Beranda Warta Berita Warga Tunjung Sekar Menuntut Haknya

Warga Tunjung Sekar Menuntut Haknya

Comments (0) View (1244)

"

"P2KP milik masyarakat bukan milik salah satu partai politik dan dana BLM 250 juta adalah milik masyarakat." Ucapan yang keluar dari Senior Faskel dari Tim 6 Exit Strategy Kota Malang tersebut melecut warga Kelurahan Tunjung Sekar Kota Malang guna meminta agar diadakan LPJ (Laporan Pertanggungjawaban) BKM dan revitalisasi BKM. Maka, secara sukarela sekitar 92 orang warga menjadi Relawan dan menggalang gerakan masyarakat di kantong-kantong RT.

Koordinator BKM yang baru Nursampan dan Relawan Hindra Wahyujaya menjelaskan secara bergantian pada Tim Pusinfo tentang peristiwa tersebut. Mereka baru tahu ada dana 250 juta di BKM milik masyarakat, ketika Faskel menjelaskan hal tersebut di saat pertemuan tingkat RT. Banyak penyimpangan yang telah dilakukan BKM tersebut, antara lain, tidak pernah melakukan audit internal. Bahkan LPJ tahunan, tidak pernah dilakukan. "Semestinya telah dilakukan pergantian pengurus sejak Pebruari 2004 lalu, namun tidak dilakukan," ujar Nursampan. "Jika warga ingin meminjam uang pada BKM, mereka harus mau ikut salah satu partai, karena memang pengurus BKM di dominasi oleh partai tersebut," Nursampan melanjutkan.

Senior Fasilitator Tim 6 Exit Strategi KMW 12, Syamsu Budiyanti, menjelaskan runutan kejadian hingga terjadi revitalisasi. Proses dimulai dari sosialisasi level Kelurahan, kemudian sosialisasi per-RW dan RT yang berbarengan dengan penjaringan Relawan. Setelah itu, dilakukan Pelatihan Relawan (Kader) yang ditindaklanjuti dengan pembagian Tim kerja relawan dalam 2 Tim yaitu Tim Penguatan Kelembagaan dan Tim Perencanaan Partisipatif. Kemudian, segera dilaksanakan berbagai diskusi di tingkat RW (FGD) tentang 2 agenda yakni Kelembagaan & Kepemimpinan Kolektif serta Kemiskinan yang dilakukan secara pararel.

Dari hasil dari FGD Kelembagaan kemudian menjadi rekomendasi tentang kelembagaan ideal BKM yang diharapkan warga dan sesuai dengan prinsip & nilai P2KP. Berbarengan dengan itu mulai dilakukan upaya melihat apakah kelembagaan BKM yang ada di Tunjung Sekar sudah sesuai dengan yang diharapkan melalui kajian terhadap AD/ART BKM. Sedangkan untuk hasil dari FGD Kemiskinan menjadi acuan kriteria kemiskinan untuk melakukan assesment terhadap masalah/kebutuhan warga (Pemetaan Swadaya). Sesudah proses FGD selesai, segera ditindaklanjuti dengan pelaksanaan penyepakatan dalam agenda Rembug Warga 1 untuk menyepakati hasil FGD Kelembagaan dan Kemiskinan yang sekaligus juga ditindaklanjuti dengan pembentukan dan penyepakatan komposisi Tim Pemetaan Swadaya serta penyepakatan tindak lanjut penguatan kelembagaan seperti penetapan jadwal kajian AD/ART BKM di masing-masing RW.

Dalam hal upaya-upaya untuk mendorong dan menuntut BKM agar sesuai dengan hasil kajian kelembagaan ideal BKM khususnya di wilayah Keurahan Tunjung Sekar, telah dilakukan melalui: (1) Gerakan warga yang dimotori Kader Masyarakat/Relawan untuk melakukan media bicara dengan BKM; (2) Upaya meminta laporan transparansi keuangan dari BKM; (3) Upaya meminta klarifikasi untuk berbagai hal berkenaan dengan isu/opini miring warga seputar kinerja dan penyimpangan BKM; (4) Upaya kontrol sosial terhadap kinerja BKM; (5) Upaya menuntut BKM segera melakukan LPJ dan Rembug akhir masa kepengurusan serta mempercepat pergantian kepengurusan BKM. Walhasil, dengan upaya kontrol sedemikian dari masyarakat, menjadikan tarik-menarik tersendiri antara warga (Kader) dan BKM yang menyebabkan BKM yang awalnya memang sudah resisten dengan pendampingan Exit Strategi ini, menjadi semakin menutup diri. Resistensi BKM, semakin membuat warga bertanya-tanya tentang keberadaan kelembagaan ini secara benar.

