Beranda Warta Cerita Monang Pardede, Ujung Tombak Kampung 200

Monang Pardede, Ujung Tombak Kampung 200

Cerita Profil Relawan Comments (0) View (74)
Sebelum

Dulu, wajah Kampung 200, Kelurahan Margamulya, Bekasi, Jawa Barat, tentu tak seperti sekarang. Di RT 04, misalnya. Banyak sampah yang bertumpuk sembarangan. Sebagian masyarakat pun bebas menyalurkan hobi bermain judi. Kondisi itu masih disempurnakan lagi segelintir generasi muda yang terlibat kasus narkotik dan obat-obatan berbahaya. Beberapa di antaranya hingga meninggal dunia. Fakta Kampung 200 tak lepas dari status kumuh infrastruktur lingkungan dan sosial masyarakatnya.

Masa silam itu membekas betul di benak Monang Pardede sejak kecil. Sebagai warga “asli”, sudah lama Monang memeras otak mencari cara mengubah Kampung 200. Tak hanya bersih, teratur dan nyaman, namun masyarakatnya pun menjadi jauh lebih baik lagi. Cita-cita mulia.

Dan Monang membuktikannya. Pengusaha penganan singkong Thailand itu langsung menyingsingkan lengan baju. Caranya, menata lingkungan saat menjadi Ketua RT 04, RW 01, Kampung 200. Tengoklah, areal RT 04 yang tertata rapih. Beragam lukisan warna-warni menghias tembok lingkungan. Di sepanjang jalan lingkungan pun vertical garden berisi tanaman hijau menghiasi dinding-dinding di Kelurahan Margamulya, lokasi yang tak jauh dari Stasiun Kereta Bekasi itu.

Sebelum

Awalnya, bapak empat orang anak itu membangun kebersamaan warga lewat aksi kerja bakti. Sayang, tak ada masyarakat peduli. Belakangan, Monang memberlakukan sistem door prize: barang siapa yang ikut kerja bakti bisa dapat hadiah! Soal hadiah tadi, Monang mesti merogoh koceknya sendiri. Bak gayung bersambut, akhirnya dana kas RT dan donatur mulai bergantian menyiapkan hadiah bagi warga yang mau bekerja bakti.

Pada 2015, Monang menyewa sebuah lahan untuk pembangunan Gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Ia berkolaborasi dengan Corporate Social Responsibillity (CSR) Perusahaan Operator Telekomunikasi XL. Dua tahun kemudian, pria kelahiran 44 tahun silam ini mulai membangun Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), sekaligus menjadi guru untuk kejar Paket A, B, dan C. Terobosan lainnya adalah memberikan modal bagi para pemuda tak mampu namun memiliki potensi. Misalnya, modal untuk berdagang, membuat bengkel, dan lain-lain.

Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) masuk ke Kelurahan Margamulya dan memberikan Bantuan Dana Investasi (BDI) sebesar Rp 500 juta pada tahun kemarin. Alokasi dana tersebut digunakan untuk pembangunan jalan, drainase, dan inisiasi taman gantung. Program Kotaku, Monang dan masyarakat berkolaborasi untuk mengatasi kekumuhan di Kelurahan Margamulya.

Sebelum

Figur Monang yang pantang menyerah membuatnya tidak berhenti hanya sampai disitu saja. Saat pembangunan tower dari XL, Monang bernegosiasi dengan syarat: jika ingin membangun menara, warga kelurahan meminta untuk dibelikan mesin pembakar sampah (incinerator). Kini warga menggunakan mesin incinerator tadi untuk mengatasi tumpukan sampah di wilayah mereka dengan cara membakarnya.

Perjalanan memang masih panjang buat menangani total kumuh di Kampung 200. Namun, Monang sudah membuktikan hal itu bisa dilaksanakan bersama. Menurut Anda? [KMP-1]

Dokumentasi lainnya:

Sebelum
Sebelum

 

Penulis: Vhany Medina, Asisten Publikasi KMP Program Kotaku wilayah 1

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.