Beranda Warta Cerita Saat Mimpi Diding Maulana Jadi Nyata

Saat Mimpi Diding Maulana Jadi Nyata

Cerita DKI Jakarta Jakarta Selatan Comments (0) View (620)

Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta masih bergeliat dengan upaya penanganan kumuh. Satu dari sederet solusi yang dilakukan adalah dengan memaksimalkan berbagai potensi yang ada melalui jalur kolaborasi. Diding Maulana, seorang pemilik rumah tak layak huni, sudah membuktikannya. Dia terpilih menjadi pemilik rumah yang bakal dibedah ulang melalui Program Bedah Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dari Badan Amil Zakat, Infaq, dan Shodaqoh (BAZIS). Kediaman Diding dipilih berdasarkan seleksi yang dilakukan Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Cipta Sarana Pasar Manggis dan pengurus Kelurahan Pasar Manggis, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan.

Rumah gubuk yang sangat tak layak ditinggali milik Diding itu berada di Jalan Pariaman Rukun Tetangga 10 Rukun Warga O2. Puluhan tahun sudah Diding dan sang istri beserta anak-anaknya menempati bangunan yang reyot dan bocor di sana sini. Lelaki setengah abad itu pasrah, tak mampu memperbaiki kediamannya. Rumah Diding memenuhi seluruh persyaratan untuk direnovasi.

LKM Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Cipta Sarana memang menjadi sang penggagas penanganan rumah Diding. Perbaikan rumah Diding adalah bagian dari realisasi dalam Rencana Penataan Lingkungan Permukiman (RPLP): mewujudkan rumah layak huni bagi warga. Mereka merangkul aparat Kelurahan Pasar Manggis, untuk bersama menggandeng Bazis Jakarta Selatan, yang memang memiliki program bedah rumah. "Kami sangat berterima kasih. Kami berharap program ini ada keberlanjutannya karena masih banyak Rutilahu yang belum tersentuh program,” kata Koordinator LKM Cipta Sarana Supadmo. Hebatnya lagi, saat pelaksanaan pembangunan, masyarakat setempat bergotong royong ikut memperbaiki rumah Diding.

Pelaksanaan bedah rumah mengacu pada tiga prinsip utama agar manfaat bantuan itu bisa dirasakan lebih maksimal warga penerima. Prinsip tersebut adalah tepat sasaran, tepat penggunaan, dan tepat waktu. “Bantuan ini diprioritaskan untuk masyarakat miskin,” ujar Supadmo, yang didaulat BAZIS melalui LKM sebagai pengawas dan penjaga kualitas hasil sekaligus pendamping pembuatan proposal dan laporan pertanggungjawaban.

Program bedah rumah tak layak huni BAZIS telah lama dirasakan manfaatnya oleh warga. Masyarakat yang selama ini berada dalam serba kekurangan alias  miskin tak akan mampu mem­bangun rumah yang layak huni. Mereka pasrah, menanti kucuran bantuan dari pihak lainnya.

Kini senyum Diding merekah lebar. Tak hanya bersih dan layak, kini kediamannya bebas dari tetesan atap yang bocor dan tak kumuh lagi. [DKI]

 

Penulis: Inayatullah, Tenaga Ahli Komunikasi Program Kotaku OC-7 Provinsi DKI Jakarta

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.