Beranda Warta Artikel Waspada, Kumuh Baru Bak Api dalam Sekam!

Waspada, Kumuh Baru Bak Api dalam Sekam!

Artikel Sumatra Utara Comments (0) View (593)

Das Sollen, Das Sein. Yang diharapkan sesuai keinginan kerap kali berbeda dengan kenyataan yang ada. Itulah kalimat yang paling pas bila menyebut harapan target 0 hektare pada 2019 ini, atau merinci ulang status fakta tak kumuh lagi di sejumlah wilayah di Tanah Air pada 2018.

Perhitungan tak kumuh merujuk pada aspek tertentu (7 + 1) dengan perhitungan numerik, di bawah poin 19. Lantas, bagaimana dengan poin ukuran di bawah angka pagu tadi: 18, 17, 16, dan seterusnya? Sementara fakta di lapangan, ada aspek bangunan gedung, jalan lingkungan, drainase, persampahan, air minum, limbah, dan proteksi kebakaran yang belum benar-benar tuntas tertangani. Kendati kecil, secara riil masih ada persoalan kumuh yang bak api dalam sekam, siap membesar di satu waktu dan memicu kumuh baru.

Pekerjaan rumah yang menanti pemerintah kabupaten atau kota kemudian adalah mematikan bibit-bibit api tadi. Dengan kiat kolaborasi pencegahan, mulai dari tingkat pusat sampai ke level kelurahan atau desa, menggaet masyarakat, menggandeng swasta, dan pihak peduli lainnya.

Satu terobosan kolaborasi yang diinisiasi Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) menitikberatkan proses pencegahan kumuh baru. Pendekatannya tak hanya mengutamakan aspek infrastruktur, namun juga unsur penting lainnya seperti sosial.  Dan penguatan unsur sosial pada penataan daerah kumuh perkotaan sangat bergantung pada peningkatan kapasitas pemerintah dan komunitas masyarakat itu sendiri.

Menurut Budi D. Sinulingga melalui karyanya Pembangunan Kota Tinjauan Regional dan Lokal (1999) yang diadopsi E. Hermanto dalam Permasalahan Lingkungan di Permukiman Kumuh Kota Medan (2011), Studi Kasus di Kecamatan Medan Belawan, kota adalah sebagai tempat konsentrasi penduduk yang berpenghidupan non-agraris. Kota memiliki tugas untuk dapat melayani, memperhatikan, menguntungkan semua lapisan warga yang ada di dalamnya.

Merujuk hal di atas, strategi pembangunan yang berpusat pada rakyat memiliki tujuan memperbaiki kualitas hidup rakyat, berkaitan dengan aspirasi individu dan kolektif, dalam tradisi budaya perilaku yang dijadikan kebiasaan yang berlaku. Hal itu menjadi bagian dari aspek sosial. Kabupaten atau kota pun dituntut perlu mengembangkan program yang tanggap kebutuhan sosial, termasuk dalam hal menata kawasan kumuh.

Saat ini, penataan kawasan kumuh di perkotaan memiliki beberapa kendala. Antara lain terkait pemahaman standar masyarakat menyoal permukiman yang layak serta sikap dan perilaku warga terhadap lingkungannya yang masih buruk. Titik perhatian lainnya adalah faktor fungsional permukiman yang juga harus berkaitan dengan dimensi sosial, ekonomi, budaya, teknologi, ekologi, bahkan politik.

Permasalahan terkait aspek sosial diidentifikasi belum maksimal diperankan institusi dan pengelolaan dari pemerintah kabupaten atau kota, serta masyarakat. Khususnya, terkait program penataan kawasan kumuh secara keseluruhan. Menyoal komunikasi, pun belum berfungsi secara baik antara pemerintah kabupaten atau kota terhadap masyarakat terlembaga.

Kesiapan untuk berubah oleh semua pihak menjadi hal penting dalam mendongkrak peran masyarakat sebagai upaya peningkatan kemampuan sosial. Untuk itulah, perlu strategi implementasi atas program masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD), swasta, dan kelompok-kelompok yang memiliki kemampuan terkait. Terutama, untuk penataan kawasan kumuh dalam rangka mencegah kumuh baru di wilayah-wilayah potensial munculnya kumuh baru.

Fenomena kumuh baru bisa ditangani dengan mensinkronkan kebijaksanaan pemerintah kabupaten atau kota untuk target meningkatkan kualitas lingkungan dan kehidupan masyarakat. Termasuk, pembangunan infrastruktur penyokong kegiatan-kegiatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), aksi bersih-bersih bergotong royong dan lainnya, yang dituangkan dalam peraturan daerah. Sehingga, dengan kata lain harus muncul pemberdayaan warga dalam penyediaan perumahan dan permukiman yang layak untuk memperkuat kehidupan masyarakat.

Model penguatan sosial tersebut dilakukan untuk dapat mencapai keterpaduan dan keberlanjutan peran dan kapasitas pemangku kepentingan yang terlibat dalam mengatasi kumuh perkotaan. Keterpaduan dan keberlanjutan dilakukan dengan mengintegrasikan program dan mensinergikan kinerja antarpemangku peran.

Peningkatan kapasitas pemerintah pun dapat dilakukan dengan mendorong pimpinan daerah untuk berkomitmen dalam peningkatan kualitas sosial di wilayahnya. Misalnya dengan membentuk unit kerja pengelola kawasan yang memiliki tugas meningkatkan kualitas sosial pada penataan kawasan kumuh. Peningkatan kapasitas komunitas masyarakat dapat dilakukan dengan mengikat komitmen warga, untuk terlibat aktif dalam pengambilan keputusan, perencanaan, implementasi, pemeliharaan, pengawasan, dan kontribusi peningkatan kualitas sosial ekonomi pada wilayah-wilayah yang butuh penataan.

Sinergitas kerja pemerintah dan masyarakat dapat diwujudkan dalam kerangka kemitraan, yaitu kerja sama operasional berbasis lokasi atau kerja sama berbasis sumber luar. Komposisinya disusun dengan mempertimbangkan efektivitas tujuan program penanganan kumuh tersebut. Sepakat? [Sumut]

 

Penulis: Taufik Hidayat Pulungan, Tenaga Ahli Komunikasi, KMW/OC Kotaku Provinsi Sumatra Utara

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.