara jasa akan dibagi sesuai porsinya masing-masing.

Upaya rutin penagihan terus dilakukan UPK. Sayang, di saat yang sama penolakan, pengabaian, dan cemooh dari KSM acap terjadi. Uniknya penerimaan yang berbeda terjadi saat UPK hadir bersama Asisten Kota (Askot) Mandiri, atau dengan Tim Fasilitator Kelurahan (Faskel). Seolah khawatir, KSM ekonomi yang macet mendadak bisa mengangsur sedikit demi sedikit. Pendampingan di tingkat kabupaten atau desa dan kelurahan tampaknya bisa efektif. Karena kehadiran UPK bersama mitra, mampu “menanggulangi” fakta kredit bermasalah.

Saat ini, pemerintah desa atau kelurahan di sejumlah wilayah di Tanah Air masih kesulitan mendapat pengembalian dari warga dari sejumlah program bantuan pemerintah dalam bentuk simpan pinjam atau ekonomi bergulir. Kekhawatiran itulah yang kini juga dialami masyarakat dan Pemerintah Desa Buduran dan Desa Sekar Putih, di Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Sejak awal di kedua desa itu tidak ada UPK sebagai unit dalam Lembaga Keswadayaan Masyarakat setempat. Alasannya, sudah ada koperasi desa sejak 1998 sebagai lembaga untuk meminjam uang, sehingga UPK tak diperlukan lagi. Namun pada akhirnya, di kedua desa tersebut nyaris tidak ada kegiatan.

Paradigma masyarakat untuk enokomi bergulir memang sudah waktunya berubah. Makna kata hibah harus diganti menjadi akses peningkatan keuangan dan kondisi ekonomi masyarakat melalui pola pinjaman dan pengelolaan ekonomi bergulir. Misalnya dengan meningkatkan keterampilan, mempelajari manajemen usaha, penataan organisasi, dan lain sebagainya.

KSM yang mendapatkan tambahan modal dari UPK berarti sudah mampu mengelola secara kelembagaan. Yang nantinya, berhak memberikan pinjaman kepada warga yang teridentifikasi warga miskin (PS2) yang tergabung dalam KSM. Tentunya, demi meningkatkan kesejahteraan bersama. [Jatim]

Penulis: Merry Christina, Fasilitator Sosial TIM 1.11 Kabupaten Nganjuk, OSP Kotaku Jawa Timur

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.