Jalan Lingkungan Motif Bola Menghias Gampong Hilir

Cerita Aceh Comments (0) View (298)

Menyandang predikat kumuh memang tak menyenangkan. Kendati, kumuh ringan sekalipun. Kondisi itulah yang pernah melekat buat Gampong Hilir (kampung), satu dari 15 gampong yang terdapat di Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh, yang masuk dalam kelurahan dengan permasalahan kumuh seluas 7,83 hektare dari total 193 ha. Gampong Hilir yang memiliki lima dusun—Dusun Lingkungan I, II, III, IV, dan Dusun Lingkungan V—juga menjadi lokasi tujuan wisata lantaran memiliki panorama alamnya yang asri.

Fakta tak mengenakkan yang disahkan melalui Surat Keputusan Bupati Aceh Selatan No.253 Tahun 2014 tentang wilayah kumuh tersebut tak membuat warga dan pemerintah daerah setempat berpangku tangan. Melalui Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), warga bersinergi memperbaiki jalan plus drainase yang belum berfungsi dengan baik. Maklumlah, di gampong ini, bila musim penghujan datang terutama dengan intensitas curah hujan yang tinggi, jalanan di beberapa dusun pasti digenangi air.

Fasilitator Program Kotaku dan Tim Inti Perencanaan Partisipatif (TIPP) membangun infrastruktur yang dibutuhkan wilayah setempat: jalan rabat beton berdrainase dengan material batu coral sikat. Pembangunannya dilaksanakan dengan memanfaatkan anggaran Bantuan Dana Investasi (BDI) 2018 sebesar Rp 175.230.000.

Pembangunan jalan rabat beton sepanjang 438,5 meter tersebut melibatkan 16 orang tukang ahli di bidangnya. Hasilnya, jalan lingkungan bermotif corak bola-bola dan kotak-kotak dengan batu coral sikat menghias Gampong Hilir. Belakangan, ruas jalan tersebut langsung dimanfaatkan warga sekitar sebagai arena bermain anak, lokasi untuk berfoto, dan bersantai ria. Bagaimana dengan lingkungan Anda? [KMP-1]

 

Penulis: Vhany Medina, Asisten Publikasi USK Komunikasi KMP Kotaku wilayah 1

Editor: Epn

0 Komentar