Beranda Warta Cerita Program Kotaku Bangun Puluhan Sumur di Lhokseumawe

Program Kotaku Bangun Puluhan Sumur di Lhokseumawe

Aceh Lhokseumawe Air Bersih Kolaborasi Comments (0) View (341)

Persoalan kumuh di Kota Lhokseumawe belum selesai. Wilayah di sebelah utara Bumi Serambi Mekah itu masih memiliki persoalan akses air bersih yang belum juga tuntas sejak penanganan pada 2017. Sayangnya memang, hingga saat ini Lhokseumawe belum memiliki akses ke jaringan Perusahaan Daerah Air Minum wilayah setempat. Kapasitas dan kualiras air sumur bor di sejumlah desa pun masih sangat terbatas dan belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Sebagian warga yang tak mempunyai akses langsung terpaksa merogoh kocek ekstra buat membeli air per jeriken dari sumur gali yang sebenarnya, tak layak buat dikonsumsi sehari-hari.

Menurut Koordinator Kota Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Fitriansyah, data Baseline 100-0-100 untuk persoalan air bersih di Lhokseumawe mencapai angka 38,14 persen. Dan berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Lhokseumawe, ada 15 desa yang masuk kajian penanganan kumuh yang sudah dianggarkan melalui Bantuan Dana Investasi (BDI) Program Kotaku Tahun Anggaran 2018 sebesar Rp 13,5 miliar. Ke-15 wilayah itu adalah Blang Punteut, Ujong Blang, Ulee Jalan, Mon Geudong, Ulee Blang Manee, Kampung Jawa Lama, Keude Aceh, Mesjid Punteut, Batphat Timur, Blang Naleung Mameh, Batuphat Barat, Blang Pulo, Pusong Lama, Pusong Baru, dan Meunasah Mesjid. Tak heran bila target prioritas pemerintah daerah setempat pada 2019 ini adalah pemenuhan akses air bersih buat warga dengan pembangunan sumur bor.

“Pembangunan sumur bor tersebut telah rampung pada Desember 2018, dan masyarakat sudah mulai memanfaatkanya,” kata Fitriansyah. Sedianya, sisa 12,26 persen tanggungan pekerjaan akan dituntaskan melalui uang BDI 2019 dan kolaborasi.

Penuturan Fitriansyah soal pemanfaatan bukan isapan jempol. Tengok saja Nurjanah, seorang ibu paruh baya di Gampong Mesjid Punteut yang terbentur keterbatasan ekonomi, sehingga banyak kebutuhan keluarga tak terpenuhi. Khususnya, kebutuhan air bersih. Galib di hari-hari lampau, Nurjanah mesti menggunakan air sumur gali yang berwarna kuning. Pastinya, tak layak digunakan, apalagi diminum.

Tak salah kiranya bila sosok janda satu ini amat berharap kehadiran akses air bersih yang layak konsumsi untuk kebutuhan sehari-hari rumah tangganya. Dan pascapembangunan sumur bor tadi, kini Nurjanah mengaku sudah bisa tersenyum lega. “Saya berterima kasih kepada Program Kotaku. Sekarang kami bisa memasak dan mencuci dengan air yang lebih layak,” ujar Nurjanah, tampak bahagia. [Aceh]

 

Penulis: Iskandar Muda, Asisten Kota Kelembagaan dan Kolaborasi (FIC) Lhokseumawe OC 01 Program Kotaku Provinsi Aceh

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.