Kampung Gemblakan Bawah Bertekad Terus Berkembang

Cerita Yogyakarta Suryatmajan Kunjungan Lapangan AIIB Comments (0) View (730)

Wakil Presiden Kebijakan dan Strategi Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) Joachim Von Amsberg dan tim AIIB, mengunjungi Kampung Gemblakan Bawah, Kelurahan Suryatmajan, Kota Yogyakarta. Perubahan Kampung menjadi tidak kumuh membuat AIIB tertarik berkunjung ke lokasi ini pada Jumat (22/2). Musik calung menyambut rombongan yang terdiri atas, antara lain, Direktur Jenderal Operasi Investasi AIIB Dong-ik Lee, Wakil Presiden Chief Investment Officer AIIB D. J. Pandian, Kepala Satker Pengembangan Kawasan Permukiman Berbasis Masyarakat (PKPBM) Mita D. Aprini, TA Komunikasi KMP wil. 2 Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Iroh Rohayati Fatah, Kepala Satker Pengembangan Kawasan Permukiman dan Penataan Bangunan DIY Tri Rahayu, Team Leader OSP Kotaku DI Yogyakarta Mohammad Imam Santoso, Camat Danurejan Antariksa Agus Purnama, Lurah Suryatmajan Ari Suryani, Koordinator Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kelurahan Suryatmajan Adik Al Fajar, dan Tim Fasilitator Kotaku Yogyakarta.

Wilayah Suryatmajan menjadi sorotan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), pasalnya daerah yang terletak di jantung Ibu Kota Yogyakarta ini memiliki beberapa kawasan yang termasuk kumuh. Dari 28 hektare luas wilayah Suryatmajan terdapat 8,3 hektare wilayah kumuh, salah satunya di Kampung Gemblakan Bawah. Kampung yang dulunya kumuh berhasil mengubah diri menjadi spot foto yang menarik. Bermula dari perubahan infrasturktur, kini turut mengubah sosial, budaya dan ekonomi warga. Salah satunya di sepanjang jalan inspeksi yang sudah bersih dan nyaman ini dimanfaatkan oleh warga untuk berjualan. Mulai dari soto, sosis bakar, minuman dingin, baju, batik, dan sebagainya.

Saat kunjungan tersebut, Koordinator BKM Suryatmajan Adik Al Fajar menceritakan tentang Komunitas Pedestrian Code Gumreget (PCG) di kampung ini. Pengelola komunitas yang mulai dibentuk tahun 2017 lalu ini menjadi pendobrak dalam mewujudkan 0% kumuh di Kampung Gemblakan Bawah. Mulai dari memelihara kampung agar tetap asri dan nyaman melalui kegiatan bersih sungai. Kegiatan ini melibatkan seluruh tingkatan masyarakat termasuk anak-anak. Kekeluargaan warga kampung yang berada di tengah-tengah hiruk pikuknya Kota Yogyakarta ini patut diacungi jempol.

Adik juga memaparkan hasil kolaborasi dari komunitas PCG dengan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang menuai nilai tambah dalam perubahan kampung tersebut. Mulai dari halaman yang mulanya lebar 1 meter kini menjadi 3 meter, akses kampung menjadi lebih mudah, interaksi warga menjadi lebih akrab, menghasilkan tempat wisata baru, serta memajukan perekonomian warga Gemblakan Bawah.

Setelah pemaparan dari perubahan Suryatmajan, Wakil Presiden Kebijakan dan Strategi AIIB Joachim Von Amsberg turun langsung ke bantaran Kali Code yang kini sudah berubah dan jauh dari kesan kumuh. Ia tampak antusias melihat perubahan yang terjadi di Kampung Gemblakan Bawah. Warga turut memberikan suguhan hasta karya mereka, salah satunya, yang cukup terkenal di wilayah Suryatmajan adalah batik Sibori. Batik ini merupakan hasil dari pemberdayaan masyarakat yang kini memiliki nilai jual tinggi, sehingga dapat menunjang perekonomian warga. Dalam akhir kunjungannya Joachim berpesan kepada warga untuk tetap menjaga perubahan yang ada saat ini. Karena melalui keberhasilan ini nantinya bisa dilanjutkan kepada perubahan yang lain agar mendapatkan antusias yang lebih banyak dari pihak lain.

Walaupun Surayatmajan sudah tertata, warga dan BKM masih memiliki impian sekaligus tantangan dalam melanjutkan PCG hingga menembus jembatan Kewek. Melihat peluang yang dihasilkan dari impian tersebut dapat menjadikan bantaran Kali Code menjadi kawasan wisata atau kampung wisata di pusat keramaian Kota Yogyakarta. Sehingga bantaran sungai yang rapi seperti sekarang ini juga dapat menjadi alternatif jalan bagi wisatawan yang berkunjung. [DIY]

Penulis: Eka Ariyanti, Supporting Staff OSP Provinsi Kotaku DI Yogyakarta

Editor: Nina Razad

0 Komentar