Beranda Warta Cerita Kokupoly: Efektivitas Pemahaman Penanganan Kumuh dalam Simulasi

Kokupoly: Efektivitas Pemahaman Penanganan Kumuh dalam Simulasi

Cerita Jawa Timur FGD Capacity Building Comments (0) View (131)

Kreatif adalah kata yang tepat buat menggambarkan aksi Tim Koordinator Kota Cluster 6 Kota Malang Provinsi Jawa Timur. Mereka mengadopsi permainan papan seperti monopoli, dan mengemas ulang ke dalam bentuk forum group discussion (FGD) yang dimodifikasi dengan mengaitkan 7 (tujuh) aspek kumuh dalam Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), sebagai unsur utama permainan untuk didiskusikan. Metode inilah yang diharapkan dapat ditularkan para peserta pelatihan FGD Perubahan Sikap dan Perilaku Program Kotaku dalam rangka peningkatan kapasitas masyarakat (PKM) yang diselenggarakan belum lama berselang di Kota Apel, Malang ini, kepada masyarakat. Diharapkan, masyarakat bakal lebih mudah menyerap beragam materi penanganan kumuh di wilayahnya.

Saat memainkan, dibutuhkan lembaran besar karpet Kokupoly sebagai pijakan permainan, kartu Si Koku, dan dadu. Para pemain adalah peserta FGD Perubahan Sikap dan Perilaku, yang dipandu fasilitator sebagai pengarah permainan sekaligus jalannya FGD. Dadu dilempar, dan kartu dikocok, dan pembahasan materi dilakukan sesuai posisi di kotak persoalan penanganan kumuh. Bagi masyarakat, Kokupoly sebagai aplikasi dari PKM sukses memberi pemahaman tentang lingkungan dan sosial, yang akhirnya diharapkan dapat mengubah pola pikir dan perilaku menuju hidup bersih dan sehat.

Sebenarnya, “permainan” Kokupoly—yang diambil dari nama maskot Kotaku; Koku dan dimodifikasi dengan permainan monopoli sejak pertengahan Juli 2018—telah dilaksanakan di tiap kelurahan dan desa-desa di wilayah dampingan Tim Korkot Cluster 6 Malang. Karena metode yang menarik, para peserta pun antusias mengikuti. Pasalnya jelas, FGD tak lagi menjadi ajang rutinitas diskusi yang monoton dan membosankan.

Kokupoly membuktikan bahwa belajar sambil bermain membuat materi lebih mudah dipahami, meningkatkan pengetahuan, dan membangun kesadaran. “Materi lebih mudah dipahami... Pelatihan lebih bersifat santai, tidak monoton... Tidak membuat ngantuk karena tidak mendengarkan orang ceramah... Belajar sambil bermain, asyiiikkk!!!” [Jatim]

Dokumentasi lainnya:

 

Penulis: Nani Saodah, Asisten Kota KK Cluster 6 Malang, OSP Kotaku Provinsi Jawa Timur

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.