Kepatihan Wetan: Jalan Paving Rusak Tinggal Kenangan

Jawa Tengah Cerita Surakarta Comments (0) View (279)

Kelurahan Kepatihan Wetan di Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, telah melakukan proses pemberdayaan masyarakat melalui Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), yang ditujukan kepada seluruh komponen masyarakat di Kepatihan Wetan, khususnya wilayah Rukun Tetangga 001 Rukun Warga 002. Hal ini merupakan upaya meningkatkan kemampuan mereka dan menumbuhkan kebersamaan guna mengatasi permasalahan Kumuh secara mandiri dan berkelanjutan. Anggaran dari Bantuan Dana Investasi (BDI) sebagai stimulan yang difasilitasi Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Manunggal sebagai upaya pengurangan luasan kumuh dalam wilayah tersebut.

Pada masanya, aktivitas masyarakat di Rukun Tetangga 001 Rukun Warga 002 Kelurahan Kepatihan pernah berlangsung tak mulus. Selalu saja ada hambatan saat berlalu lalang di ruas jalan lingkungan, di bagian wilayah Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah itu. Maklum, di beberapa titik jalanan yang dibuat dengan paving block yang rusak dan sebagian lagi sudah pecah. Warga harus berhati-hati ketika melewati lubang yang kadang tak terlihat bila tergenang air kala hujan. Padahal, jalanan itu penting bagi warga yang mayoritas terdiri dari buruh dengan sepeda dan pedagang yang menggunakan gerobak dorong.

Kondisi tadi membuat masyarakat setempat “berontak”. Warga bersama tokoh masyarakat dan Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) menggelar urun rembuk dalam rangka memperbaiki jalan ber-paving block dan saluran drainase yang mesti ramah lingkungan. Solusi pun digalang dengan kesepakatan kata kunci swadaya uang dan tenaga warga.

Seluruh dana pembangunan jalan paving dan saluran U-Ditch yang dilaksanakan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Manunggal 1, berasal dari dana BDI Tahun Anggaran 2018. Swadaya masyarakat terdiri atas tenaga kerja yang melibatkan seluruh warga masyarakat termasuk kaum ibu—bahkan sebelum pekerjaan utama dimulai. Mereka mengurusi  konsumsi dan administrasi keuangan.

Pekerjaan jalan paving dan saluran air dengan volume 813,17 meter tuntas dengan merogoh kocek anggaran sebesar Rp 409.205.000. Pembangunannya diawasi demi menjamin pelaksanaan berlangsung baik plus kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan.

Masyarakat setempat tentu menjadi pemanfaat langsung jalan lingkungan tersebut. Rasa memiliki dan kebersamaan membuahkan hasil positif. Dan untuk menjaga keberlanjutan dan memperpanjang umur jalan dan saluran, dibentuklah Pengurus Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Jalan Paving serta Saluran Air di RT 001 RW 002 Kelurahan Kepatihan Wetan. Masyarakat secara rutin melaksanakan pemeliharaan dan perawatan melalui kerja bakti berkala. Jika memerlukan dana, akan diambilkan dari iuran pembangunan bulanan yang memang sudah menjadi tradisi penggalangan dana swadaya masyarakat selama ini. [Jateng]

Dokumentasi lainnya:

Sebelum Setelah

 

Penulis: Joni Baskoro, Fasilitator Sosial Tim Faskel 006 Korkot Surakarta, OSP Kotaku Provinsi Jawa Tengah

Editor: Epn

0 Komentar