Kolaborasi: Siapa Mitra dan Apa Nilai Tambah

Artikel Kolaborasi Comments (0) View (773)

Seperti diketahui, dalam menangani kumuh, Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) membangun platform kolaborasi melalui peningkatan peran pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat. Namun, bagaimana dan apa benefit yang diterima oleh mitra kolaborasi ini, silakan simak artikel ringan berikut ini.

Mitra seperti apa yang sudah berkolaborasi dengan gerakan kota tanpa kumuh bersama Program Kotaku? Mitra Kotaku adalah organisasi yang menawarkan solusi dalam penanggulangan kemiskinan dan penanganan kumuh. Program Kotaku telah menjalin kerja sama dengan banyak universitas di Indonesia, perusahaan swasta, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), kementerian lembaga, pemda, kelompok peduli, dan individu terpercaya.

Apa saja kriteria untuk menjadi mitra?

Guna mempertahankan kualitas dan layanan, ada tiga parameter yang menjadi pertimbangan dasar Kotaku dalam menjalin kemitraan: pertama, kesepahaman dalam tujuan meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di permukiman kumuh perkotaan untuk mendukung terwujudnya permukiman perkotaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan. Kedua, komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin. Ketiga, komitmen dalam mewujudkan kota tanpa kumuh.

Sekarang, apa manfaat dan nilai tambah berkolaborasi dalam mewujudkan kota tanpa kumuh bersama Program Kotaku? Pertama, meningkatkan citra positif. Kedua, membangun jejaring yang sinergi. Ketiga, tanggung jawab sosial diimplementasikan secara nyata dan berkelanjutan. Keempat, dipublikasikan melalui berbagai media Program Kotaku dan mendapatkan perhatian khalayak dari daerah hingga pusat—setidaknya, di 11.067 desa/kelurahan, 269 kabupaten/kota, di 34 provinsi seluruh Indonesia. Kelima, berkontribusi dalam pencapaian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Ikuti terus informasi di website ini guna rincian, apa saja benefit berkolaborasi dengan Program Kotaku bagi pihak swasta (CSR), pemerintah daerah (pemda), perguruan tinggi, dan masyarakat sendiri. [Redaksi]

 

0 Komentar