Beranda Warta Berita #10YearsChallenge Kotaku: Dari Kemiskinan ke Bebas Kumuh

#10YearsChallenge Kotaku: Dari Kemiskinan ke Bebas Kumuh

Berita #10YearsChallenge Pembekalan OC OSP TMC Comments (0) View (1518)

Ada yang menarik di hari kedua Pembekalan Oversight Consultant (OC), Oversight Service Provider (OSP), dan Technical Management Consultant (TMC) Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Pada sesi menjelang makan siang, ada paparan yang cukup mengelitik dan kekinian, yakni viral #10YearsChallenge (arti: tantangan 10 tahun) di media sosial. Kepala Satuan Kerja (Satker) Pengembangan Kawasan Permukiman Berbasis Masyarakat (PKPBM) Mita Dwi Aprini tak mau ketinggalan. Dia mengangkat topik program pemerintah yang berhubungan dengan penanganan kumuh periode 2009-2019.

Di sesi pembukaan paparan, Mita menguji keikutsertaan peserta dalam program pemerintah tadi. Beberapa mengacungkan jari seraya menyatakan aktivitasnya bergabung pada Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan pada 2009. Dan, begitu juga halnya dengan Program Kotaku, di 2019 ini. Masing-masing membawa target perencanaan berbeda, seperti Perencanaan Jangka Menengah (PJM) Program Penanggulangan Kemiskinan (Pronangkis) atau Rencana Penataan Lingkungan Permukiman (RPLP), dengan tujuan besar bersama. Program-program yang progres kinerjanya patut disyukuri: 10 ribu hektare pengurangan kumuh.

Banyak hal memang yang patut diberi apresiasi dan atensi. Terkait partisipasi perempuan, Mita memaparkan, secara umum ada peningkatan dari 2009 hingga 2019 ini. Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) juga menjadi kunci, sehingga PJM Pronangkis disusun berdasarkan anggaran. Pada 2019 ini ada Bantuan Pemerintah Masyarakat (BPM), kendati tak semua perencanaan RPLP memiliki anggaran. Dan solusinya hanya satu: kolaborasi.

Mita kembali mengupas masa silam program. Pada 2009, tersebutlah badan keswadayaan masyarakat (BKM) dan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD). “Sekarang kita juga masih ada BKM,” kata dia. Walau begitu, terkait kemandirian, hingga saat ini baru 660 BKM menuju madani dari total 11.067 BKM. Fakta yang menjadi pekerjaan rumah itu harus diselesaikan dalam tempo singkat. Termasuk pula, penyusunan strategi pengendalian program di lapangan yang tak sekadar laporan, namun meliputi upaya menjaga kualitas program.

Pembelajaran dari perubahan program menjadi kiat penting pelaksanaan Program kotaku saat ini. Tim OSP, OC, dan TMC harus menyiapkan strategi pelaksanaan program di lapangan. “Jangan copy paste Master Schedule yang sudah disusun KMP [konsultan manajemen pusat],” kata Mita serius. Di sisi yang sama, KMP akan lebih fokus untuk milestone program di masa mendatang.

Untuk itu sekarang tidak ada MS dari KMP tapi lebih memberikan milestone, ujarnya. Mita pun menugaskan Tim OSP, OC dan TMC menyusun strategi pengendalian program di lapangan, tentunya pengendalian juga bukan sebagai reporting saja tapi bagaimana juga menjaga kualitas yang baik, tandasnya. [KMP-2]

Dokumentasi lainnya:

 

Penulis: Moh. Jihad Dienullah, TA Sub-Sosialisasi Komunikasi Program Kotaku Konsultan Manajemen Pusat wil.2

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.