Beranda Warta Cerita Arti Eva buat Perempuan Tirta Siak

Arti Eva buat Perempuan Tirta Siak

Cerita Riau Pekanbaru Comments (0) View (955)

Dulu sekali, suasana di Kelurahan Tampan—kini menjadi Kelurahan Tirta Siak—Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, seolah hidup segan mati tak mau. Dulu sekali, boleh disebut jarang ada animo warga, khususnya kaum perempuan, buat kemajuan wilayahnya: tak berani mengemukakan pendapat, apalagi berkreasi. Dulu sekali, penduduk setempat hanya rajin duduk berkumpul seraya saling melempar cerita tanpa makna, sekadar mengisi waktu. Perekonomian masyarakat pun tak bergeser bergerak ke arah yang lebih baik. Dulu sekali, seolah kehidupan hanya berjalan di tempat.

Semua kisah masa lampau tadi berubah sekitar sepuluh tahun silam.

Ada sesosok perempuan, namanya Elvanelin. Warga acap menyapanya dengan gabungan tiga huruf saja: Eva. Dia dikenal sangat peduli terhadap nasib kaum hawa di wilayah Tirta Siak. Kebetulan, perempuan kelahiran 53 tahun lampau itu pernah mendapat pelatihan membuat cenderamata dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru.

Sejak itulah, perempuan berhijab dan murah senyum ini berinisiatif membentuk kelompok swadaya masyarakat (KSM) yang beranggotakan khusus kaum hawa di wilayah tempat tinggalnya. Berkat kepedulian dan kerja keras Eva, perlahan namun pasti pola pikir perempuan Kelurahan Tirta Siak mulai berubah. Warga perempuan ingin ikut aktif dan meningkatkan perekonomian keluarga, tak lagi berkutat dengan sumur, dapur, dan kasur—termarginalkan.

Upaya peraih penghargaan dari Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat—kini Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan—sebagai Relawan Terbaik Tingkat Nasional pada 2012 itu berbuah hasil. Beragam KSM hadir di Kelurahan Tirta Siak bak jamur di musim penghujan. Ada KSM Melati, yang spesialis mendaur ulang sampah untuk dijadikan suvenir khas Riau. Lantas KSM Amal Sejahtera yang menawarkan jasa bordir, KSM Berkat Yakin (keripik Payung Sekaki), KSM Tirta Jaya (budidaya ikan patin), KSM Mawar Jingga (kerajinan akrilik), KSM kerajinan anyaman pandan, KSM Aneka Usaha (kerajinan tali kur, rendang teri, dan kue tradisional), serta KSM Siak Wasilah yang andal mengolah penganan dari sagu.

Dalam kesehariannya usai menjalankan rutinitas sebagai istri sekaligus ibu, Eva rajin berkunjung ke Gerai Kembang Setaman, sebagai pusat aktivitas kreasi dan produksi, untuk memotivasi para ibu. “Kaum ibu harus semangat dan solid. Terus berkreasi untuk menghasilkan produk yang bernilai jual sehingga dapat memiliki penghasilan sendiri,” kata dia, penuh inspirasi.

KSM Melati hasil besutan Eva pun meraih penghargaan KSM Kreatif dan Inovatif di tingkat nasional pada 2012. Setahun kemudian Eva didaulat membangun sebuah kedai bernama “Gerai Kembang Setaman” dengan ukuran 3X4 meter sebagai etalase hasil produk KSM sekaligus tempat penjualan. Gerai Kembang Setaman dibangun dari sumber dana Program Pengentasan Kemiskinan (Pentaskin) Kota Pekanbaru.

Berkat sukses mengelola tiga KSM, penyandang Anugerah Baiduri—sebagai perempuan berkarya yang diberikan Perempuan Riau Bangkit Foundation (PRBF)—pada 20 Desember 2016 itu dipercaya dan diminta menjadi pengurus Unit Pengelola Keuangan (UPK) Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Tampan Sejahtera dengan konsep lorong usahanya. Lewat konsep itulah Eva berhasil membina Kelompok Usaha “Tenun Melayu”, olahan sampah rumah tangga menjadi produk yang bernilai jual.

Khusus di Tirta Siak, Eva adalah motor penggerak kaum perempuan. Tercatat, dia telah mendirikan lebih dari delapan KSM yang berasal dari sumber dana reguler Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) maupun Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dan sumber dana kemitraan serta bantuan pihak peduli lainnya. Nah, ada yang siap mengikuti jejak Eva? [Riau]

 

Penulis: Lindawati Syafrida, Askot KK Kota Pekanbaru, OC Kotaku Provinsi Riau

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.