Beranda Warta Cerita Ratusan Calon ASN Rehabilitasi dan Rekonstruksi Lombok

Ratusan Calon ASN Rehabilitasi dan Rekonstruksi Lombok

Cerita NTB Lombok Pasca Bencana Rekompak Pelatihan RISHA CPNS Comments (0) View (809)

Dampak musibah gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB) patut mendapat perhatian serius. Maklum, gempa yang terjadi berturut-turut sejak 29 Juli 2018 (6,4 Skala Richter), 5 Agustus 2018 (7 SR), 9 Agustus 2018 (6,2 SR), dan 19 Agustus dengan kekuatan 6,5 dan 7 SR (dan beberapa kali gempa dengan skala minimal 5 SR), telah menelan banyak korban jiwa, luka, dan memorakporandakan sebagian besar permukiman yang ada di sepanjang wilayah Pulau Seribu Masjid tersebut.

Menurut data Badan Nasional Pengendalian Bencana (BNPB), hingga menjelang hampir sebulan pascagempa—yang hingga saat ini gempa susulan masih terjadi—jumlah korban jiwa sudah mencapai 515 orang dan 7.145 terluka. Angka itu masih ditambah 431.416 terpaksa mengungsi lantaran sebanyak 51.390 unit rumah terdata rusak ringan, dan sebanyak 74.354 unit rumah rusak berat. Kerugian akibat bencana ini diperkirakan mencapai Rp 7,7 miliar.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menugaskan 401 orang calon Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mendampingi pelaksanaan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah NTB pascagempa. Namun sebelum para ASN dan Tim Fasilitator Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) terjun ke lapangan, mereka menjalani pelatihan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Masyarakat dan Permukiman Berbasis Komunitas (Rekompak) dan pembangunan Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha).

Animo para calon ASN terlihat jelas. Mereka antusias mengikuti pelatihan yang dibagi menjadi empat gugus (cluster), yakni: Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Dinas PU Provinsi NTB sebanyak 220 peserta, Nindya Karya sebanyak 120 peserta, Hutama Karya sebanyak 108 orang, dan Wijaya Karya sebanyak 82 orang.

Semangat berbagi yang terbaik tampak nyata di sorot mata para peserta pelatihan. Kendati dengan fasilitas yang amat terbatas. Lokasi pelatihan pada siang hari menjadi tempat beristirahat bila malam datang menjelang. Menurut pengakuan beberapa peserta, momentum kali ini menjadi peluang ladang amal.

Tak heran bila suasana di kelas terliat sangat aktif dan kekeluargaan selama kegiatan pelatihan. Sejumlah materi yang dibahas di antaranya menyoal konsep dan tahapan melaksanakan kegiatan Rekompak, teknik fasilitasi melakukan sosialisasi di masyarakat, hingga praktik membangun Risha. Kegiatan pelatihan Rekompak difasilitasi pemandu dari Tim Program Kotaku.

Sesi pelatihan Risha tak kalah menarik. Di kegiatan langsung di lapangan yang difasilitasi Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Kemen PUPR, peserta penuh semangat mempraktikkan teknik pembangunan Risha yang luasnya mencapai 36 meter persegi. Instalasi panel rangka beton Risha yang telah diuji Puslitbang Kemen PUPR tersebut memang menjadi solusi rekonstruksi wilayah pascabencana. Selain pengerjaannya yang cepat, struktur rangka Risha dijamin aman gempa, sehingga tepat diterapkan di NTB.

Di kegiatan pelatihan ini metode yang digunakan terfokus pada praktik dan simulasi. Tujuannya jelas,  supaya peserta siap diterjunkan ke lapangan. Para peserta juga dilatih praktik mensosialisasikan Rekompak dan Risha dengan menggunakan media peraga lembar balik.

Disela-sela pelatihan, para peserta selalu melontarkan yel-yel yang memotivasi, seperti “Bekerja Keras, Bergerak Cepat, Bertindak Tepat”. Kendati memiliki keterbatasan waktu, pelatihan kali ini diharapkan mampu menghasilkan fasilitator tangguh demi memulihkan kondisi NTB. [KMP-2]

Dokumentasi lainnya:

 

Penulis: Imanudin, Sub Pelatihan Konsultan Manajemen Pusat (KMP) Kotaku

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.