Beranda Warta Cerita Berkat Kolaborasi, Dukuh Jurang Indah Sabet Penghargaan

Berkat Kolaborasi, Dukuh Jurang Indah Sabet Penghargaan

Cerita Jawa Timur Surabaya Kelana Resik Kampoeng Comments (0) View (447)

Kota Surabaya yang megah masih menyisakan sejumlah kawasan kumuh. Sederetan rumah warga tak layak huni, dengan tata letak yang tidak teratur menghias satu wilayah di Ibu Kota Provinsi Jawa Timur tersebut. Seperti di sebuah kampung di Kelurahan Putat Gede, Kecamatan Suko Manunggal: Dukuh Jurang Indah. Permukiman kumuh tersebut terletak di sisi jalan Tol Satelit, penghubung Surabaya, Waru, dan Malang.

Kendati masuk wilayah perkotaan, Dukuh Jurang Indah tergolong “menderita” bila menyoal akses jalan raya dan sarana pendidikan. Untuk keluar dari wilayahnya, warga mesti melintasi perumahan di kawasan Putat Indah. Saat mau bersekolah, anak-anak di Dukuh Jurang Indah pun harus menempuh rute panjang.

Menurut Susanto, seorang ketua rukun tetangga di Kampung Dukuh Jurang Indah, pembangunan jalan tol 37 tahun lampau membuat permukiman warga setempat terputus dan terisolir. Sebelumnya, dia menambahkan, Dukuh Jurang Indah tersambung dengan daerah lain seperti langsung ke Kelurahan Putat Gede dan Kelurahan Pradah Kali Kendal.

Tak semua memang berpangku tangan melihat kondisi ini. Selain pemerintah tentunya, fakta kumuh di Kampung Dukuh Jurang Indah mengundang perguruan tinggi untuk ikut menyingsingkan lengan baju. Bentuk simpati itu digenapi lewat sederet pembinaan dan pembenahan. Universitas Dr. Soetomo (Unitomo), adalah perwakilan lembaga pendidikan terkini, yang menerjunkan 300 civitas akademika untuk melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. “Kami akan berupaya maksimal memberdayakan masyarakat dukuh dari sisi ekonomi, pendidikan, dan sisi penguatan hukum,” kata Rektor Unitomo Bahrul Amiq.

Langkah strategis memang langsung dilakukan para mahasiswa. Di antaranya bakti sosial seharian dengan sederet aktivitas. Mulai dari diskusi membangun kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan sampah, penanaman 200 pohon, pembuatan lubang serapan biopori, hingga perpustakaan mini di balai RT. Sementara dari sisi hukum, warga setempat diberi pemahaman mengenai keberadaan lahan mereka sebagai aset yang rawan dimiliki pihak lain, dengan beragam tujuan. “Kampung ini bisa hilang. Tanah warga akan ditawar, padahal harganya jelas sangat mahal,” tutur Bahrul, serius.

Aksi civitas Unitomo memancing animo penduduk. Tengoklah perhatian anak-anak yang tampak aktif di “Sudut Baca”, areal mereka menambah ilmu pengetahuan lewat hobi membaca. Kesadaran warga terhadap pola hidup bersih dan sehat juga mulai tumbuh. Perkampungan kini tampak lebih “hijau” dan bersih.

Warga setempat akhirnya memang menemukan caranya sendiri untuk menghijaukan kampungnya. Susanto berkisah soal ember plastik bekas cat yang berubah fungsi sebagai pot tanaman buah dan hias. Sosok pegiat lingkungan itu memancing hasrat senada dari warga, untuk nantinya menghiasi lingkungan dari hulu hingga hilir dusun. “Pengadaan tanamannya dibantu Tunas Hijau (komunitas berbasis lingkungan di Kota Pahlawan), sekolah sekitar, dan beberapa universitas di Surabaya,” kata pengemudi di satu toko material setempat itu.

Kiat Santo berbuah sukses. Kegiatan mengubah wajah Dusun Jurang Indah mengular. Sebut saja Komunitas Penerima Beasiswa Bank Indonesia (GenBI) Korkom Surabaya menggaet komunitas Tunas Hijau dan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga buat aksi Bersih Indonesia 2018 bertajuk Kelana Resik Kampoeng, yang menawarkan beragam program ramah lingkungan dan hidup sehat. Di antaranya edukasi penggunaan limbah menjadi sabun, renovasi rumah baca, renovasi taman balai, pemeriksaan kesehatan gratis, penanaman pohon dan bersih sampah desa. Tak pelak, dalam waktu singkat Dukuh Jurang Indah sukses menyabet penghargaan Kelana Resik Kampoeng.

Sebelum Bersih Indonesia 2018 digelar, sebenarnya Dukuh Jurang Indah sudah didaulat Kelurahan Putat Gede untuk mengikuti Lomba Merdeka dari Sampah yang diselenggarakan Pemerintah Kota Surabaya. Serta merta warga menggelar urun rembuk dan langsung beraksi. Hasilnya, penampilan perkampungan berubah menjadi berwarna-warna, jumlah tanaman diperbanyak, kerja bakti pun rutin digelar.

Kolaborasi pun menjadi solusi mengubah predikat kumuh wilayah. Tim Fasilitator Kelurahan Putat Gede Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ikut menganggarkan Bantuan Dana Investasi Tahun Anggaran 2018. Dana tersebut dimanfaatkan untuk dua unit motor sampah yang mengangkut sampah rumah tangga ke tempat penampungan sementara. Alasannya jelas, truk sampah masih belum bisa mengakses wilayah lantaran ruas jalanannya sulit dilalui.

Kementerian Ketenagakerjaan juga diajak berpartisipasi. Demi peningkatan aktivitas perekonomian warga, Badan Keswadayaan Masyarakat Putat Gede Mandiri mendapat alokasi bantuan peralatan sablon, untuk mendongkrak industri kreatif setempat.

Sedianya, Dusun Jurang Indah pun bakal bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero) untuk realisasi pembangunan ruang terbuka hijau pada 2019 ini. Dan khusus dari Dinas Cipta Karya Kemen PUPR, kampung terkucil tersebut akan mendapat perbaikan jalan lingkungan plus saluran drainasenya. Keren... [Jatim]

 

Penulis: Ilyasin Yusuf, Fasilitator Sosial TF 4-69 Kota Surabaya, OSP Kotaku Provinsi Jawa Timur

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.