Pelatihan PKM Cluster Kota Digelar di Jaktim

Berita DKI Jakarta PKM Pelatihan Comments (0) View (140)

Pemahaman yang cukup dan keterampilan yang sesuai kebutuhan adalah fondasi utama keberhasilan penanganan kumuh Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di seluruh wilayah di Tanah Air. Tentunya tak hanya pemerintah yang bertugas sebagai nakhoda, namun masyarakat pun bakal memegang peranan penting dalam proses tersebut. Berdasarkan itulah, Asisten Kota Mandiri Kota Jakarta Timur menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Masyarakat (PKM) Cluster Kota di Aula Kecamatan Jatinegara, Sabtu (3/11).

Pembukaan acara yang dibuka Kepala Suku Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Jakarta Timur Suharyanti, juga dihadiri beberapa unsur kepemerintahan setempat. Di antaranya Kepala Suku Badan Perencanaan Kota (Subanpeko) Zainal, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Roberto Manurung, dan unsur jajaran Kecamatan Jatinegara.

Dalam sambutannya, Suharyanti mengapresiasi penyelenggaraan acara pelatihan ini. Menurut dia, kegiatan tersebut akan menambah wawasan tentang Program Kotaku dan mengimpelementasikannya dalam penanganan kumuh di Kota Jakarta Timur. Bahkan, tak menutup kemungkinan bakal mewujudkan kolaborasi penanganan kumuh antara pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat. Karena, Suharyanti menambahkan, persoalan kumuh sejatinya menjadi persoalan dan perhatian bersama dengan membangun komunikasi antarsesama pemangku kepentingan supaya memiliki tujuan yang sama dalam menuntaskan persoalan kumuh setempat.

Tim Program Kotaku pun diharapkan mampu memberikan data perencanaan yang berkualitas berbasis perencanaan masyarakat. Suharyanti merinci, data tersebut mesti berbasis perencanaan masyarakat sehingga akan terjadi sinergi perencanaan di tingkat kelurahan, kecamatan, dan kota. “Peserta pelatihan harus terus bersemangat dalam menjalankan tugas mulianya sebagai relawan Kotaku,” kata Suharyanti.

Hampir senada, Zainal pun menegaskan kembali bahwa komunikasi menjadi persoalan penting.  saat membahas penanganan kumuh Program Kotaku. Maklumlah, Program Kotaku bukan satu-satunya aktivitas kemasyarakatan di Ibu Kota Negara, dan DKI Jakarta memiliki potensi untuk dikembangkan untuk pengurangan kumuh. ”Tinggal kita melakukannya secara aktif berkomunikasi, berbagi informasi, dan saling berkoordinasi,” kata Zainal.

Dia menambahkan, kolaborasi dengan berbagai pihak harus dilakukan segera supaya setiap kelurahan memahami fungsi dan peran masing-masing.  Misalnya, menurut Zainal, mutu standar cara pengurangan kumuh di setiap wilayah dampingan. Mengingat pentingnya tujuan pelatihan, para peserta diharapkan bakal seksama menjalani proses pelatihan tersebut. [DKI]

Dokumentasi lainnya:

 

Penulis: Inayatullah, TA Komunikasi KMW/OC DKI Jakarta Program Kotaku

Editor: Epn

0 Komentar