Beranda Warta Berita Perubahan Perilaku Warga Penting untuk Atasi Kumuh

Perubahan Perilaku Warga Penting untuk Atasi Kumuh

Kunjungan Kerja DPR RI Cirebon Jawa Barat Comments (0) View (524)

Penanganan kumuh harus dilakukan secara komprehensif dan tuntas agar bisa mengubah wajah kawasan menjadi lebih indah dan layak huni. Salah satu hal yang penting dalam hal ini adalah adanya perubahan perilaku warga untuk merawat dan memelihara sarana dan prasarana di permukiman. Di sisi lain, penanganan kumuh hanya bisa berjalan baik jika semua pihak berkolaborasi dan mengambil peran, terutama pemerintah daerah sebagai “Nakhoda”. Sedangkan pemerintah pusat men-support apa yang direncanakan dan dibutuhkan oleh pemda.

Demikian ditegaskan oleh Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Didiet Arief Akhdiat saat kunjungan kegiatan Program Kota Tanpa Kumuh - National Slum Upgrading Program (KOTAKU-NSUP) di Desa Ambulu, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, pada Kamis (15/11). Kunjungan ini merupakan rangkaian Kunjungan Kerja Yoseph Umar Hadi dari Komisi V DPR-RI.

Dalam kegiatan tersebut hadir pula Kasubdit Kawasan Permukiman Perkotaan Direktorat PKP Ditjen Cipta Karya Boby Ali Azhari, Satuan Kerja PKP Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Cirebon, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Cirebon, Camat Losari, Danramil Losari, Kapolsek Kecamatan Losari, para kuwu (kepala desa) se-Kecamatan Losari, Koordinator BKM Bulu Sejahtera dan Masyarakat Desa Ambulu.

Sebagai informasi, Desa Ambulu mendapat dukungan program Kotaku-NSUP melalui Bantuan Dana Investasi (BDI) Skala Lingkungan dan Peningkatan Kualitas Kawasan Permukiman Kumuh Kawasan Dusun Manis Pahing. Investasi infrastruktur Skala Lingkungan tahun 2018 adalah Instalasi Pengolahan Air Sederhana (IPAS) sebanyak 8 unit, jalan rabat beton sepanjang 447 meter, Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) sepanjang 86 meter, dan gerobak/motor sampah sebanyak 2 unit. Sementara itu, perencanaan peningkatan kualitas kawasan permukiman kumuh Kawasan Dusun Manis Pahing mengusung konsep Eco Tourism, Cultural Tourism, dan Agro Tourism, di mana pusat pengembangan berada di sepanjang Sungai Bulu hingga ke Dermaga. Siang itu, rombongan mengawali kunjungan lokasi pembangunan IPAS dan jalan rabat beton di RT 3 & RT 5/RW 3, dilanjutkan ke RT 1/RW 3 untuk meninjau IPAS di dermaga yang termasuk ke dalam area perencanaan skala kawasan.

Untuk itu, Didiet Arief Akhdiat berharap, hasil pembangunan yang dilaksanakan melalui Program Kotaku ini dapat dipelihara oleh warga secara mandiri. Karena, membangun infrastruktur terbilang mudah, tapi merawat dan memelihara menjadi hal yang penting untuk lebih diperhatikan.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI Yoseph Umar Hadi sangat mengapresiasi pelaksanaan Program Kotaku. Ia mengaku, selain Ambulu, pihaknya juga mengunjungi Desa Semplo dan Desa Junjang. Menurut dia, hasilnya sangat positif, tidak hanya karena kegiatan yang dilaksanakan bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga tetapi juga program ini dapat mendorong partisipasi masyarakat. Salah satu dampaknya dapat terlihat dari penambahan volume kegiatan dari yang seharusnya, karena terdapat swadaya warga.

