Program Kotaku Kaltara-Jabar Gelar Pelatihan Dasar Fasilitator

Cerita Kalimantan Utara Jawa Barat Pelatihan Dasar Fasilitator Comments (0) View (1399)

Para pelaku Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Provinsi Kalimantan Utara tampak bergegas mempersiapkan status “100-0-100” buat wilayahnya. Mereka menyelenggarakan Pelatihan Dasar di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, akhir Juli silam. Pelatihan yang diikuti 17 peserta dari wilayah Kaltara itu bertujuan membangun pemahaman peserta mengenai konsep permukiman dan penanganan kumuh bagi para pelaku Program Kotaku yang baru. Selain itu para pelaku baru tersebut  diarahkan untuk memahami konsep pemberdayaan dan pembangunan partisipatif, dan menguasai peran, tugas, dan kode etik fasilitator Program Kotaku.

Para peserta menjalani kurikulum pelatihan dasar yang meliputi 11 tema dan 26 topik. Mereka menjalaninya selama tujuh hari, atau 57 jam pelajaran. Dari hasil diskusi sebelumnya soal kurikulum, penyusunan modul, dan pelaksanaan kegiatan terdapat modifikasi dengan berbagai variasi perubahan. Misalnya, Forum Kolaborasi yang menggabungkan materi topik penanganan Kumuh dari topik persoalan kumuh di perkotaan, penyebab kumuh, dan topik pola penanganan kumuh.

Di Bandung, ajang Pelatihan Dasar Program Kotaku Wilayah Oversight Consultant (OC) 5 Provinsi Jawa Barat pada tujuh hari di awal Agustus 2018 mengedepankan jargon “Pantang Pulang Sebelum Paham.” Dalam pembukaan acara, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Provinsi Jabar Intan Noervita Pramasasi menegaskan, target penanganan kumuh Jabar pada 2018 ini sangat besar yaitu 2.121,88 hektare. Hanya dukungan pendamping yang berkualitas, memiliki integritas tinggi, dan siap kerjalah yang bakal mampu menjaga ketat target.

Pelatihan dasar di Bumi Parahyangan diikuti 146 orang peserta, dari 18 kota atau kabupaten wilayah OC 5.  Peserta dibagi dalam tujuh kelas, dan masing-masing kelas dikoordinir dua pemandu yang sebelumnya sudah menjalani penguatan materi oleh Tenaga Ahli Pelatihan.

Sebagai bagian dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, Program Kotaku ini dirancang untuk mempertahankan prinsip memperkuat peran pemerintah daerah dan memberdayakan masyarakat sebagai bagian dari gerakan “100-0-100”, yakni masyarakat mendapatan akses 100 persen buat air bersih, 0 persen kumuh, dan 100 persen untuk sanitasi layak sesuai kriteria. Khususnya, untuk pengurangan kawasan kumuh di daerah perkotaan untuk kurun waktu 2016-2020. Target utama itulah yang mendasari aksi peningkatan kemampuan fasilitator supaya menggerakkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat buat mengurangi masalah kumuh di wilayah masing-masing.

Kemampuan fasilitator ini diharapkan tak melulu soal pengetahuan kekumuhan, tetapi harus punya keterampilan dalam mengajak stakeholder terkait, swasta, dan masyarakat untuk bergandengan mengurangi masalah kumuh di lingkungannya. Kemampuan seorang fasilitator meliputi peran fasilitasi, moderasi, mediasi, motivasi, negosiasi, dan transfer pengetahuan. Seorang fasilitator pun ditargetkan mampu menumbuhkan rasa empati, sehingga masyarakat dan pemerintah daerah merasa persoalan kumuh menjadi masalah dan tanggung jawab bersama. [Kaltara-Jabar]

Dokumentasi lainnya:

 

Penulis: Ichsan Hadjar (TA Pelatihan KMW Kotaku Provinsi Kalimantan Utara) dan Imas Siti Masyitoh (Tenaga Ahli Komunikasi OC 5 Kotaku Provinsi Jawa Barat)

Editor: Epn

0 Komentar