Beranda Warta Berita Layanan Keuangan Digital Bakal Diterapkan di Program Kotaku

Layanan Keuangan Digital Bakal Diterapkan di Program Kotaku

DFS Workshop Berita Satker Pusat KMP Comments (0) View (275)

Ekonomi bergulir adalah bagian dari kegiatan strategi peningkatan Tridaya (ekonomi, sosial, lingkungan) yang dilaksanakan secara terus menerus melalui pelaksanaan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Sampai sekarang ini kegiatan ekonomi bergulir dalam bentuk pinjaman masih terus berlangsung, melalui aktivitas Unit Pengelola Keuangan (UPK). Lantaran itulah, Digital Financial Service (DFS) menjadi langkah lanjutan yang mendukung program keuangan inklusi. Latar belakang itulah yang dipaparkan dalam Workshop DFS yang diselenggarakan Program Kotaku di sebuah hotel di bilangan Jakarta Selatan, selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (31/10).

Pelatihan berbasis Layanan Keuangan Digital (LKD) tersebut dibuka langsung Kepala Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman Berbasis Masyarakat (PKPBM) Direktorat Jenderal Cipta Karya Direktorat Pengembangan Permukiman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Mita Dwi Aprini.

Pada hari kedua workshop ini menampilkan narasumber dari sektor kebijakan LKD: Asisten Direktur Divisi Elektronifikasi Sistem Pembayaran Ritel Bank Indonesia Rino Is Triyanto dan Kepala Sub Bagian Penelitian Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan Puji Iman Siagian. Dari para implementasi pelaksanaan LKD, hadir Manager Micro Portofolio dan Analytics TCASH Rendi Nugraha, Senior Manager PT Amartha Mikro Fintek Tiffany, dan Manager Digital Center of Excellence PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Markus Liman Rahardja.

Menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Peningkatan Kualitas Kawasan Permukiman (PKKP) 1 Martyanti Sianturi, Indonesia masih tertinggal dari negara lain dengan indeks keuangan inklusif sebesar 36 persen. Sistem keuangan inklusif ini meliputi akses, penggunaan, dan kualitas layanan perbankan. Sementara di sisi lain, sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dengan penggunaan internet terbesar, layanan keuangan digital menjadi potensi yang luar biasa.

Martyanti menambahkan, Program Kotaku memang bermula dari program penanggulangan kemiskinan, melalui pemberdayaan dan dengan penanganan kegiatan kelembagaan, termasuk sektor keuangannya. Perkembangan kegiatan ekonomi ke kegiatan infrastruktur itulah yang menjadi kasus percontohan bagi dunia internasional.

Dalam perjalanannya, tak kurang dari 86 persen UPK dan sekitar 33 ribu anggota kelompok swadaya masyarakat (KSM) sudah memiliki rekening tabungan. Kondisi itu dinilai memiliki risiko keuangan yang relatif tinggi. Martyanti menyitir, mayoritas hasil temuan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) adalah di pinjaman bergulir, yang dipegang badan keswadayaan masyarakat (BKM) dan UPK. “Kami khawatir dengan transparansi pengelolaan keuangannya,” kata dia.

Keberadaan LKD dinilai penting dan akan diterapkan dalam penyelenggaraan Program Kotaku melalui UPK, terutama dalam pengembangan ekonomi lokal serta solusi buat kesejahteraan masyarakat. Alasannya jelas, penerapan LKD bisa meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penanganan sektor ekonomi. Melalui LKD pula, kasus kebocoran dalam pencairan serta pengumpulan kembali pinjaman dapat dikurangi. Selain itu, serta merta menabung menjadi budaya di masyarakat dampingan Program Kotaku. [Redaksi]

 

Penulis: Tim Komunikasi KMP, Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.