Ada Lampion dan “Singo Edan” di Jodipan

Cerita Jawa Timur Malang Jodipan IPAL Komunal Comments (0) View (354)

Ada cerita baik dari Rukun Tetangga 05 dan RT 06 di Rukun Warga 01, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Kedua RT tersebut mendapatkan Bantuan Dana Investasi (BDI) Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Tahun Anggaran 2018 melalui kegiatan peningkatan kualitas permukiman kumuh dengan pemilihan prioritas pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal dengan metode biofil (septic tank ramah lingkungan) dan pembangunan jalan lingkungan.

Pasca-peningkatan kualitas permukiman kumuh, ada dampak psikologis yang nyata yaitu perubahan tingkat optimisme dan perubahan perilaku warga. Masyarakat mengaku bahagia melihat kampungnya yang sudah jauh lebih bersih dan indah serta rapi. Kondisi itu pun memicu semangat buat mewujudkan upaya peningkatan pendapatannya.

Impian masyarakat dalam rangka mendapatkan penghidupan yang lebih baik memang direncanakan dengan langkah terukur melalui peningkatan kualitas permukiman kumuh. Misalnya pada pembangunan IPAL komunal untuk sanitasi yang lebih sehat. Konsep yang dipilih untuk pembangunan jalan lingkungan pun memilih penataan batu ampyang dengan motif yang dibuat semenarik mungkin: “singo edan” ciri khas Malang, kupu-kupu, capung, dan bunga mawar. Penataan lukisan mural yang menarik ditambah penempatan sejumlah lampion sontak menjadikan kampung ini seperti sebuah kampung baru yang berbeda dari sebelumnya.

Pembangunan infrastruktur tersebut memicu benak masyarakat untuk mulai berpikir ke depan; menyongsong rencana kampung wisata yang diinisiasi Kementerian Pariwisata dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Kebetulan, lokasi RT 5 dan RT 6 RW 1 ini berdekatan dengan Kampung Warna Warni dan Kampung Biru, yang sudah tersohor. Tak heran bila kampung ini pun memiliki prospek untuk dikembangkan sebagai kampung wisata lanjutan dari wisatawan yang berkunjung di kedua kampung wisata yang sudah ada.

Aturan bersama yang disepakati masyarakat setempat terkait perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Misalnya, kebiasaan beternak di depan rumah dialihkan ke tempat lain agar tidak mengotori lingkungan, kebiasaan kencing di sembarang tempat diatur dengan aturan bersama, kebiasaan buang sampah juga mulai terarah dengan kesepakatan bersama. Kebiasaan menjemur di depan rumah juga sudah bisa digeser ke sisi belakang rumah agar terlihat lebih rapi.

Perubahan wajah kampung tentu memacu semangat warga untuk mengembangkan banyak hal ala kampungnya. Ide mengular, kolaborasi pun ditebar. Misalnya dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang.

Satu di antaranya adalah mewujudkan Kampung Lampion Wangi (kampung lampion awan bengi, siang malam) di dua RT tadi. Lantas Kampung Sadar Wisata lewat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Jodipan, plus aksi Green Village melalui Seksi Penghijauan RT 5 dan RT 6.

Dalam rangka menguatkan perencanaan Kampung Sadar Wisata di RT 5 dan RT 6 RW 1 yang sekaligus dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, Program Kotaku menggandeng relawan pendamping Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) P2B Kelurahan Jodipan untuk ikut membina masyarakat di kedua RT tadi. Para pendamping ini adalah Suprihatin dan Laili Hidayati, yang andal mengolah berbagai keterampilan pekerjaan tangan yang bernilai jual. Kedua relawan berasal dari KSM Program Pengembangan Penghidupan Pilot Anggrek (KSM P2B Anggrek) sejak 2014.

Warga setempat optimistis meraih asa menghalau kumuh di wilayah sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat. Nah, bagaimana dengan wilayah Anda? [Jatim]

 

Penulis: Idha Sofi T., Asisten Kota MK, Kota Malang, OSP Kotaku Provinsi Jawa Timur

Editor: Epn

 

0 Komentar