Beranda Warta Artikel Tips Sederhana Membangun Jalan Titian

Tips Sederhana Membangun Jalan Titian

Artikel Infrastruktur Tips Jalan Titian Comments (0) View (229)

Pembangunan infrastruktur Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang wajib berstandar kualitas baik serta berfungsi merupakan harga mati. Kali ini, kami menyampaikan sedikit tips terkait pembuatan jalan titian yang benar.

Setidaknya ada enam hal yang harus diperhatikan saat membuat jalan titian. Pertama, sebaiknya jalan tidak dibuat terlalu curam. Untuk jalan yang miring, permukaan datar awalan dan akhiran harus bertekstur agar tidak licin, dan memiliki kelandaian 5 derajat.

Kedua, jalan yang miring harus diberi pegangan rambat atau handrail, agar pejalan kaki aman dan nyaman. Handrail harus mudah digenggam dengan diameter penampang paling sedikit 5 cm.

Ketiga, sebaiknya jalan titian diberi pengaman dengan mempertimbangkan kearifan lokal dan kesepakatan warga.

Keempat, jika jalan titian memiliki tikungan, sebaiknya dibuat melengkung—tidak tajam atau siku.

Kelima, tepi pengaman (kanstin) difungsikan sebagai penahan roda untuk kursi roda atau kendaraan bermotor agar tidak terperosok.

Keenam, pemilihan konstruksi jalan titian untuk lantai beton: bangunan bawahnya juga dengan beton. Sedangan untuk lantai kayu/papan, bangunan bawahnya juga dengan kayu.

Sekadar mengingatkan, infrastruktur yang berkualitas tinggi dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu, pertama, perencanaan teknis, seperti Detailed Engineering Design (DED) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB), harus benar. Jika RAB dan DED berantakan, dipastikan kualitas infrastruktur akan berkualitas rendah. Kedua, DED harus didahului dengan adanya survei lapangan. Ketiga, penyusunan RAB sudah ada koridor di POS Infrastuktur. Untuk harga satuan mengacu kepada Permen PU No 28/2016, tapi di lapangan kondisinya ada kombinasi dengan harga setempat. Keempat, bahan atau material harus sesuai dengan kaidah/spesifikasi  teknis. Di DED sudah ada di Rencana Kerja dan Syarat (RKS). Kelima, mekanisme kerja harus sesuai dengan kaidah teknis. Keenam, intensitas pengawasan untuk meluruskan kesalahan atau penyimpangan teknis pada saat pelaksanaan. Ketujuh, coaching, Musyawarah Persiapan Pelaksanaan Konstruksi (MP2K), On Job Training (OJT) wajib dilaksanan sebelum KSM melaksanakan kegiatan fisik.

Nah, masih banyak lagi tips pembangunan infrastruktur dari Tim Kotaku. Ikuti terus artikelnya di website ini. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba. [Redaksi/Tim Infra]

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.