Beranda Warta Berita BDC Harus Menjadi “Pemain Utama” Perencanaan Kota

BDC Harus Menjadi “Pemain Utama” Perencanaan Kota

Berita BDC Penutupan Workshop BDC Comments (0) View (75)

Jiwa wirausaha adalah kata kunci bagi setiap insan yang bergabung dalam kelompok swadaya masyarakat (KSM) Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Atas dasar itulah Pusat Pengembangan Usaha atau Business Development Center (BDC) Program Kotaku memaksimalkan momentum pelatihan Keberlanjutan BDC bagi anggota KSM, pengelola, dan komite BDC di Jakarta, menjelang akhir Oktober ini. Karena, BDC dapat membantu seluruh KSM untuk tampil lebih baik lagi.

“Ayo kita perbaiki setiap langkah bisnis,” kata Kepala Sub Direktorat Kawasan Permukiman Perkotaan Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan juga Kepala Program Management Unit (PMU) Program Kotaku Boby Ali Azhari pada sesi penutupan acara, Rabu (24/10) di Jakarta.

Kehadiran BDC memang penting buat perkembangan KSM. Tentunya, sambil bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Pribumi Indonesia (Asprindo) di daerah masing-masing. Apalagi, Boby menambahkan, pemerintah sudah memenuhi semua kebutuhan yang diperlukan oleh BDC. “Harus cepat mengambil keputusan,” kata dia. Apalagi, BDC ini menjadi cita-cita pemerintah agar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) bisa berubah menjadi sejahtera.

Hal ini senada juga diungkapkan praktisi Advokasi Kebijakan Publik Juni Thamrin. Menurut dia, sebenarnya BDC adalah pemain utama yang bisa masuk ke dalam perencanaan kota. “Ini hanya persoalan mindset (pola pikir) yang harus berubah, supaya pasar yang mengejar kita,” ungkap Juni.

Berbagai strategi bisa dilakukan. Misalnya, dengan membuat kalender kegiatan mulai dari kegiatan festival, ikut serta dalam kegiatan musyawarah perencanaan pembangunan, pameran perjalanan, atau terlibat dalam setiap kegiatan pemerintah daerah. “Kita tidak usah menciptakan infrastruktur pasar yang mahal, namun fokus pada produk tertentu saja dan memiliki benchmarking [ukuran pembanding] agar BDC mengetahui maju atau mundur usahanya,” kata Juni.

Mengamini Juni, Kepala Departemen Pangan Jasa dan Perdagangan Asprindo Arief Setyabudhi menekankan BDC mesti menetapkan makna baku dalam setiap unsur penjualan: standar lokal, nasional, dan standar internasional. Misalnya, ada barang, ada kemasan, ada kebersihan, dan ada merek. “KSM yang dibina pun harus ditagih kinerjanya, tak semata hanya menerima pembinaan,” kata Arief.

Workshop Keberlanjutan BDC yang berlangsung selama tiga hari tersebut menghasilkan strategi dan rencana kerja yang disusun berdasarkan hasil diskusi masing-masing BDC. Rencana kerja BDC tersebut untuk tiga tahun, yang terdiri dari tiga kegiatan prioritas dengan strategi, dengan target waktu kegiatan yang akan dilakukan sebulan mendatang. Program BDC ini menjadi cita-cita pemerintah agar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) bisa berubah menjadi sejahtera. [KMP-1]

Dokumentasi lainnya:

 

 

Penulis: Vhany Medina, Asisten Publikasi - Komunikasi KMP Kotaku wil.1

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.