Beranda Warta Cerita BKM Kotaku Klaten Buat Film “Meraih Mimpi Bersama”

BKM Kotaku Klaten Buat Film “Meraih Mimpi Bersama”

Cerita Jawa Tengah Klaten Comments (0) View (648)

Tampil lain dari yang lain. Boleh jadi, itulah yang terbersit di benak para pelaku Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Saat mendapatkan dana Pelatihan Keterampilan Masyarakat (PKM) untuk satu dari sebagian kegiatan berupa kegiatan sosialisasi masyarakat (publik), badan keswadayaan masyarakat (BKM) di wilayah dampingan Tim 04 Kabupaten Klaten punya strategi khusus: BKM Tim 04 membuat film Program Kotaku. Lazimnya, dana kegiatan sosialisasi diagendakan buat pembangunan spanduk, buletin, atau fotonovela.

Ide membuat film hadir dalam rapat koordinasi BKM sewilayah dampingan Tim 04 Kabupaten Klaten. Saat itu hadir tak kurang dari 13 BKM dari seluruh desa. Mulai dari Desa Sumyang, Plawikan, Pakahan, Karangdukuh, Rejoso, Titang, Tangkisanpos, Bakung, Ngering, Somopuro, hingga Desa Gondangan di wilayah Kecamatan Jobonalan, Kabupaten Klaten. Sementara dari wilayah Kecamatan Gantiwarno di kabupaten yang sama menghadirkan wakil dari Desa Muruh dan Desa Baturan.

Kegiatan pembuatan film Program Kotaku dilakukan di masing-masing desa yang bekerja sama dengan rumah produksi media setempat. Kebetulan, production house asal Klaten itu sudah berpengalaman membuat film dokumenter plus profil instansi pemerintah dan swasta.

Animo masyarakat melonjak. Beberapa di antara warga bahkan mendaftarkan diri menjadi sukarelawan. Mereka ingin bisa ikut terlibat dengan harapan bisa ikut tampil di televisi. Dan keinginan tadi bak gayung bersambut. Alur cerita bahkan sang aktor adalah kepala desa, anggota BKM, wakil Badan Permusyawaratan Desa (BPD), wakil Pembinaan Kesejahteraan Keluarga, ketua RT-RW setempat, tokoh masyarakat serta warga di lokasi prioritas penanganan kawasan kumuh.

Adegan diawali suasana mulai dari kantor pemerintah desa. Setelah itu bersambung dengan beragam aktivitas mulai dari Pos Kesehatan Desa, lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau taman kanak-kanak, dan serombongan anak yang tampak asyik membaca di perpustakaan. Potensi usaha kecil menengah pun tak lepas diabadikan kamera. Scene berikutnya berisi tayangan pembuatan rambak, keripik pisang, pembuatan Bolo Prit, pembuatan batu bata, dan masih banyak lagi. Aksi perekonomian lokal itu diselingi rekaman suasana potensi taman desa, kolam renang setempat, dan arena pemancingan di Kabupaten Klaten.

Yang cukup penting dari episode Program Kotaku ini adalah penyampaian kepala desa yang hadir sebagai nakhoda Program Kotaku. Pemerintah daerah yang berkomitmen pada visi dan misi desa terkait permukiman. BKM juga menyampaikan beberapa pemaparan soal ikhwal pembentukan BKM sebagai lembaga desa. Mulai dari dokumen Rencana Penataan Lingkungan dan Permukiman (RPLP) yang sudah direvisi serta Gambar Jadi (Detail Engineering Design) untuk kawasan skala prioritas kumuh di masing-masing desa. Intinya, semua berkolaborasi dengan Pemerintah Desa, kabupaten, provinsi, bahkan Pemerintah Pusat maupun golongan pengusaha peduli.

Teknik pengambilan gambar dalam film ini juga menggunakan teknologi kamera drone untuk detail areal yang sebenarnya. “Agar kawasan tersebut lebih jelas letak tumpukan sampah, jalan rusak, jalan tanpa drainase di masing-masing desa,” kata Kepala Desa Sumyang Teguh Setiyawan. [Jateng]

Dokumentasi lainnya:

 

Penulis: Latif Safruddin, Fasilitator Sosial Kotaku Kabupaten Klaten

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.