Beranda Warta Artikel Program Kotaku Fasilitasi "Lombok Bangkit" Bareng Rekompak

Program Kotaku Fasilitasi "Lombok Bangkit" Bareng Rekompak

Artikel Risha Lombok Bangkit Comments (0) View (205)

Pasca gempa bumi berkekuatan 6,4 SR pada 29 Juli, dan 7,0 SR pada 5 Agustus 2018 di Nusa Tenggara Barat (NTB), pemerintah menetapkan masa tanggap darurat mulai 29 Juli hingga 25 Agustus 2018. Seiring berakhirnya masa tanggap darurat ini, Gubernur NTB mendeklarasikan “NTB Bangun Kembali”, yakni mengajak seluruh elemen masyarakat yang terdampak musibah gempa bumi, untuk berjuang bersama-sama merehabilitasi dan merekonstruksi, membangun kembali NTB.

Terkait hal tersebut, Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) bersama-sama Program Rehabilitasi dan Rekonstruksi Masyarakat dan Permukiman Berbasis Komunitas (Rekompak) turut membantu membangun Lombok, sebagai lokasi terdampak paling luas. Selain menyalurkan aliran bantuan dari berbagai pihak peduli se-Indonesia, Tim Kotaku, seperti Tim Korkot Mataram, juga berupaya melakukan trauma healing bagi anak-anak korban gempa.

Hingga kini, masyarakat korban gempa Lombok merasa kebutuhan sandang dan pangan sudah terpenuhi dengan baik. Tinggal satu yang dibutuhkan: papan (rumah). Untuk itu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memfasilitasi kebutuhan tersebut lewat Risha--Rumah Instan Sederhana Sehat. Apa itu Risha?

Risha adalah salah satu solusi dan teknologi mutakhir di bidang perumahan dari Kementerian PUPR. Risha adalah rumah konstruksi knock down yang dapat dibangun dengan waktu cepat, menggunakan bahan beton bertulang pada struktur utamanya, didesain sedemikian rupa, sehingga mampu menahan gempa yang bergerak secara horizontal. Inovasi Risha didasari oleh kebutuhan akan percepatan penyediaan perumahan dengan harga terjangkau dengan tetap mempertahankan kualitas bangunan sesuai dengan standar nasional Indonesia (SNI).

Aplikasi Risha untuk rekonstruksi rumah-rumah yang hancur pasca bencana sudah banyak dilakukan di berbagai tempat. Sebut saja, pasca gempa bumi dan tsunami di Aceh dan Nias tahun 2004, gempa bumi di Yogyakarta tahun 2006, bencana erupsi Gunung Sinabung tahun 2015, serta di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Risha juga akan segera dibangun di Lombok pasca bencana gempa bumi 29 Juli 2018.

Risha menjadi alternatif utama, karena keunggulannya yang begitu banyak. Antara lain, Risha aman, nyaman, layak huni, harganya terjangkau, dan tahan gempa (teruji). Teknologi Risha juga ramah lingkungan (Eco Green). Komponennya ringan (maksimal 50 kilogram), dapat disimpan pula untuk dikembangkan kemudian karena sifat Risha yang merupakan rumah tumbuh. Pemasangan komponen cepat dan dapat dibongkar pasang (knock down) tanpa pengecoran beton di lapangan.

Selain itu, struktur Risha dapat dibangun dalam waktu kurang lebih sembilan (9) jam untuk Tipe-36, oleh 3 pekerja yang sudah terampil dan mengacu pada modul Risha yang ada. Proses pembangunan setiap modul adalah 24 jam oleh 3 pekerja. Karena ukuran komponen mengacu pada ukuran modular maka komponennya memiliki sifat fleksibel dan efisien dalam konsumsi bahan bangunan. [Redaksi]

Dokumentasi lainnya:

 

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.