"> ">
Beranda Warta Berita Kepala PMU: Mari Bekerja dengan Hati

Kepala PMU: Mari Bekerja dengan Hati

Berita Pembekalan OC OSP TMC Comments (0) View (600)

Pertemuan Boby Ali Azhari dengan seorang ibu dan anaknya yang tunawisma tampaknya terekam kuat. Si anak dalam kondisi sakit, tapi tak mampu diobati sang ibu karena mesti merogoh kocek sebesar Rp 35 ribu, yang tak dimilikinya. "Sangat menyedihkan, dan pasti banyak kejadian seperti itu," kata sosok pejabat Kepala Sub Direktorat PKP Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu, serak menahan pilu.

Bagi Boby, Program Kotaku "mengantongi" tak kurang dari 8.000-an sumber daya manusia yang berpeluang bisa mengatasi contoh masalah hidup di atas. Ribuan orang itu terdiri dari satuan kerja, advisory konsultan, konsultan manajemen pusat, Oversight Service Provider (OSP), Oversight Consultant (OC), koordinator kota, dan tim fasilitator. Dan bila satu pelaku Program Kotaku membantu minimal 10 orang, paling sedikit ada 80 ribu manusia yang akan terbantu. "Marilah kita bekerja dengan hati," ucap Boby sungguh-sungguh, di sesi penutupan acara Pelatihan dan Pembekalan OC/OSP dan Technical Management Consultant (TMC) Program Kotaku 2019 di sebuah hotel bintang empat di kawasan Jakarta Barat, yang berlangsung selama lima hari hingga Jumat (25/1) petang.

Boby langsung menganalisa hasil kerja pelaku Program Kotaku, khususnya peserta pembekalan yang terdiri dari OC, OSP, dan TMC se-Indonesia. Menurut Kepala Project Management Unit (PMU) National Slum Upgrading Program (NSUP) dan Neighborhood Upgrading and Shelter Project Phase-2 (NUSP-2) Program Kotaku itu, sebenarnya kegiatan pemanfaatan Bantuan Dana Investasi (BDI) 2018 sekadar menyempurnakan dari kinerja tahun sebelumnya. "Tahun ini tak ada lagi cerita hanya Karangwaru saja! Harus ada lokasi Skala Kawasan [kabupaten/kota] yang siap dikunjungi menteri atau presiden," cetus Boby serius.

Bahkan, dia menambahkan, pelaku Program Kotaku di lapangan harus siap dengan beragam tantangan. "Misalnya tantangan soal strategi pemanfaatan lahan ilegal menjadi legal," kata Boby. Seperti yang terjadi di Pluit, Jakarta Utara, saat kawasan kumuh diubah bentuk menjadi ruang terbuka hijau (RTH). Masyarakat penghuninya dialokasikan ke rusunawa dan membayar sewa, sama seperti saat bermukim di lingkungan ilegal.

Penanganan kumuh di Skala Kawasan pun harus terukur jelas dengan pembuktian. Contohnya, harus ada dokumentasi kondisi wilayah saat nol persen—belum tertangani—dan hasil pembangunan yang sudah tuntas 100 persen. "Maka akan wow, alias terlihat bagus," ujar Boby lagi.

Kepala PMU memberi spirit kepada peserta pelatihan untuk terus melaksanakan kesempatan kerja di Program Kotaku ini dengan baik. "Semangat, tetap semangat. Tapi tetap jaga kesehatan," kata Boby sambil menutup acara. Siap! [KMP-2]

 

Penulis: M. Jihad Dienullah, Sub TA Sosialisasi, USK Komunikasi, KMP Program Kotaku wil. 2

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.