Cerita

Beranda Warta Cerita Kotaku Kabupaten Sidoarjo Deklarasi Bebas Kumuh

Kotaku Kabupaten Sidoarjo Deklarasi Bebas Kumuh

Cerita Jawa Timur Sidoarjo Comments (0) View (99)

Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur menggelar deklarasi membangun komitmen bersama dalam penanganan persoalan kumuh melalui Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Deklarasi ini dilakukan relawan dari elemen Forum Komunikasi Antar-Lembaga Keswadayaan Masyarakat (FKA-LKM) Kecamatan Gedangan, Kota Sidoarjo, Jawa Timur, di Pendopo Kecamatan Gedangan, menjelang akhir September silam.

Acara ini mendapat perhatian serius berbagai pihak. Penandatanganan deklarasi penanganan masalah kumuh melalui Program Kotaku yang dilakukan Camat Gedangan Abdul Muid dan perwakilan FKA-LKM tersebut disaksikan perwakilan Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Sidoarjo Dilar Darmawan dan Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin. Semua pihak yang terlibat juga secara simbolis memakai pin Kotaku dengan harapan mampu ikut menangani masalah sekaligus mengurangi luasan wilayah kumuh di Kabupaten Sidoarjo.

Tim Leader Konsultan Program Kotaku Provinsi Jatim Agus Shonhaji Mu’thi membuka data luasan kumuh di Jatim. Dan dari data Program Kotaku, sebanyak 1.792 ha wilayah kumuh tersebar di 1.857 kelurahan di 36 kabupaten atau kota se-Jatim. “Nah, dari 36 kabupaten kota, Sidoarjo juga termasuk wilayah kumuh, yang luasan kumuhnya terletak di kecamatan, desa hingga RT/RW sesuai ketetapan SK Bupati,” kata Agus memaparkan.

Pekerjaan rumah besar tersebut diamini Nur Ahmad Syaifuddin. Menurut dia, semua pihak dapat bersinergi dengan baik untuk mengatasi kumuh di Sidoarjo. Contoh, yang merencanakan adalah desa, dan yang melaksanakan desa. Lantaran itulah desa juga harus berperan aktif dalam menentukan arah pembangunan. “Pembangunan saat ini sudah bottom up, semua dari bawah,” kata Nur.

FKA-LKM pun dinilai harus bisa memotret keadaan di desa dengan sebenar-benarnya, sehingga bisa memetakan skala prioritas yang terlebih dahulu akan diselesaikan.

Nur menambahkan, keberhasilan Program Kotaku bukan hanya menyangkut infrastruktur, tapi juga kesadaran masyarakat, pola pikir, dan pola hidup yang harus dibangun secara menyeluruh. Termasuk, pengawasan dan evaluasi secara berkala untuk memastikan ketepatan kualitas dan sasaran program. [Jatim]

 

Penulis: Abd. Haris, Asisten Kota KK K02 Sidoarjo, KMW/OSP Kotaku Provinsi Jawa Timur

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.