Kombos Timur Mandiri Lewat BDI dan Kolaborasi

Cerita Sulawesi Utara Manado Infrastruktur Kolaborasi BDI Kombos Timur Comments (0) View (564)

Pembuktian diri. Dua kata itu agaknya tepat menggambarkan masyarakat dan jajaran pemerintah daerah di Kelurahan Kombos Timur, Kecamatan Singkil, Kota Manado, Sulawesi Utara. Khususnya bila menyoal aksi bahu membahu semaksimal mungkin menendang jauh-jauh kumuh dari wilayahnya. Buktinya, secara keseluruhan kegiatan pembangunan infrastruktur melalui Bantuan Dana Investasi (BDI) 2017 berhasil mengurangi luasan kumuh sebesar 2,8 hektare dari 8,18 Ha menjadi 5,38 Ha. Kini Kelurahan Kombos Timur mengantongi skor kekumuhan awal 38 menjadi 25, alias kumuh ringan.

Kesuksesan itu memang tak hadir dalam sekejap. Apalagi, Kelurahan Kombos Timur adalah satu dari sepuluh kelurahan di Kota Manado yang masuk daftar Kelurahan Proritas Penanganan Kumuh Skala Nasional. Lokasi peningkatan kualitas ini terletak di wilayah Kecamatan Singkil dengan luas delineasi kumuh berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Manado Nomor 163 Tahun 2015 yaitu 8,18 Ha.

Seperti wilayah lainnya, Kombos Timur bergerak cepat memanfaatkan alokasi anggaran BDI 2017 sebesar Rp 500 juta. Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Bohusami dan pemerintah kelurahan setempat urun rembuk mempersiapkan perencanaan penataan lingkungan permukiman warga relokasi dari eks Kampung Texas, Lingkungan 6, Kelurahan Wenang Utara, Kota Manado. Kegiatan pembangunan infrastruktur dilaksanakan secara bergotong royong, didampingi Tim Fasilitator Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

Pemantauan dan evaluasi pun intensif dilakukan Tim Satuan Kerja (Satker) Pembangunan Infrastruktur Permukiman (PIP) Kota Manado. Tujuannya, agar kegiatan yang direncanakan memperoleh hasil yang baik sesuai perencanaan dan peruntukan. Jenis kegiatan yang dilakukan di Kelurahan Kombos Timur ini adalah pembuatan drainase lingkungan untuk mengurangi luapan air ke area jalan. Drainase yang dibangun terdiri dari 170 meter drainase baru dan 55 meter rehabilitasi drainase dengan konstruksi pasangan batu.

Soal keterbatasan akses air bersih pun membuat masyarakat yang ada di lokasi permukiman kumuh mesti membeli air bersih dengan harga yang cukup mahal. Khusus akses air bersih, dibangunlah satu unit sumur bor dan bak penampung, serta jaringan perpipaan sepanjang 250 meter untuk mendistribusikannya langsung ke warga penerima manfaat.

Melalui kegiatan dari anggaran BDI 2017 tersebut juga dibangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dikhususkan pada pengolahan air buangan rumah tangga “Grey Water”. IPAL tersebut menggunakan sistem filtrasi pasir lambat yang dilengkapi dengan media kerikil dan ijuk.

Prasarana jalan juga menjadi indikator yang harus dituntaskan dalam rangka mengurangi nilai kumuh di kawasan deliniasi Kelurahan Kombos Timur. Maklum, akses jalan yang ada sulit dilalui apabila turun hujan lantaran tergenang air bercampur lumpur. Dengan anggaran BDI, dibangunlah 118 meter jalan baru, sekaligus peningkatan kualitas jalan sepanjang 152 meter dengan konstruksi jalan paving block.

Karena areal lokasi permukiman kumuh cenderung berbukit, pembuatan talud penahan tanah pun menjadi persoalan penting. Utamanya, untuk mendukung pembangunan jalan dan memberikan keamanan serta kenyamanan kepada masyarakat sekitar.  Talud penahan tanah dibangun sepanjang 90 meter dengan konstruksi pasangan batu. Keberadaan talud tersebut bisa mencegah longsor di areal tanah perbukitan.

Demi menjaga infrastruktur yang dibangun tetap terpelihara dengan baik, telah dibentuk Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara (KPP) Kelurahan Kombos Timur. Para anggotanya adalah warga masyarakat di lokasi kegiatan dan kepala lingkungan pemerintah setempat.

Koordinator BKM Bohusami Pelenegang Walundungo optimistis lokasi delineasi kumuh yang terletak di Lingkungan 3 Kelurahan Kombos Timur bisa tuntas sebelum 2019. Alasannya, di tahun ini ada kegiatan terpadu dari Satker Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulut dengan anggaran Rp 3.309.040.000. Selain itu Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Manado pun memiliki kegiatan Revitalisasi Kawasan Permukiman Kumuh dengan anggaran Rp 3.885.300.000. Seluruh kegiatan itu diagendakan buat pembangunan infrastruktur indikator kumuh 7 + 1. [Sulut]

 

Penulis: Luica Theressa Runtu, Senior Fasilitator Tim 02 Kota Manado, OSP 8 Kotaku Provinsi Sulawesi Utara

Editor: Epn

0 Komentar