Atas inisiatif murni warga melalui motor penggerak para Relawan, mereka mengagendakan Rembug Warga 2 dengan agenda mendorong dan upaya menarik BKM agar mau diajak dialog dan melakukan banyak konsensus dengan warga pada tanggal 5 September 2004. Rembug 2 tersebut akhirnya berhasil menghadirkan BKM dan menjadi media bicara warga dan BKM dengan beberapa hasil: (1) Mosi tidak percaya warga pada BKM karena sikap tertutup BKM yang berlebihan; (2) Warga menetapkan tanggal LPJ BKM harus dilaksanakan berikut pergantian kepengurusan yakni akan dilakukan pada tanggal 26 September 2004; (3) Akan dilakukan amandemen AD/ART BKM, yang sehubungan dengan itu dibentuk Tim Pengkaji Amandemen AD/ART BKM; (4) Akan dilakukan audit Internal & Eksternal yang sehubungan dengan itu dibentuk Tim Audit Internal dari masyarakat dan Tim Audit Eksternal dari luar (LPM Unmer) yang dibiayai secara swadaya oleh 'urunan' Kader Masyarakat; (5) Untuk pelaksanaan Rembug Warga tanggal 26 September 2004 dibentuk Panitia Pelaksana Rembug Warga yang salah satu tugasnya untuk memfasilitasi warga per-RT melakukan penjaringan Utusan Warga untuk Rembug Warga; (6) Mendemisionerkan Panitia Rembug Warga versi bentukan BKM lama. Pasca Rembug 2 (5 September 2004), konsensus warga yang tertuang dalam Berita Acara Warga mulai dilaksanakan.

Beberapa agenda seperti penjaringan utusan warga, pengkajian AD/ART baru untuk mengganti AD/ART lama, pelaksanaan Audit Internal & Eksternal serta upaya mendorong BKM melalui surat-surat pernyataan agar BKM segera melaksanakan LPJ, menjadi kegiatan utama warga dalam rangka mewujudkan Revitalisasi kelembagaan BKM yang ideal. Masyarakat membuat surat pernyataan yang ditandatangani oleh perwakilan masing-masing RW, sejumlah 12 orang yang isinya menuntut pengurus BKM lama melakukan LPJ tahunan. Pengurus BKM lama tidak berani datang ke pertemuan LPJ dan menyerahkan dokumen LPJ pada Pak Lurah. Pada saat pertemuan, warga telah berupaya mendatangkan BKM lama, namun tidak berhasil. Upaya meminta bantuan aparat pun tidak membuahkan hasil. Akhirnya diputuskan membentuk Tim Ad Hoc untuk melakukan investigasi terhadap pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan BKM lama.

Sampai pada akhirnya, upaya masyarakat Kelurahan Tunjung Sekar Kota Malang, telah membuahkan hasil dalam menggulingkan kepengurusan anggota BKM lama. Saat ini BKM Tanjung Sekar telah diisi oleh orang baru hasil pemilihan warga Kelurahan Tunjung Sekar. Namun, masih ada beberapa agenda yang akan menjadi PR bagi Kader dan warga setempat yakni melakukan penguatan terhadap keberadaan kelembagaan BKM baru di Tunjung Sekar. Semua upaya tersebut dilakukan agar kesalahan yang sudah terjadi di masa lalu, tidak terulang ke depannya. Dan, semoga apa yang diinginkan masyarakat Tunjung Sekar tentang kelembagaan BKM ideal sebagaimana yang dicita-citakan warga akan terwujud. Dan yang penting bahwa BKM lebih mampu mewadahi masyarakat Tunjung Sekar dalam hal menyelesaikan banyak persoalan terutama masalah penanggulangan kemiskinan. (Nita & Yanti)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.