Beranda Warta Cerita Momentum 17-an: Parepare “Proklamasikan” Merdeka dari Kumuh

Momentum 17-an: Parepare “Proklamasikan” Merdeka dari Kumuh

Cerita Sulawesi Selatan Kota Parepare Comments (0) View (644)

Peringatan 73 tahun hari lahirnya Republik Indonesia dimanfaatkan betul warga Kelurahan Kampung Pisang, Kota Parepare, Provinsi Sulawesi Selatan. Tim media warga Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Tarbiah berupaya membangkitkan semangat nasionalisme melalui mengisi kemerdekaan dengan semangat menihilkan kumuh di wilayahnya. Caranya dengan menggunakan spanduk, berisi kata kunci: “73 Tahun Indonesia Merdeka, Saatnya Kita Merdeka dari Kumuh.”

Tim media warga LKM Tarbiah memang tak membuang kesempatan untuk terus mensosialisasikan pesan semangat penanganan kumuh. Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia, mereka memanfaatkan pesan “merdeka” buat diaplikasikan pada kondisi kumuh di wilayahnya: Saatnya Merdeka dari Kumuh.

Menurut Koordinator LKM Tarbiah Abdul Salam, kehadiran spanduk ini diharapkan mampu membangkitkan partisipasi masyarakat untuk kegiatan-kegiatan yang bernuansa kemasyarakatan. “Kami mengimbau partisipasi masyarakat untuk aktif di dalam kegiatan-kegiatan dalam penanganan kumuh, yang harus melibatkan semua pihak untuk berpartisipasi,” kata Salam.

Rencana pemerintah membebaskan Indonesia dari kawasan kumuh pada 2019 dalam Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) terbilang kompleks. Bukan cuma pekerjaan infrastruktur, namun perlu perubahan pola pikir dan pola hidup masyarakat yang bermukim di kawasan tersebut agar tercipta ruang hidup yang lebih nyaman. Satu di antaranya dengan menumbuhkan kesadaran kritis tentang pentingnya hidup bersih dan sehat melalui media warga.

Penggunaan media warga bisa disebut cukup berhasil sebagai wadah saluran komunikasi bagi masyakarat untuk menyampaikan berbagai gagasan. Mulai dari aspirasi, opini, hingga berita-berita teraktual yang terjadi di sekitar. Melalui media warga ini juga diharapkan masyarakat dapat merencanakan strategi komunikasi dan mampu mengkomunikasikan kegiatan-kegiatan yang ada di wilayahnya. Baik secara horizontal di antara warga, maupun vertikal antara warga dengan pihak pemerintah setempat. [Sulsel]

 

Penulis: Hamsir April Hidayat, Askot I&C Korkot 2 Parepare-Pinrang-Sidrap, OSP 8 Kotaku Provinsi Sulawesi Selatan

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.