Pelatihan Kejuruan Audio Visual, Kolaborasi BLK-Kotaku Mojokerto

Cerita Mojokerto Jawa Timur Pelatihan Comments (0) View (1633)

“Setelah pelatihan, saya akan magang di bengkel service elektro, lalu buka usaha sendiri,” kata Andre, satu dari 20 orang peserta Pelatihan Audio Visual ala kolaborasi Unit Pelaksana Teknis Pelatihan Kerja dan Program Tanpa Kumuh (Kotaku). Lelaki asal Desa Kenanten itu optimis karena Pelatihan Kejuruan Audio Visual yang dilaksanakan Balai Latihan Kerja atau Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan Kerja Mojokerto bekerja sama dengan Program Kotaku Mojokerto dan ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) beberapa waktu lalu itu juga menawarkan modal usaha dalam bentuk kegiatan modal bergulir. Yakni, melalui program badan keswadayaan masyarakat (BKM) atau lembaga keswadayaan masyarakat (LKM).

Keinginan Andre sejalan dengan tujuan gelar pelatihan. Sebab pascapelatihan, peserta diharapkan bisa mempraktikkan ilmu yang sudah didapat, terutama untuk menunjang keterampilan kerja atau wirausaha. Pelatihan kali ini bisa disebut sukses 100 persen. “Semua peserta putra dan putri sudah bisa merakit sesuai yang diajarkan instruktur,” kata Instruktur Pelatihan Teknis Sunardiyanto, di Ruang Pelatihan Sholawat Center BenPas Corner Mojokerto, Provinsi Jawa Timur.

Ke-20 peserta terdiri dari rata-rata usia kerja, termasuk sebagian lainnya baru tuntas pendidikan setingkat sekolah menengah atas. Mereka hadir atas rekomendasi BKM, LKM, atau Tim Fasilitator Program Kotaku dari enam kecamatan lokasi dampingan Program Kotaku: Kecamatan Ngoro, Mojosari, Bangsal, Puri, Sooko, Gedeg, dan Kecamatan Kota. “Peminatnya banyak, tapi kami prioritaskan yang benar-benar membutuhkan seperti anggota MBR,” kata Senior Fasilitator Tim 2-46 Rosyidah, yang terlibat langsung menyeleksi calon peserta pelatihan. Dia menambahkan, peserta juga dituntut sungguh-sungguh dan berkomitmen mengikuti pelatihan sampai selesai.

Pelatihan Kejuruan Audio Visual diawali dengan Technical Meeting yang diadakan di Kantor Asisten Kota Mandiri Program Kotaku Mojokerto, yang dihadiri UPT, pendamping Program Kotaku, dan calon peserta. “Pertemuan awal ini penting sebagai komitmen awal dengan calon peserta untuk bersungguh-sungguh. Peserta juga punya gambaran tentang pelatihan, termasuk hak yang akan didapatkan,” tutur Supriyanto dari UPT Pelatihan Kerja Mojokerto—di bawah struktur Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Kependudukan Pemerintah Provinsi Jatim.

Sejak hari pertama pelatihan, peserta diajak mengenal berbagai macam komponen audio visual, lalu merakitnya hingga berfungsi sebagaimana mestinya. Peserta yang rata-rata nol pengetahuannya audio visual, akhirnya mulai terampil merakit dan meramu berbagai macam komponen rumit hingga bisa berfungsi.

Kolaborasi BLK/UPT dan Program Kotaku dibedakan atas pembagian peran: Kotaku bertanggung jawab menyiapkan peserta dan tempat pelatihan, BLK memfasilitasi instruktur, modul, bahan praktik, seragam, sertifikat, termasuk ongkos perjalanan kepada peserta. “Program kami sejalan dengan Program Kotaku, yaitu meningkatkan kemampuan sumber daya manusia di masyarakay yang akhirnya dapat meningkatkan kehidupan menjadi lebih layak,” kata Kepala Seksi Pelatihan dan Sertifikasi UPT Pelatihan Kerja Mojokerto Soenarsono. [Jatim]

Dokumentasi lainnya:

 

Penulis: Abd. Adjis, Asisten Kota Mandiri Kabupaten Mojokerto, KMW/OSP Kotaku Provinsi Jawa Timur

Editor: Epn

0 Komentar