“Kekuatan besar program ini salah satunya karena berhasil meningkatkan partisipasi dan kepedulian masyarakat terhadap pembangunan di wilayahnya. Saya merasa perlu mengajak Pak Direktur, konsultan dan fasilitator Kotaku untuk hadir di Ambulu, karena daerah ini termasuk yang pertama saya kunjungi sekitar 20 tahun lalu. Dari dulu saya berkomitmen membangun kawasan ini, untuk itu kita perlu bekerja bersama meningkatkan kualitas permukimannya. Pembangunan di daerah perlu dipilih dan diprioritaskan, utamanya daerah-daerah yang tertinggal, harus menjadi bagian dari keberpihakan kita,” tegas Yoseph Umar Hadi.

Ia katakan, Program Kotaku telah mengambil bagian terhadap pembangunan di Desa Ambulu dan dampaknya sangat baik terhadap pemenuhan hidup sehari-hari warga Ambulu, seperti sarana air bersih dengan kualitas baik. “Saya yakin Program Kotaku terus berlanjut,” ujarnya, usai mencoba kualitas air bersih yang difasilitasi Program Kotaku.

Pada kesempatan yang sama, Kuwu Desa Ambulu menjelaskan, Desa Ambulu adalah salah satu desa paling tertinggal di Kabupaten Cirebon. Namun berpotensi untuk dikembangkan berkat letaknya yang begitu strategis—menjadi pintu masuk dari Jawa Tengah menuju Jawa Barat—ditambah keunggulan di bidang kemaritiman dan potensi laut lainnya, termasuk pengembangan pariwisata pesisir. Salah satu produk Ambulu yang cukup diandalkan adalah ikan bandeng dengan kualitas rasa prima. Untuk itu, Kuwu Ambulu berharap bantuan, baik dari pemerintah pusat, provinsi maupun Pemkab Cirebon, mengingat begitu banyaknya masalah dalam bidang perumahan dan permukiman dan tidak bisa ditangani sendiri. Selebihnya, warga Desa Ambulu berharap, selain bisa menjadi salah satu destinasi wisata “Kampung Nelayan” dan “Hutan Mangrove”, desa ini juga kelak memiliki permukiman nelayan yang layak huni.

Hal senada diungkapkan oleh Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Cirebon Sukma Nugraha. Menurutnya, sarana dan prasarana di Kabupaten Cirebon sudah cukup lengkap, baik darat, laut maupun udara. Cirebon memiliki jalur Tol Palimanan-Kanci dan Cisundawu, memiliki lintasan kereta double track, serta Bandara Kertajati yang bertaraf internasional. Demikian juga dengan Desa Ambulu, yang merupakan daerah kawasan pengembangan strategis di pesisir pantai utara. “Saya tahu Ambulu, karena pernah bertugas sebagai staf Kecamatan Losari. Kampung ini menjadi salah satu daerah prioritas untuk dikembangkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan akan berjalan dengan baik jika didukung oleh semua pihak untuk bersama-sama bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja ikhlas dan tuntas, serta tertib administrasi, tertib keuangan, tertib pertanggungjawaban dan tertib hukum. “Saya bermimpi Ambulu ke depan bisa menjadi destinasi wisata perikanan dan mangrove, semoga dapat terwujud. Mari kita kawal bersama. Apa kepala desa, lembaga desa, dan masyarakat Ambulu siap membangun Desa Ambulu?” tanya Sukma Nugraha. Warga yang hadir serempak menjawab: Siap.

Kunjungan diakhiri dengan dialog bersama nelayan Ambulu. Salah satu nelayan menyampaikan kegembiraannya. “Alhamdulillah air bersih sudah masuk di desa, sehingga kebutuhan air bersih untuk masyarakat telah terlayani. Jalan lingkungan juga tidak becek lagi, kami dapat melakukan kegiatan lebih leluasa,” ujarnya. [PKPBM]

 

Penulis: Ega Kartikawati (Staf PPK PKKP 1 Satker PKPBM)/Mulyanto Ahmad (Communication Specialist OC 6 Kotaku Jawa Barat-2)

Editor: Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.