Beranda Warta Berita Peringatan Hari Habitat Nasional

Peringatan Hari Habitat Nasional

Comments (0) View (1545)
Kegiatan Hari Habitat Nasional 2004, diselenggarakan di Yogyakarta pada tanggal 4 Oktober 2004. Peringatan Hari Habitat Nasional ini sejalan dengan peringatan Hari Habitat Dunia yang ditetapkan PBB jatuh tanggal 4 Oktober 2004. Tema Hari Habitat Dunia Cities: Engines of Rural Development. Sedangkan sub tema yang diambil untuk peringatan tingkat nasional adalah “Meningkatkan Keseimbangan Pembangunan antara Perkotaan dan Perdesaan Melalui Pengembangan Kota-kota Sedang (kota kedua)” meliputi bidang perumahan dan permukiman sebagai tempat hunian maupun sarana dan prasarana yang mendukung kenyamanan hunian. Beberapa acara pokok pada puncak peringatan Hari Habitat Nasional di antaranya pra seminar di Bandung (29/9), student workshop di Bandung (30/9), lomba karya tulis tentang habitat bagi pelajar, dialog interaktif (1/10), seminar sehari di Yogya (4/10) lanjutan pra seminar di Bandung, pencanangan Gerakan Nasional dalam menjaga sustanibilitas dan kesetaraan pembangunan antara kota dan desa sebagai tempat hunian dengan dukungan sarana prasarana layak, serta ‘site visit’ ke lokasi di Yogya yang merefleksikan Tema Peringatan Tahun 2004. Menurut Eko Budihardjo, salah satu anggota panitia peringatan hari Habitat, pembangunan perkotaan sebaiknya tidak mematikan daerah perdesaan atau kota-kota sedang (kedua) di sekitarnya. Jangan sampai pembangunan kota menjadikan desa-desa ditinggalkan penduduknya untuk mencari nafkah di kota tersebut. Akibatnya perkembangan desa atau kota penyangga di sekitar kota metropolitan menjadi seret serta menambah banyak masalah tambahan di antaranya seperti urbanisasi dan langkanya tenaga kerja di desa yang berujung pada mandegnya pembangunan desa-desa atau kota-kota kedua di sekitar kota metropolitan. “Pembangunan kota yang baik tidak akan mematikan roda kehidupan kota-kota kecil sekitarnya, justru bisa bersinergi antara kota metropolitan dengan kota-kota penyangga. Sehingga pembangunan kota metropolitan tidak malahan mengalihkan gerakan orang atau jasa dari desa atau kota-kota kecil ke sana yang bisa berdampak sangat buruk bagi kota penyangga”, ujar Eko Budihardjo yang juga rektor UNDIP.(MZ)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.