Beranda Warta Cerita Lorong Menawan versi Kampoeng Selfie Tembilahan

Lorong Menawan versi Kampoeng Selfie Tembilahan

Riau Indragiri Hilir Tembilahan Ilir Cerita Comments (0) View (1205)

Wajah Muhammad Wardan sontak menyeringai penuh senyum. Apalagi, saat Bupati Indragiri Hilir, Provinsi Riau itu sempat berfoto dengan latar lukisan dirinya di Kampoeng Selfie, di Jalan Datuk RT 04 RW 02, Kelurahan Tembilahan Ilir. Hiasan berupa lukisan cat mural memang nyaris penuh menghiasi dinding rumah warga di Lorong Sakura, Lorong Sejori, dan Lorong Bunga Ros. Dan tak hanya lukisan semata, sejumlah gambar unik plus sederet pesan moral pun ada di wilayah ini, termasuk menara sumur bor yang tak luput dari hiasan warna-warni. Dan senyum Wardan pun semakin lebar di akhir Oktober 2018 itu kala menyusuri kampung yang sempat menyandang predikat kumuh tersebut.

Memang, dulunya areal RT 04 RW 02 Kelurahan Tembilahan adalah potret permukiman kumuh di daerah rawa. Air hujan dan air pasang dulu kerap bercampur menggenangi kawasan ini, ditambah bau tak sedap akibat bercampur dengan tumpukan sampah. Wilayah di tepi Parit 13 tersebut juga tak bersahabat buat warga, khususnya dalam akses air untuk minum dan mandi. Penduduk setempat mengandalkan air hujan buat dijadikan air minum.

Namun sekarang, areal Jalan Datuk, khususnya Lorong Sakura, Lorong Sejori, dan Lorong Bunga Ros berubah total. Tak hanya penduduk setempat, pengunjung dari luar Tembilahan sering bertandang ke sana hanya untuk berfoto-foto. Maklumlah, mural yang tersebar amat layak dijadikan latar kala ber-selfie ria. Warga memanfaatkan dinding rumah yang saling berhimpit dan tak tertata rapi menjadi “kanvas” lukisan indah atau pesan moril yang didesain super menarik.

Berkat kerja keras warga yang didampingi para pelaku Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), jalan lingkungan pun semakin nyaman buat dilalui. Batu koral berwarna menghiasi akses jalan kediaman mereka, ditambah drainase yang sukses mengalirkan genangan air hujan dan air pasang dari rawa ke saluran induk wilayah. Seakan, masalah klasik kumuh di daerah rawa tak pernah hadir di sana.

Menurut Wardan, Tembilahan adalah bukti penanganan kumuh yang tak dapat dilaksanakan oleh satu instansi saja, namun peran serta seluruh pihak. Dia berharap, seluruh organisasi perangkat daerah dapat berperan aktif buat mendukung keberadaan Kampoeng Selfie, yang telah resmi menjadi objek wisata lokal di Kelurahan Tembilahan hilir. Sedianya, Kampoeng Selfie bakal dijadikan sebagai contoh penanganan kumuh di wilayah lainnya di Kabupaten Indragiri Hilir. [Riau]

Kampung selfie juga dapat dilihat pada alamat:

  1. https://www.youtube.com/watch?v=3w5VGBquO5I
  2. https://www.youtube.com/watch?v=KYD4H9-NIbo
  3. https://www.youtube.com/watch?v=C1JiD_oSfZo

 

 

Penulis: Ricku Munanda dan Irfandi, Tim Korkot Kabupaten Indragiri Hilir, KMW Kotaku Provinsi Riau

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.