Beranda Warta Cerita Lorong Kerinci Berbenah Diri jadi "Arena Selfie"

Lorong Kerinci Berbenah Diri jadi "Arena Selfie"

Cerita Aceh Banda Aceh Infrastruktur Jalan-jalan Comments (0) View (520)

Belakangan ini, Lorong Kerinci jadi trending topic sebagai salah satu lokasi yang “instagrammable”—yaitu tempat memadai untuk ber-swafoto (selfie) untuk diunggah ke media sosial—di Kota Banda Aceh. Padahal, dahulunya lokasi yang terletak di bantaran Krueng Doy, Desa Seutui, Kecamatan Baiturrahman itu terbilang kumuh, karena dipenuhi rumah tidak layak huni yang posisinya tidak beraturan. Akses infrastruktur dasar juga tidak memadai waktu itu.

Perubahan signifikan terjadi sejak mendapat intervensi Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) pada 2017. Program yang tujuannya mempercepat pengurangan permukiman kumuh perkotaan ini dilaksanakan di 12 kabupaten/kota dan 426 gampong se-Provinsi Aceh. Melalui Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Mitra Geutanyoe, Gampong Seutui dan warganya mulai mengubah pemahaman dan pola pikir tentang penanganan permukiman kumuh.

Pada 2018, berbagai kegiatan Bantuan Dana Investasi (BDI) Program Kotaku mulai direncanakan dan dilaksanakan guna merubah wajah Lorong kerinci ke arah yang lebih baik. Kegiatan yang dominan dilaksanakan berupa jalan dan drainase. Pelan-pelan, warga Lorong Kerinci mulai memahami upaya yang dilakukan Program KOTAKU dalam mengurangi permukiman kumuh. Masyarakat mulai berpikir, agar dusun mereka tidak lagi kumuh, infrastruktur dasar saja tidaklah cukup. Perlu dilakukan pembenahan dan mempercantik infrastruktur yang sudah dibangun. Namun, mengingat penggunaan BDI tidak diperbolehkan untuk pengecatan (beautifikasi) maka BKM, geuchik, dan tim pendamping Kotaku serentak bergerak menjalin kerja sama dengan pihak lain.

Salah satunya adalah berkonsultasi dengan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh Dyah Erti Idawati, yang juga merupakan salah satu pakar permukiman khusus bantaran sungai di Universitas Teknik Arsitektur di Unsyiah. Ia juga istri dari Plt Gubernur Aceh saat ini. Dyah sering menjadi narasumber saat Tim Kotaku melakukan perencanaan pembenahan bantaran Krueng Doy. Gayung bersambut, Dyah meminta Tim Kotaku membantu dibuatkan RAB kebutuhan untuk proses pengecatan. Tidak sampai disitu, pertemuan berikutnya ia mengundang Pemko, yang diwakili oleh Dinas Perkim, perwakilan dosen dan mahasiswa Arsitektur, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI), geuchik, tim fasilitator, tim korkot dan masyarakat Lorong Kerinci untuk membahas perencanaan lanjutan dengan menampilkan foto eksisting dan perencanaan pengecatan.

Lewat pertemuan ini disepakati: untuk pengecatan akan ditangani oleh para mahasiswa Arsitek, sedangkan mural akan ditangani oleh ISBI. Dyah juga menjumpai Wakil Gubernur dan mendapatkan bantuan pengadaan cat oleh ibu wakil gubernur. Sedangkan warga dusun Kerinci secara swadaya mengecat rumah mereka secara sukarela sesuai arahan ISBI dan mahasiswa yang akan mengajarkan mereka bagaimana membuat mural. Kegiatan pengecatan ini dikemas apik dalam “Gerakan Memperindah Kawasan Hunian dan Pengecatan Bantaran Sungai Krueng Doy” yang dilaksanakan pada Senin, 24 Desember lalu. Selain mengecat dan membuat mural, acara tersebut juga menampilkan berbagai macam hal seperti kuliner khas Lorong Kerinci, kebiasaan adat-istiadat masyarakat, dan, tentu saja, pengecatan dan pembuatan mural.

Hasilnya? Berbagai mural sarat makna, terutama tentang kebersihan, kini tergambar indah di 8 rumah, pun 17 rumah lainnya berubah beragam warna. Kegiatan mempercantik gampong masih terus dilakukan oleh masyarakat sendiri, karena mereka sadar betul, ini adalah kesempatan menjadi salah satu destinasi kunjungan wisata.

Hal ini juga mendapat dukungan Wali Kota Banda Aceh Aminullah. Ia menegaskan, akan terus berupaya mengubah wajah kawasan bantaran Krueng Doy, bahkan merevitalisasi sungai. “Ke depannya, kami akan menyediakan boat yang difungsikan untuk membersihkan sungai. Harapannya, Gampong Seutui ini menjadi gampong yang maju dan bisa mewujudkan cita-cita Banda Aceh dalam mengembangkan sektor wisata.”

Lorong Kerinci tidak lagi sepi. Berbagai sumber pemberitaan berbondong-bondong datang untuk meliput lokasi ini. Berbagai foto diunggah ke media sosial, memperkenalkan wajah baru Lorong Kerinci. Warga senang dengan perubahan dusun mereka. Selain rumah dicat dan dipercantik mural, lorong-lorong juga sudah dipasang paving block, sehingga terlihat rapi dan bersih. Warga setempat siap membuat Lorong Kerinci terkenal dan menjadi salah satu spot kunjungan wisata baru di Kota Banda Aceh. [Aceh]

Dokumentasi lainnya:

 

Penulis: Indra Suliati, Askot IC Kota Banda Aceh, KMW/OC Kotaku Provinsi Aceh

Editor: Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.