Beranda Warta Cerita Tamarunang, Potret Sukses Menjaga Amanah Antikumuh

Tamarunang, Potret Sukses Menjaga Amanah Antikumuh

Cerita Sulawesi Selatan Gowa KPP Kolaborasi Comments (0) View (646)

Lain ladang, lain belalang. Lain lubuk, lain pula ikannya. Begitu tampaknya gambaran yang paling tepat buat mengisahkan cerita unik yang hadir di kawasan pembangunan infrastruktur dari Bantuan Dana Investasi (BDI) Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Tanah Air. Riwayat pemberdayaan masyarakat yang antusias bahu membahu berkreasi sembari berkolaborasi demi membuang jauh-jauh predikat kumuh wilayah. Contohnya, ada di kawasan Kelurahan Tamarunang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan.

Perlahan namun pasti, peningkatan upaya penanganan kumuh sudah menorehkan hasil baik di Kelurahan Tamarunang. Bersama Program Kotaku, pemerintah daerah pun menyingsingkan lengan baju bergandengan dengan masyarakat setempat ikut menata ulang wilayah kesayangan. Berbagai pembangunan infrastruktur dan akses pelayanan dasar buat masyarakat di permukiman digelar. Satu demi satu, fasilitas layanan kebutuhan warga berdiri sudah.

Namun tentu tak berhenti di situ. Aparatur Kelurahan Tamarunang bersama Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Tamarunang Makmur seia sekata membentuk Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara dengan nama KPP Kemakmuran demi keberlanjutan amanah antikumuh. Segala unsur masyarakat setempat berkolaborasi mempersiapkan berbagai elemen yang menguatkan kelembagaan KPP baru ini. Mulai dari struktur pengurus, program kerja, sekretariat, hingga sederet kegiatan lainnya demi menyempurnakan peran dan fungsi KPP di Tamarunang.

KPP Kemakmuran pun tak bergeming. Bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), mereka mulai berkolaborasi dan mengkampanyekan program penyempurnaan wilayah yang sudah dibangun. Di antaranya dengan mempercantik dan menata lingkungan rumah tangga pemanfaat langsung hingga tampak lebih baik lagi, termasuk ke level pemberdayaan masyarakat yang produktif dan bernilai ekonomi.

Misalnya Komunitas Gowa Berkebun bersama Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa, juga dengan Tim PKK Kelurahan Tamarunang. Mereka membina warga dan menjadikan areal Kelurahan Tamarunang menjadi kawasan mandiri pangan dengan bercocok tanam: sayuran, cabai, buah-buahan, dan masih banyak lagi. Alhasil, warga bisa langsung memanfaatkan lahannya—atau tanah kosong—untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Warga mampu berswasembada lewat kebun bersama. Tak salah bila solusi itu mulai ditularkan ke setiap rumah penduduk setempat.

Program lainnya yang dijalankan dengan metode kolaborasi antara SKPD dan kelompok peduli lainnya adalah Komunitas Kabupaten Sehat. Paguyuban tersebut acap meninjau lokasi untuk mengidentifikasi kebutuhan penanganan demi mewujudkan kawasan yang sehat. Untuk anak, kawasan ini juga menyediakan ruang terbuka publik yang didesain menjadi ruang bermain, dan kawasan ramah anak lainnya. Agenda rutin KPP berikutnya adalah Sabtu Bersih—gotong royong—dan Joget Sehat KPP setiap Ahad, atau setiap hari sejalan dengan niat untuk berolah raga bersama, minimal 30 menit.

Seolah tak ingin berjalan di tempat, jajaran dari Kelurahan Tamarunang, BKM, KPP, PPK, dan warga pun kerap menggelar ajang urun rembuk. Focus Group Discussion tersebut mengupas rinci seluruh rencana program kerja BKM dan KPP wilayah setempat. Hingga rencana tindak lanjut dari program yang telah diselenggarakan.

Bak gayung bersambut, kiprah KPP Kemakmuran pun mengundang animo dari luar daerah. SKPD dan kelompok peduli mulai berdatangan mempelajari kiat sukses menata lingkungan. Beberapa di antaranya malah terpanggil untuk ikut berkolaborasi. Sontak, Kelurahan Tamarunang menjadi primadona.

Semua aktivitas tadi menjadi nyata dan penting saat menyoal pergumulan wilayah menuju tak kumuh lagi. Mimpi bersama menjaga keberlanjutan pembangunan yang juga mampu memenuhi target produktivitas warga bukan lagi sebuah asa yang mustahil. Sebab, warga Tamaruang sudah membuktikannya. [Sulsel]

 

Penulis: Nurliah Ruma, Koordinator Kota Gowa, OSP 8 Kotaku Provinsi Sulawesi Selatan

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.