Beranda Warta Cerita Taman Pelangi, yang Khas dari Lubuklinggau

Taman Pelangi, yang Khas dari Lubuklinggau

Cerita Infrastruktur Sumatra Selatan Lubuklinggau Comments (0) View (330)

Predikat kumuh pernah melekat lama di Kelurahan Jawa Kanan SS, di Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatra Selatan. Rumah tak layak huni, tak ada akses jalan lingkungan yang baik, belum ada dinding pengaman wilayah permukiman di tepian sungai, drainase tak terawat, dan sederet pembuktian indikator kumuh lainnya. Kepadatan penduduknya pun mencapai 251 jiwa per hektare—yang tersebar di 15 rukun tetangga, di areal permukiman seluas 27,3 Ha, dari luas wilayah keseluruhan yang mencapai 53,66 Ha.

Kondisi itu ditegaskan lagi melalui Surat Keputusan SK Wali Kota Lubuklinggau bahwa Kelurahan Jawa Kanan SS termasuk satu dari 11 kelurahan kumuh di wilayah Lubuklinggau. Apalagi sebagian besar masyarakat yang bermata pencaharian di bidang jasa dan perdagangan masuk dalam kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Sekitar 66 persen masyarakatnya pun tak mendapatkan kesempatan wajib belajar sembilan tahun. Tapi tentu, itu beberapa tahun belakangan.

Kini, tata guna lahan di Kelurahan Jawa Kanan SS sudah lebih baik. Penataannya meliputi penggunaan permukiman, jalan provinsi, jalan lingkungan, bangunan sekolah, dan wilayah aliran anak sungai. Mayoritas perumahan sudah permanen dengan atap seng atau genteng, dinding bangunan dari bata yang diplester, dan lantai dari semen atau marmer. Memang belum semua, karena masih ada bangunan-bangunan rumah yang menggunakan dinding papan atau geribik dan lantai semen atau tanah.

Pemerintah dan masyarakat setempat memang tak mau tinggal diam. Mereka berupaya mewujudkan Kelurahan Jawa Kanan SS menjadi kelurahan yang bebas kumuh. Bersama Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), dibentuklah Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Anugrah Bersama Kelurahan Jawa Kanan SS.  LKM tersebut berperan penting mensosialisasikan Program Kotaku hingga melahirkan Rencana Penataan Lingkungan Permukiman (RPLP). Sejalan dengan itu, kelurahan mendapatkan Bantuan Dana Investasi (BDI) Tahun Anggaran 2017 sebesar Rp 345 juta untuk pembangunan infrastruktur wilayah: jalan cor beton dan pedestrian dekat aliran sungai, sekaligus membangun ruang terbuka publik berupa taman bermain. Berkat itu pula, akses jalan lingkungan antar-RT/RW jadi terbuka.

LKM Anugrah Bersama masih berusaha keras mengembangkan potensi yang sudah ada. Tujuannya jelas, agar lokasi tersebut menjadi areal wisata yang berdampak positif pada perekonomian masyarakat Kelurahan Jawa Kanan SS. Dan hasilnya adalah Taman Pelangi sebagai sebuah taman yang sekaligus menjadi lokasi wisata baru di Kota Lubuklinggau. Dalam peresmiannya, Wali Kota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe menyatakan menjaga dan merawat Taman Pelangi adalah wujud terima kasih pada Program Kotaku.

Alokasi BDI 2018 kembali dikucurkan sebesar Rp 1.650.000.000 untuk menyelesaikan permasalahan kumuh di Kelurahan Jawa Kanan SS. Hingga saat ini pembangunan fasilitas yang sudah diidamkan sejak 2016 tersebut baru mencapai 70 persen berupa jalan cor beton, sebagai pendestarian sekaligus ruang terbuka publik. [KMP-1]

 

Penulis: Vhany Medina, Asisten Publikasi Konsultan Manajemen Program Kotaku Wil. 1 

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.