Beranda Warta Cerita Transformasi Abukasa, KSM Pengubah Limbah Jadi Duit

Transformasi Abukasa, KSM Pengubah Limbah Jadi Duit

Cerita Bali Denpasar Pengelolaan Sampah Livelihood Kolaborasi Comments (0) View (137)

Kreativitas mendaur ulang limbah kertas bisa menjadi ikon tambahan aktivitas buat kawasan Tagtag Tengah, Kelurahan Peguyangan, Kota Denpasar, Bali. Pasalnya jelas, warga yang berguyub di bawah koordinasi Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Abukasa sepakat mengkhususkan diri jadi pengolah sampah kertas menjadi duit. Mereka berinovasi mengubah limbah kertas seperti bekas koran, majalah, dan beragam jenis kertas sisa menjadi sederet produk bernilai ekonomis tinggi. Sebut saja vas bunga, tempat pulpen, ingka, dulang, dan masih banyak lagi.

Adalah Nyoman Astawa yang menjadi tokoh cikal bakal pengelolaan sampah tersebut. Selaku Kepala Lingkungan Tagtag Tengah, Nyoman menawarkan ide pascapelatihan keahlian di sebuah perusahaan swasta pada 2011: Bank Sampah Abukasa. Inspirasi itu didukung beberapa kerabat yang akhirnya membentuk KSM Tagtag Tengah. KSM itu bermodal awal Rp 5 juta dari Unit Pengelolaan Keuangan (UPK) Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Peguyangan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), dengan ketua Ni Nyoman Kertini.

Bank Sampah Abukasa konsisten berkreasi, mensosialisasikan, dan menerapkan konsep 3R buat sampah: Recycle (mendaur ulang), Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali) dalam kesehariannya. KSM Tagtag Tengah pun rajin bersosialisasi ke lembaga-lembaga pendidikan, banjar atau lingkungan soal ilmu 3R. Mereka juga melatih pembuatan produk kertas daur ulang, seraya bekerja sama dengan mahasiswa yang mengadakan kuliah kerja nyata (KKN).

Kiprah Bank Sampah Abukasa masyhur dan mendulang apresiasi banyak pihak untuk berkolaborasi. PT Pertamina Persero, misalnya. Badan usaha milik negara (BUMN) tersebut mengucurkan dana corporate social responsibility (CSR) dalam bentuk motor cikar untuk pelayanan angkutan sampah rumah tangga di lingkungan Tagtag Tengah pada 2016.

Alat pengangkut tadi berdampak penting. Dengan motor cikar, unit pelayanan pengangkut yang terdiri dari Tim Swakelola sebanyak empat orang—semua berlatar pendidikan sarjana—bakal mengangkut sampah-sampah rumah tangga. Di tempat pemilahan, sampah dipisah dan dialokasikan sesuai peruntukannya. Sampah anorganik ditabung di Bank Sampah Abukasa, sedangkan yang organik akan dititipkan di tempat penampungan sampah sementara terdekat.

Boleh jadi karena kadung spesial di bidang sampah, beberapa warga yang awalnya acap membantu Nyoman berinisiatif mengubah nama KSM Tagtag Tengah menjadi KSM Abukasa pada 2016 itu. Di tahun yang sama, mereka pun mengajukan pinjaman Rp 5 juta untuk modal dan Rp 10 juta di tahun berikutnya. Tentunya, untuk membesarkan usaha mengubah sampah sisa kertas menjadi produk yang bisa menghasilkan uang.

Kini kesibukan lain KSM Abukasa adalah memasarkan beragam karya siap pakai hasil olahan konsep 3R. Berbagai produk pun kerap mengisi gerai di sederet acara lokal di Kota Denpasar, termasuk menjajakan produk di ajang monumental IMF pada 2018. Sukses KSM Abukasa! [Bali]

Dokumentasi lainnya:

 

Penulis: Tjok Istri Timtayanti, Asisten Kota Denpasar, OSP Kotaku Provinsi Bali

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.