Beranda Warta Berita Kementan Bangladesh Mengagumi Perkembangan BDC Kota Bandung

Kementan Bangladesh Mengagumi Perkembangan BDC Kota Bandung

Berita Jawa Barat Kota Bandung Kabupaten Bandung Comments (0) View (725)

Perwakilan dari Kementerian Pertanian Bangladesh sangat terkesan terhadap perkembangan Business Development Center (BDC) Kota Bandung yang mampu melakukan kerja sama dengan berbagai pihak dan bisa mengisi gerai di beberapa tempat. Sebut saja, Rumah Sosis di Tahu Lembang, hotel-hotel di Bandung. Bahkan produk BDC sudah melakukan ekspor ke negara lain, seperti Nigeria, Filipina, dan Bangladesh.

Hal tersebut disampaikan Project Director of Project Agricultural Support for Smallholders in South-Western Region of Bangladesh Project, Department of Agricultural Extension (DAE) Dr. Mohammad Shafiqul Islam saat berkunjung ke Gerai BDC Kota Bandung, didampingi Tim Satker Penataan Kawasan Permukiman Berbasis Masyarakat (PKPBM), Tim Konsultan Manajemen Pusat (KMP) Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) wil. 1, Tim OC Kotaku Jawa Barat, serta Korkot Kota Bandung Dede Kahiyat.

Di Gerai BDC ini rombongan mendapatkan penjelasan singkat tentang produk-produk yang menjadi prioritas dan unggulan BDC, antara lain keripik, kue kering, konveksi, dan kerajinan. Penjelasan tersebut disampaikan Komite BDC sekaligus Kepala Sub Bagian Program dan Bina Potensi pada Bagian Perekonomian Setda Taufiq Hidayat dan Manajer Pengelola BDC Euis Supriati tentang profil perusahaan BDC.

Setelah melihat BDC, Shafiqul Islam mengatakan, hal yang mungkin bisa dilakukan di Bangladesh adalah pengolahan berbagai hasil pangan, seperti keripik singkong, stik ubi, dan sebagainya, kemudian dibantu pengemasan, sehingga punya nilai jual lebih. Selanjutnya, ia berharap BDC Kota Bandung dapat memakmurkan masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kota Bandung. Selebihnya, Shafiqul Islam berencana akan mereplikasi BDC di Bangladesh.

Kunjungan rombongan dilanjutkan ke Kampung Cilodong, Desa Karangtunggal, Kabupaten Bandung. Tujuan kunjungan adalah mempelajari program pembangunan infrastruktur yang menunjang pertanian serta program lainnya yang mendukung peningkatan pertanian di Indonesia. Melalui dialog, banyak sekali masukan yang disampaikan masyarakat dan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) tentang suka duka membangun kawasan Cilodong. Terungkap pula kerja sama dibangun dengan Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, yang menyediakan program, di antaranya, penyediaan bibit, pupuk, bantuan teknis, dan demplot tanaman bagi petani-petani. Sedangkan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bandung menjelaskan, ada 14 desa yang melakukan replikasi Program Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) dengan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Shafiqul Islam, yang baru pertama kali datang ke Indonesia untuk belajar pelaksanaan Integrated Community Driven Development (ICDD), terutama yang terkait pengembangan infrastruktur livelihood, tampak terkesan dengan apa yang dipelajari di lokasi. Ia menyimpulkan, kunci utama keberhasilan program adalah partisipasi masyarakat, kerelawanan, peran pemda dari pusat hingga desa, dan kolaborasi dalam menata permukiman. Shafiqul Islam juga mengatakan akan mengembangkan sebuah program pengembangan pertanian di negara Bangladesh, yang menangani sekitar 5.000 komunitas petani lahan sempit dan buruh tani. Sejumlah hal yang akan dipelajari dalam pengembangan pertanian nantinya, antara lain, terkait peningkatan kapasitas, pengenalan teknologi, intervensi sarana prasarana pertanian, dan penyuluhan pertanian. [Jabar]

Penulis: Imas Siti Masyitoh, TA Komunikasi OC 4 Kotaku Jawa Barat

Editor: Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.