Beranda Warta Berita Pembukaan Pelatihan BRI untuk BKM se-Jawa Tengah

Pembukaan Pelatihan BRI untuk BKM se-Jawa Tengah

Comments (0) View (1601)

D

Diselenggarakan pada hari Senin tanggal 27 September 2004 di Gedung Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Semarang. Hadir pada acara ini antara lain Ir. Endang Wijayanti Direktur Perkim Wilayah Tengah mewakili Dirjen Perkim, Ir. Dany Sutjiono Kasubdit Program dan Kepala Divisi Kredit Program BRI Ir. Siti Sundari Nasution MM. Hadir dalam pembukaan pelatihan ini sejumlah 234 peserta dari BKM-BKM KMW 6, 7 dan 8.

Dirjen Perkim dalam pesan pengarahan tertulis yang dibacakan bu Wiwik (Endang Wijayanti)  menekankan bahwa melalui program kemitraan BKM dengan Bank BRI ini, diharapkan dapat mendorong pelaksanaan ’Konsep Tridaya’ yang merupakan konsep dasar P2KP dalam mewujudkan keseimbangan pemberdayaan dan pengembangan kegiatan di bidang ekonomi, sosial dan pembangunan sarana/prasarana lingkungan.  Dalam paparannya juga ditegaskan bahwa pembangunan sarana/prasarana lingkungan khususnya kegiatan pengembangan perumahan rakyat (miskin) dalam rangka menunjang ’Program Pengembangan Satu Juta Rumah’ sebagai perwujudan Gerakan Nasional Pengembangan Sejuta Rumah yang telah dicanangkan Presiden tanggal 9 Oktober 2003, melalui kredit mikro Bank BRI kepada BKM.

Selain itu juga disampaikan bahwa dari target satu juta rumah tersebut sebanyak 800.000 dilakukan melalui upaya pemberdayaan masyarakat yang antara lain menggunakan BKM P2KP sebagai lembaga komunitas pelaksananya.

Dalam kesempatan tanya jawab, salah satu pertanyaan yang menonjol dari BKM adalah seputar rencana pendirian Koperasi, apakah UPK menjadi Koperasi atau BKM yang menjadi Koperasi. Ditegaskan oleh Sundari dari BRI, juga oleh Dany dari Perkim bahwa BKM bukanlah lembaga operasional sehingga yang dapat menjadi Koperasi adalah UPK atau KSM.

Sementara itu, pada hari dan tanggal yang sama di Malang Jawa Timur juga dilakukan Pelatihan BRI untuk BKM se Jawa Timur. Pelatihan ini dilaksanakan di Balai Pelatihan Kesehatan Murnajati, Lawang Kota Malang. Pelatihan bagi BKM dipisahkan dengan pelatihan bagi UPK. Untuk Pelatihan BKM, berlangsung selama 2 hari. Yang terbagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama tanggal 27 – 28 September 2004, sedangkan gelombang kedua dilaksanakan tanggal 29 September siang hari, hingga 1 Oktober siang. Sedangkan sore hari acara ditutup oleh Dirjen Perkim DepKimpraswil Ir. Sjarifuddin Akil.

Pelatihan bagi BKM ini diikuti oleh 185 orang BKM dibagi dalam 10 kelas, masing-masing kelas terdiri dari kurang lebih 37 orang. Sedangkan Pelatihan bagi UPK BKM lebih berat di banding pelatihan bagi BKM yang dilaksanakan selama 5 hari, sejak 4 hingga 8 Oktober 2004 yang diikuti  sekitar 5 kelas dengan jumlah orang dalam kelas sekitar 37 orang. Materi pelatihan bagi BKM antara lain; Manajemen, Prekreditan, Simpanan, Pengelolaan Kas, Hukum, Administrasi Pembukuan dan Pengawasan.

Pada Pelatihan hari pertama di kelas A, Karya Sitepu Rumah Mbelin, Manager Pemasaran BRI Cab Surabaya memaparkan tentang Manajemen. Dalam pemaparannya Karya Sitepu mengatakan bahwa pentingnya berorganisasi karena manusia selalu hidup berkeluarga dan bermasyarakat. Perencanaan organisasi berorientasi pada sumberdaya yang dipunya. Organisasi yang langgeng, tidak akan bergantung pada orang, tapi pada sistem. Ada yang berfungsi sebagai perencana dan ada yang berfungsi sebagai pelaksana, ujar Karya Sitepu.

Mengenai sebutan BKM sebagai OTB (Organisasi Tanpa Bentuk) dari pemapar, Bambang peserta  dari BKM Kelurahan Semampir Surabaya menyatakan sikap bahwa BKM bukan OTB, karena BKM punya AD/ART yang didaftarkan di Pengadilan. Pengaturan kerja koordinasipun juga diatur dalam AD/ART tersebut.

Keberhasilan pelatihan BRI tidak bisa diukur dari hasil test selama pelatihan, seperti yang disampaikan TA Kontrak BRI P2KP Soedirman yang menyatakan bahwa pelatihan bisa dikatakan berhasil atau tidak jika telah dilakukan evaluasi terhadap BKM yang telah mempraktekkan materi yang didapat dalam pelatihan minimal 3 bulan setelah pelatihan. Namun dari Pelatihan oleh BRI ini diharapkan BKM bisa bekerja lebih professional dan dapat melakukan kemitraan secara mandiri ke Perbankan.(MZ, Nita)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.