Kolaborasi: Kunci Sukses Penanganan Kumuh Pacar Keling

Jawa Timur Kolaborasi Infrastruktur Comments (0) View (958)

Kota besar Surabaya tak lekang dari persoalan permukiman kumuh. Sebagai pusat urbanisasi, permasalahan kumuh masih bisa disebut menjamur di Ibu Kota Provinsi Jawa Timur itu. Di Kedung Sroko Tegal, Rukun Tetangga (RT) 01-05 Rukun Warga IX, Kelurahan Pacar Keling, Kecamatan Tambaksari, misalnya. Kawasan itu sempat dikenal sebagai wilayah permukiman padat penduduk di bantaran kali yang justru menjadi tempat buangan limbah rumah tangga.

“Warga susah sekali diajak menjaga kebersihan kampung dan sungai. Bahkan saya ini dimusuhi warga,” tutur Ketua RW IX Oemi Sukahar, seraya memperlihatkan dokumen penolakan warga pada 2016. Tapi syukurlah, kenyataan pahit itu adalah masa silam, saat status kampung kumuh buat Kedung Sroko Tegal masih menempel.

Pascapelatihan Peningkatan Kapasitas Masyarakat (PKM) 2018 yang mengangkat materi kolaborasi, Oemi bersama pelaku Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) mendapat pencerahan. Intinya adalah, mengurangi kumuh bisa ditangani dengan berkolaborasi dengan pihak lain serta memaksimalkan peran pemerintah kota sebagai nakhoda roda pembangunan penanganan kumuh. “Semuanya berjalan lancar,” kata dia.

Perubahan tata kelola wilayah semakin nyata usai Camat Tambaksari mengeluarkan peraturan bahwa warga dilarang keras membuah limbah di sungai. Bangunan yang mempunyai bagian rumah yang menjorok ke sungai mesti dibongkar, pun dapur yang berada di bantaran sungai. “Yang paling sulit adalah mengubah pola pikir masyarakat yang sudah nyaman dengan kumuh menjadi hidup bersih dan sehat,” kata Oemi.

Kiatnya adalah menggandeng lembaga swadaya masyarakat dan menggalang kerja bakti semua warga RW IX. Perlahan namun pasti, akhirnya terwujudlah kampung yang bersih, sungai yang bersih dan juga bantaran kali yang dipenuhi bunga beraneka warna.

Kini, semua orang sudah merasakan manfaatnya dengan tinggal di lingkungan yang nyaman. Warga yang harus menjaga lingkungan supaya tetap asri menjadi kesepakatan bersama. Di masa sekarang dan mendatang. Semoga. [Jatim]

 

Penulis: Bambang Widayana, Senior Fasilitator Kota Surabaya, KMW/OSP Kotaku Provinsi Jawa Timur

0 Komentar