Beranda Warta Cerita Antara Kotaku, Sungai, dan Sahabat Sungai

Antara Kotaku, Sungai, dan Sahabat Sungai

Cerita Riau Pekanbaru Sahabat Sungai Comments (0) View (101)

Apabila pertumbuhan kota tidak diiringi perencanaan yang baik, akan menimbulkan permukiman baru yang tidak teratur. Beberapa di antaranya akan berubah fungsinya. Salah satu contoh nyata adalah pertumbuhan penduduk yang berada di bantaran sungai, seperti Pekanbaru, yaitu bantaran Sungai Sago dan Sungai Limau.

Dua kawasan ini merupakan prioritas penanganan kumuh. Namun, terlalu padatnya penduduk di bantaran sungai menyulitkan pemerintah daerah untuk menegakkan aturan. Untuk saat ini yang dilakukan pemerintah hanyalah melakukan imbauan agar masyarakat tidak membuang sampah ke sungai. Dan, buanglah sampah sesuai jam buang sampah. Sehingga, pada waktunya, sampah dapat terangkut oleh petugas kebersihan.

Namun berbeda dengan masyarakat yang tinggal di bantaran sungai. Hal termudah yang mereka lakukan terhadap sampah rumah tangga adalah membuangnya ke sungai. Dan ini mengubah fungsi sungai, dari mengatasi permasalahan banjir dijadikan tempat sampah warga. Hal ini akan menjadi lebih buruk ketika pertumbuhan penduduk semakin tinggi. Sejumlah masyarakat malah mulai melakukan pembangunan di atas bantaran sungai, menyebakan sungai mulai menyempit, bergeser, dan tidak lagi berfungsi untuk mengatasi permasalahan banjir.

Setiap harinya sungai yang ada di kawasan kumuh Sago, Kelurahan Sukaramai dan kawasan kumuh pesisir Kelurahan Rintis memberikan pemandangan sampah berserakan di sepanjang sungai, dan ini tampaknya bukan pemandangan biasa lagi. Bahkan beberapa masyarakat menjadikan anak Sungai Siak sebagai tempat pembuangan. Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) memberikan solusi dengan mengadakan kerja sama dan kolaborasi bersama Sahabat Sungai Pekanbaru, yang dimotori oleh Duta Lingkungan Pekanbaru. Mereka menggelar “Aksi Bersih Sungai Sahabat Sungai Pekanbaru Volume 3” di Sungai Limau, Kelurahan Rintis, Kecamatan Limapuluh, Kota Pekanbaru. Aksi bersih ini diikuti oleh relawan Sahabat Sungai Pekanbaru, Fasilitator Kotaku Pekanbaru, serta Ketua RW 01, RT 3,4, 5 dan warga setempat.

Melalui gerakan sukarela, Sahabat Sungai Pekanbaru mendorong kesadaran dan kepedulian anak muda terhadap sungai yang ada di kawasan kumuh tersebut. Juara 2 Duta Lingkungan Pekanbaru 2018-2020 Annesa Fista, yang merupakan penggerak dari kegiatan ini menjelaskan, ada tiga alasan utama mengapa dilakukan aksi bersih sungai. Pertama, Daerah Aliran Sungai (DAS) Siak, yang merupakan sungai kebanggaan tanah melayu, termasuk DAS kritis, rawan bencana banjir dan longsor, erosi dan pendangkalan, serta terjadi berbagai pencemaran. Kedua, untuk mendukung Program Kali Bersih (Prokasih) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Pekanbaru. Ketiga, masih banyak masyarakat yang kebiasaan membuang sampah di sungai, sehingga sungai menjadi kotor dan dipenuhi sampah.

Annesa, yang juga Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau itu mengatakan, karena sampah-sampah yang dibuang ke anak sungai ini akan bermuara ke Sungai Siak maka anak-anak sungainya perlu dibersihkan, sehingga meminimalisir sampah yang akan hanyut ke Sungai Siak hingga ke laut nanti.

Sahabat Sungai juga melakukan sosialisasi dan berkenalan dengan masyarakat sekaligus memberikan edukasi agar masyarakat tidak lagi membuang sampah ke sungai. Aksi bersih sungai ini telah dilaksanakan 3 kali sejak Oktober 2018 lalu. Para relawan bersama lurah setempat membersihkan sungai dan kemudian dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) terkait solusi permasalahan sungai.

Ke depannya Sahabat Sungai Pekanbaru bersama Kotaku Riau akan melakukan pembinaan terhadap masyarakat untuk mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, asri dan indah sehingga dapat dijadikan salah satu destinasi wisata.

Kegiatan bersih sungai ini disambut hangat oleh warga. Ketua RW Nursal, menyatakan kesiapannya untuk melakukan sosialisasi terhadap masyarakat yang tinggal di wilayah RT/RW yang mereka pimpin, dan akan menjadwalkan kembali kegiatan yang sama di bulan berikutnya. Melalui aksi bersih dan edukasi kepada masyarakat ini, Komunitas Sahabat Sungai Pekanbaru berharap kebiasaan masyarakat yang masih sering membuang sampah ke sungai berkurang. Sungai bukanlah tempat sampah. Jika bukan kita yang menjaga, siapa lagi? [PL-Relawan Riau]

Informasi lebih lanjut tentang kegiatan Sahabat Sungai Pekanbaru, silakan hubungi Contact Person: Annesa Fista, HP. 0852 7968 8097, IG: @sahabatsungaipku, @annefista

Editor: Vhany Medina/Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.