Beranda Warta Cerita Jalaluddin dan Ikhtiar [Tak Henti] Membangun Kota

Jalaluddin dan Ikhtiar [Tak Henti] Membangun Kota

Aceh Banda Aceh Cerita Pemda Comments (0) View (70)

Pemahaman pemerintah daerah, sang nakhoda di garda terdepan dalam penanganan masalah kumuh di seluruh wilayah di Indonesia tampaknya dicamkan betul seorang Jalaluddin. Tak heran bila lelaki paruh baya itu acap berkiprah di setiap kegiatan yang berhubungan dengan penanganan kumuh di wilayahnya, di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh. Aksinya disempurnakan dengan jabatan yang diembannya sebagai Kepala Dinas Permukiman dan Perumahan Rakyat sekaligus Ketua Kelompok Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman (Pokja PKP). Jalaludin memainkan lakonnya dengan baik sebagai tokoh utama di balik layar mengatasi kumuh melalui Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

“Kesibukan” Jalal—begitu dia biasa disapa—memang beralasan. Target pencapaian pengurangan kumuh 2018 di Ibu Kota Serambi Mekah tersebut mencapai 20,05 hektare, dan mesti menjadi nol kumuh di tahun mendatang.

Sebagai tokoh kunci, lelaki putra daerah kelahiran 49 tahun lampau itu harus memastikan penanganan kumuh berjalan dengan perencanaan. Misalnya mulai dari Prosedur Operasional Standar (POS) program dan target dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 adalah 0 Ha di 2019 menjadi target bersama yang terus optimal diupayakan: Banda Aceh bebas kumuh. Setiap kerangka kerja PKP pun merujuk pada penanganan kumuh kota prioritas Skala Kawasan dan Skala Lingkungan pun akan tercapai jika kolaborasi terlaksana dengan baik.

Lelaki yang dikenal rendah hati itu pun sukses menggalang hubungan baik dengan berbagai kalangan masyarakat, hingga pucuk pimpinan. Termasuk bila penggemar olah raga sepeda dan hobi membaca itu mengajak sesama buat menjalankan ibadah salat berjamaah. Perangai itu bak gayung bersambut tatkala sukses menuai massa yang semakin peduli menuntaskan kumuh di wilayahnya.

Buntutnya, penyandang predikat sarjana teknik itu sukses memprakarsai kegiatan seperti Gerakan Save Krueng Daroy dan pembentukan Tim Rencana Tindak Pengadaan Tanah dan Permukiman Kembali (RTPTPK) atau Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP). Langkah itu sebagai bentuk kepastian Kota Banda Aceh telah memiliki payung hukum dalam penanganan kumuh. “Kita bekerja membangun kota, maka harus terus berikhtiar dengan hasil yang diserahkan kepada pemilik alam ini,” kata ayah dua laki-laki dan satu putri itu.

Suami seorang ibu dokter itu juga mampu berkomunikasi secara interaktif dan harmoni. Tak heran bila di dalam forum, kebijakan yang diambilnya pun diamini publik. Pembuktiannya adalah dalam pelaksanaan skala kawasan Segmen I yang saat ini sedang berjalan dari dana Anggaran dan Pendapatan Belanja Nasional (APBN) reguler. Sedianya, Segmen II akan berlanjut dengan memanfaatkan anggaran Bantuan Dana Investasi (BDI) Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Skala Kawasan di Krueng Daroy.

Pelaksanaan kegiatan skala kawasan memang memiliki banyak tantangan. Mulai dari pembebasan lahan, keterpaduan program, serta perubahan wajah kawasan dengan memastikan bebas kumuh di Kawasan Seutui, di bantaran Krueng Daroy. [Aceh]


Penulis: Ika Astuti, Koordinator Kota Aceh Program Kotaku, KMW Kotaku Provinsi Aceh

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.