"> ">
Beranda Warta Berita Direktur PKP: OSP-OC-TMC Kunci Keberhasilan Program Kotaku

Direktur PKP: OSP-OC-TMC Kunci Keberhasilan Program Kotaku

Berita Pembekalan OC OSP TMC Comments (0) View (392)

Program Peningkatan Kualitas Permukiman Perkotaan pada saat ini sedang berfokus pada mempercepat pencapaian standar minimum untuk layanan perkotaan, mempromosikan komunitas dan kota hijau, kota yang aman, tangguh, inklusif, dan cerdas. "Langkah tersebut diharapkan dapat memupuk inovasi, kreativitas, dan produktivitas untuk pencapaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) saat ini dan akan dilanjutkan di RPJMN 2020-2024," kata Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Didiet Arief Akhdiat pada saat pembukaan Pembekalan Oversight Consultant (OC)/Oversight Service Provider (OSP) dan Technical Management Consultant (TMC) Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Tahun 2019, di sebuah hotel bintang empat di bilangan Jakarta Barat, Senin (21/1) siang.

Menurut Didiet, semua hal tersebut pada intinya adalah untuk memberantas kemiskinan, mencapai kota-kota yang bebas dari permukiman kumuh, serta mewujudkan kota berkelanjutan. Dan untuk mewujudkannya, Direktorat Jenderal Cipta Karya Kemen PUPR menginisiasi pembangunan bertataran kolaborasi melalui Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). OSP, OC, dan TMC, Didiet menambahkan, adalah satu kunci keberhasilan Program Kotaku yang harus selalu diperkuat untuk mendampingi pemerintah daerah dan masyarakat demi pelaksanaan penanganan permukiman kumuh perkotaan. "Jangan hanya membuat perencanaan biasa, harus dengan inovasi," kata dia.

Konsep reformasi Program Kotaku adalah melaksanakan program pembangunan melalui pendekatan Skala Kawasan yang terintegrasi dengan Skala Lingkungan. Aplikasinya adalah dengan pendekatan 'satu data, satu perencanaan, dan satu peta' untuk semua. "Penanganan kumuh harus menggunakan satu data, satu perencanaan, dan satu peta," kata Didiet menambahkan. Reformasi ini diharapkan mampu mencapai target pengurangan luas kumuh, dapat mengubah wajah permukiman, dan memperoleh infrastruktur terbangun yang berkualitas, berfungsi, dan terpelihara.

Didiet menegaskan fokus pelaksanaan pelatihan kali ini untuk menyempurnakan pelaksanaan Program Kotaku. Yakni, tertib menyelenggarakan pembangunan infrastruktur, meningkatkan kepatuhan pelaksanaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, tertib menjaga kualitas infrastruktur yang terbangun dengan mengoptimalkan pengendalian dan pengawasan kualitas infrastruktur, serta tertib menggunakan database permasalahan kekumuhan dalam pemilihan infrastruktur terbangun di tiap kawasan sehingga dapat diperoleh pengurangan luasan yang lebih optimal. Selain itu, kolaborasi mesti ditingkatkan sehingga meningkatkan kontribusi terhadap pengurangan luasan permukiman kumuh dan menjaga komitmen seluruh pemangku kepentingan, mengoptimalkan peran Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara (KPP) agar infrastruktur yang terbangun tetap terpelihara dan dapat memberikan manfaat yang lebih lama.

Melalui pelatihan ini diharapkan OSP, OC dan TMC dapat meningkatkan dan menajamkan pemahaman serta keterampilan terkait Program Kotaku di masa mendatang. Termasuk menjaga Program Kotaku agar tetap berjalan sesuai pedoman yang ada, dan menghindari penyalahgunaan dalam setiap tahapan kegiatan agar tidak terbawa ke ranah hukum. "Untuk mewujudkan infrastruktur bidang pengembangangan kawasan permukiman perkotaan yang efisien, efektif, produktif," kata Didiet, sesaat sebelum meresmikan pembukaan pelatihan yang dimulai per hari ini hingga 25 Januari mendatang. [Redaksi]

Dokumentasi lainnya:

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.