Beranda Warta Berita Bengkulu Jadi Kota dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Bengkulu Jadi Kota dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Berita Bengkulu SDGs Comments (0) View (54)

Status Kota Bertujuan Pembangunan Berkelanjutan tampaknya bakal (Sustainable Development Goals - SDGs) tampaknya bakal disandang Kota Bengkulu. Predikat ini adalah yang pertama di Indonesia, sebagai kota yang berkomitmen untuk menerapkan 17 tujuan pembangunan berkelanjutan dalam praktik kehidupannya. Peluncuran Kota SDGs ini adalah hasil kerja sama Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dan unsur pemerintah setempat, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Lembaga Amil Zakat (LAZ), Filantropi Indonesia, perwakilan kampus di Bengkulu, dan lembaga swadaya masyarakat yang digelar di Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu, Bengkulu, Rabu (8/11).

Acara tersebut dihadiri banyak pemangku kepentingan dari Kota Bumi Raflesia. Sebut saja Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan, Kepala Divisi Pendayagunaan Baznas Randi Swandaru, jajaran Satuan Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Bengkulu, perwakilan Pemerintah Provinsi Bengkulu, dan Pemerintah Kota Bengkulu. Bahkan juga seluruh pelaku Kotaku Bengkulu—baik dari unsur badan keswadayaan masyarakat (BKM), fasilitator—serta masyarakat sekitar. Dari kalangan perguruan tinggi turut berpartisipasi Universitas Bengkulu, Institut Agama Isam Negeri Bengkulu, Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Universitas Dehasen, dan Universitas Hezairin. Termasuk LSM Koalisi Perempuan Indonesia, Cahaya Perempuan, dan BKM Maju Jaya.

Baznas bekerja sama dengan Program Kotaku bakal menerapkan pemberdayaan masyarakat melalui program pengelolaan sampah menjadi biji plastik. Selain itu juga membantu para pelaku usaha kecil menengah (UKM) untuk memiliki gerai berdagang dan dapat mengemas produk dengan lebih baik, sebagai penerima manfaat binaan Program Kotaku. Baznas juga memberikan dorongan sisi spiritual melalui dai-dai yang akan membangun kesadaran dalam pelestarian lingkungan, agar masyarakat dapat cepat menyesuaikan diri dengan tujuan-tujuan SDGs.

Menurut Randi, pengembangan Kota SDGs ini sejalan dengan semangat zakat, yakni pembangunan manusia. Tahap awal dari dua program yang dilaksanakan Baznas dimanfaatkan untuk lebih dari 600 kepala keluarga kurang mampu di pusat Kota Bengkulu. Pengembangan Kota SDGs ini sejalan dengan semangat zakat, yakni pembangunan manusia. “Baznas mendorong berbagai program yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui Program Waste Manajemen System dengan memanfaatkan limbah menjadi produk berdayaguna," katanya.

Dalam program pengelolaan sampah kota, Baznas memberikan mesin pengolah sampah plastik menjadi bijih plastik agar produk yang dihasilkan memiliki nilai lebih. Selain itu, sampah organik yang sudah dipilah akan diproses menjadi pupuk bagi tanaman Urban Farming. Sementara itu limbah lain diproses menjadi produk kerajinan dengan berbagai varian. Untuk mendorong UKM, Baznas membantu membangunkan gerai berjualan yang strategis di wilayah dermaga dan kawasan wisata mangrove. Para pelaku UKM lain memperoleh bantuan pengemasan produk sehingga memiliki nilai jual lebih.

Pemerintah Kota Bengkulu berharap, Kelurahan Sumber Jaya dapat menjadi titik awal untuk pencapaian SDGs di seluruh wilayah Kota Bengkulu. Sehingga nantinya, menurut Helmi, dapat mengangkat derajat kehidupan warga kota Bengkulu. "Kami sangat mendukung kepercayaan Kota Bengkulu sebagai kota SDGs pertama di Indonesia, yang dapat memberi manfaat besar dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Bengkulu," kata dia.

Bak gayung bersambut, Direktur Eksekutif Filantropi Indonesia Hamid Abidin menegaskan bahwa pihaknya mendorong dan memfasilitasi kemitraan ini karena sejalan dengan prinsip integrasi dalam SDGs. Dan melalui kemitraan, persoalan perkotaan di Bengkulu bisa diatasi secara bersama, yang saling berkontribusi sesuai kapasitas dan sumber daya yang dimiliki. “Ini bisa jadi model kemitraan dengan platform SDGs yang bisa dicontoh kota-kota lainnya di Indonesia," kata Hamid.

Peluncuran Kota SDGs ditandai dengan pemukulan dol—gendang besar khas Bengkulu—secara bersama-sama para pemangku kepentingan. Kegiatan diakhiri dengan kunjungan ke stan Exibitio Produk KSM dari Kota Bengkulu serta meninjau hutan mangrove yang ada di Kelurahan Sumber Jaya. [Bengkulu]

 

Penulis: Kartini, TA Komunikasi KMW/OC Kotaku Bengkulu

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.