Beranda Warta Cerita Semangat Menata [Kembali] Wonokusumo

Semangat Menata [Kembali] Wonokusumo

Jawa Timur Cerita Wonokusumo Surabaya Comments (0) View (1009)

Sudah menjadi rahasia umum bila urbanisasi berimbas pada lahan permukiman yang semakin terbatas dan berharga tinggi. Buntut-buntutnya, permukiman padat dengan kumpulan bangunan tak teratur yang rawan kebakaran bak jamur di musim hujan. Efeknya jelas, kualitas lingkungan menurun. Terlihat dari masalah tata kelola sampah, yang juga terserak di jalur drainase, pun dengan limbah rumah tangga yang bersedimentasi dan menyebabkan banjir. Sanitasi yang tak memenuhi syarat teknis juga berujung pada sarana jalan yang rusak.

Itulah potret indikator nyata di kawasan kumuh Kelurahan Wonokusumo, Kota Surabaya, Jawa Timur. Padahal, kelurahan dengan jumlah penduduk terpadat kedua di Surabaya setelah Simolawang itu signifikan berkonstribusi mengurangi kumuh di wilayah Surabaya, yang menjadi lokasi prioritas penanganan kumuh.

Perencanaan matang dalam keterpaduan program dan pendanaan—termasuk rekomendasi penanganan baik dari pusat, provinsi, dan di tingkat Kota Surabaya—adalah penting buat Wonokusumo. Satu dari sejumlah solusi di antaranya adalah kunjungan seperti survei lapangan dan pertemuan membahas penataan kawasan yang secara intens mesti dilakukan.

Tim Direktorat Pengembangan Permukiman, Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman Berbasis Masyarakat (PKPBM), Bank Dunia, Advisory Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), Konsultan Manajemen Pusat Program Kotaku, Satker Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) Provinsi Jawa Timur sangat concern dengan berkunjung beberapa kali ke Wonokusumo dan memberikan arahan.

Tengok saja kunjungan dan arahan Kepala Project Management Unit (PMU) Program Kotaku Boby Ali Azhari ke Wonokusumo, beberapa waktu lampau. Dia menekankan agar penataan  kawasan  terlaksana  dengan baik, berkontribusi dalam mengurangi kekumuhan dan memberikan perubahan wajah kampung secara signifikan. Dan ini memunculkan rencana teknis buat Mrutu Riverside yang didesain Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR) Kota Surabaya. Termasuk juga rekomendasi penanganan dari Tim Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman yang juga turun ke lapang dengan Satker PKP Jatim, Konsultan Manajemen Wilayah, dan Tim Program Kotaku Surabaya.

Keterpaduan program dan pendanaan dalam kolaborasi yang sudah teridentifikasi di kawasan ini di antaranya Satker PKP Jatim, Kelompok Kerja PKP Surabaya, Showcase Kotaku, Daerah Alokasi Khusus Sanitasi, The USAID Indonesia Urban Water, Sanitation, and Hygiene Penyehatan Lingkungan untuk Semua (IUWASH PLUS), dan Universitas Dr Sutomo (Unitomo). Untuk proses selanjutnya masih menunggu pelaksanaan kegiatan Ekspose Kawasan pada titik-titik yang direncanakan di Kali Basin, sepanjang Jalan Wonosari Wetan Baru, sepanjang Jalan Bulaksari-Bulak Jaya, dan Mrutu Riverside.

Sidak dan kunjungan petinggi Kota Surabaya di Wonokusumo pada akhir Juni 2018 memberikan asa kuat dalam pembangunan kawasan. Beberapa hari setelahnya Pemerintah Kota Surabaya spontan bersih-bersih di sepanjang Kali Mrutu, mengganti depo sampah (Tempat Pembuangan Sampah) Kali Mrutu dengan kontainer sampah, dan membangun pulau jalan di jalur masuk Kali Mrutu untuk dijadikan taman. Kondisi sebelumnya di sepanjang Kali Mrutu banyak sampah drum bekas, sofa tak terpakai, kandang ayam, dan semak-semak. Aksi Satuan Tugas Polisi Pamong Praja Pemkot Surabaya menjadikan sepanjang Kali Mrutu sudah lebih bersih. Sedianya, pembersihan sampah di sepanjang Kali Basin akan dilakukan secara periodik.

Hingga saat ini kegiatan lapang yang sudah berjalan di Wonokusumo adalah pekerjaan paving dan saluran yang dikerjakan kontraktor berdasarkan kontrak dengan Satker PKP Jatim di 20 gang deliniasi kumuh.

Penataan Wonokusumo memang membutuhkan kerja sama semua pihak, skema keterpaduan penanganan program dan pendanaan, serta harapan-harapan bersimbah komitmen dalam langkah-langkah nyata. Sehingga penataan Wonokusumo membawa manfaat lebih besar dalam kerangka penataan lingkungan perumahan dan kawasan permukiman. Semoga. [Jatim]

Dokumentasi lainnya:

 

Penulis: Eddy Iwantoro, Koordinator Kota Surabaya, OSP Kotaku Provinsi Jawa Timur

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.