Beranda Warta Cerita Liveable dan Lovable 2019, Cita-Cita Kota Moci

Liveable dan Lovable 2019, Cita-Cita Kota Moci

Cerita Jawa Barat Sukabumi Comments (0) View (998)

Asa bebas kumuh di tahun mendatang tampaknya dicamkan betul warga Kota Sukabumi. Buktinya, pemerintah kota setempat menegaskan untuk yang ke sekian kali bahwa mereka sangat siap mengubah wajah Kota Moci dari sisi infrastruktur dengan melibatkan seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD), warga, dan berbagai elemen masyarakat lainnya. “Kami bertekad menjadi kota yang liveable dan loveable,” kata Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi penuh semangat, saat membuka Lokakarya Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Kota Sukabumi 2018 yang diselenggarakan di dua hotel di kawasan Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Perhelatan selama dua hari di penghujung Oktober tersebut mengangkat tema Mewujudkan Kolaborasi dalam Percepatan Penanganan Kumuh.

Keyakinan Achmad bisa jadi beralasan. Sebab untuk mewujudkan cita-cita mengubah area kumuh di Sukabumi menjadi kota yang layak huni dan dicintai banyak orang, dia sudah mengantongi kesepakatan kolaborasi banyak pihak. Sebut saja Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Bank Syariah Mandiri, Universitas Muhammadiyah, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), corporate social responsibility (CSR) swasta, hingga jajaran SPKD di Kota Sukabumi.

Berbekal kolaborasi itu pula Achmad berkeyakinan mampu mendesain ulang Kota Sukabumi dari area kumuh menjadi kota yang Liveable dan Loveable. Dia berharap, platform kolaborasi buat menuntaskan kumuh di Kota Sukabumi dapat terselesaikan pada 2019 mendatang. Untuk itulah, di awal acara dilakukan Ikrar Komitmen Bersama Penanganan dan Pencegahan Kumuh di Kota Sukabumi.

Pada ajang lokakarya kali ini juga dipaparkan potret kegiatan kolaborasi penanganan kumuh yang dilaksanakan Program Kotaku bersama Dinas Pekerjaan Umum Kota Sukabumi. Area yang menjadi contoh kerja sama itu adalah Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW) di Kelurahan Nangeleng berupa pembangunan jalan rabat beton dan drainase area RT 01 dan RT 08 di RW 03.

Menurut Koordinator BKM Nangeleng Wijoyo Kusumoh, jalan rabat beton yang rencananya dibangun sepanjang 270 meter berubah menjadi sepanjang 358 m. Sebab, ada tambahan dana sebesar Rp 20 juta dari P2RW dan swadaya sebesar Rp 36.770.000. Alhasil, Wijoyo menambahkan, kawasan RT 01 dan RT 08 tadi sudah keluar dari kategori kumuh pada 2018 ini.

Lokakarya Program Kotaku Kota Sukabumi 2018 hasil kerja sama Satuan Kerja Pengembangan Infrastruktur Permukiman (PIP) bersama Tim Koordinator Kota Kotaku Kota Sukabumi itu diikuti 130 peserta dengan pendanaan bersama dari Pemkot Sukabumi dan Program Kotaku. Perhelatan tersebut dihadiri jajaran Satker Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) Provinsi Jabar, OC 5 Kotaku Jabar, dan perwakilan SKPD Kota Sukabumi, CSR swasta, Baznas, dan pemangku kepentingan lainnya di Kota Moci. [Jabar]

Dokumentasi lainnya:

 

Penulis: Ripki Kaelani, Asisten Kota IC Kota Sukabumi, KMW/OC Jawa Barat

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.