Beranda Warta Cerita Delegasi Bank Dunia Kunjungi Lokasi Replikasi Kotaku Tukad Bindu

Delegasi Bank Dunia Kunjungi Lokasi Replikasi Kotaku Tukad Bindu

Bali Tukad Bindu Denpasar Infrastruktur Replikasi Comments (0) View (308)

Tata kelola lingkungan dan masyarakat di bantaran Tukad (sungai) Bindu, Denpasar patut diacungi jempol. Tak heran bila sekitar 15 orang perwakilan Bank Dunia (World Bank) berdecak kagum saat berkunjung singkat ke permukiman di sepanjang kali di Kelurahan Kesiman, Ibu Kota Provinsi Bali itu, Senin (8/10) siang.

Kawasan permukiman di Tukad Bindu ini ditata dan dikelola menjadi wilayah hunian yang tidak kumuh—bahkan berkembang menjadi objek wisata tracking dan pemancingan—yang mereplikasi Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Dulunya, lahan kawasan Tukad Bindu adalah halaman belakang rumah tinggal warga yang dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah.

Rombongan WB disambut pejabat sementara Ketua Kelompok Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Denpasar Putu Wisnu Wijaya Kusuma bersama seluruh kepala dinas di jajaran Kota Denpasar serta perwakilan dari Yayasan Tukad Bindu—organisasi masyarakat di Bantaran Sungai Bindu—dan Unit Pengelolaan Lingkungan Badan Keswadayaan Masyarakat Satya Darma Kesiman.

Mereka melihat langsung wajah bantaran Tukad Bindu berupa jalan lingkungan dengan paving block, taman, gazebo, sebagai bagian dari Ruang Terbuka Hijau permukiman. Dengan mengandalkan kegiatan unggulan Program Kali Bersih, Daerah Aliran Sungai Bindu menjadi potret area pencegahan banjir, sarana rekreasi dan pertunjukan seni, serta stan kuliner.

Rombongan Bank Dunia yang dipimpin World Bank Task Team Leader for Indonesia George Soraya didampingi para pelaku Program Kotaku. Mereka adalah asisten kota setiap bidang kerja dan fasilitator Kelurahan Kesiman. Sambil menyusuri pinggiran sungai, George meminta Tim Program Kotaku untuk menyediakan fasilitas bagi warga dan pengunjung berkebutuhan khusus. Misalnya, pengguna kursi roda bisa mendapatkan akses ke kawasan rekreasi ini. Tukad Bindu juga diharapkan menjadi contoh buat tata kelola daerah bantaran sungai di wilayah Denpasar lainnya.

Proyek Tukad Bindu adalah hasil replikasi Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) 2014 dengan dana sebesar Rp 500 juta. Dari tiga lokasi upaya replikasi di Kota Denpasar, baru Tukad Bindu yang menoreh sukses dari perencanaan awal pada 2013, dengan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Dalam pengembangannya, penataan Tukad Bindu mendapat alokasi dana dari pemda senilai Rp 1,5 miliar untuk pembangunan panggung, jembatan, penataan paving, pengembangan taman, dan peturasan (tempat buang air kecil).

Pengelolaan sampah pun kini berubah dan tidak lagi dibuang di permukiman wilayah. Sekarang seluruh penanganan sampah telah dikelola dengan baik dan diangkut ke tempat pembuangan sementara (TPS). Soal sampah ini sudah dikelola langsung Pemerintah Daerah Kota Denpasar yang disahkan melalui peraturan daerah. Teknisnya adalah, masyarakat diimbau mengeluarkan sampah dari kediamannya setelah pukul 19.00, lantas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLKH) bakal mengambilnya untuk dikumpulkan kemudian di TPS. Targetnya jelas, tak ada terlihat sampah tercecer di siang hari di Kelurahan Kesiman.

DLKH pun menginisiasi pemilahan sampah melalui bank sampah di setiap kelurahan atau desa. Melalui Yayasan Tukad Bindu, warga terus menerus mendapat sosialisasi tata kelola sampah dan lingkungan. Wujudnya, kini perilaku masyarakat telah berubah demi kebersamaan menjaga kebersihan lingkungan permukiman. Replikasi Program Kotaku sukses di Tukad Bindu. [Bali]

Dokumentasi lainnya:

 

Laporan: Wayan Widana, Asisten Kota Mandiri Kota Denpasar, KMW/OSP Kotaku Provinsi Bali

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.