Beranda Warta Berita Rakorwal Kotaku Jateng 2019: Sebuah Awal yang Baik

Rakorwal Kotaku Jateng 2019: Sebuah Awal yang Baik

Berita Jawa Tengah Rakorwal Semarang Comments (0) View (645)

Banyak kata-kata pengingat yang memberi motivasi untuk sebuah keberhasilan pekerjaan yang kita lakukan, misalnya, “Mengawali adalah separuh dari selesainya sebuah pekerjaan”. Atau, “Awal yang baik akan menentukan selanjutnya”. Atau kata-kata indah lainnya yang lebih menggairahkan kerja. Hal inilah yang rupanya mendorong segenap pelaku Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Provinsi Jawa Tengah untuk membuat awal yang baik di tahun 2019 ini dengan kegiatan Rapat Koordinasi Awal (Rakorwal).

Kegiatan yang dilangsungkan di sebuah hotel di Semarang Tengah pada Selasa (9/4) itu dihadiri oleh peserta dari seluruh kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Acara berlangsung dalam suasana yang cukup cair dan saling bertukar pikiran. Tahap demi tahap acara diikuti dengan penuh perhatian.

Seperti diketahui, Program Kotaku bercita-cita untuk bisa berkolaborasi dengan semua pihak, menggugah untuk melangkah lebih progresif. Bukan hanya Koordinator Kota (Korkot) yang diminta senantiasa membangun kolaborasi, semua pelaku di tingkatan manapun diharapkan bisa memainkan perannya secara aktif. Sejatinya kolaborasi adalah kerja sama untuk mencapai tujuan yang sama. Sebuah proses sosial yang paling dasar dengan pembagian tugas yang jelas, dimana setiap orang mengerjakan tugasnya untuk mencapai tujuan pengentasan permukiman kumuh.

Keberhasilan pencapaian 0% kumuh adalah suatu kondisi dimana telah dilakukan upaya pengentasan permukiman kumuh perkotaan secara sistemik melalui realisasi program-program sesuai kebutuhan penanganan yang direncanakan dan peningkatan keswadayaan masyarakat, di 3.982,88 Ha yang ada di Jawa Tengah. Upaya tersebut telah dilakukan sejak tahun 2015, dengan capaian pengurangan kumuh tahun 2015-2018 adalah 3.063,08 Ha atau sekitar 76,91%. Dengan demikian sisa permukiman kumuh yang belum tertangani adalah 919,79 Ha atau sekitar 23,09%.

Pada tahun 2019 kegiatan Kotaku di Jawa Tengah akan dilaksanakan di 1.983 desa/kelurahan dengan target pengurangan kumuh 919,79 Ha. Pendanaan bersumber dari APBN yang difokuskan untuk menangani kawasan kumuh di 224 desa/kelurahan di 32 kabuapaten/kota sesuai dengan SK Kumuh bupati/wali kota yang sudah menjadi target RPJMN 2014 – 2019. Adapun alokasi dana Kotaku tahun 2019 sebesar Rp 286,5 miliar. Selain penanganan permukiman kumuh skala lingkungan desa/kelurahan, pada tahun 2019 juga akan dilaksanakan penanganan permukiman kumuh skala kawasan/kota yang akan dilaksanakan di 11 kabupaten/kota. Penanganan permukiman kumuh program KOTAKU skala kawasan yang sudah berjalan ada di dua kota di Jawa Tengah, yaitu Kota surakarta dan ota pekalongan. Sedangkan 9 kabupaten/kota lainnya masih dalam proses penyusunan dokumen teknis dan persiapan lelang.

Guna memotivasi upaya penanganan permukiman kumuh, Satker Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) Provinsi Jawa Tengah memberikan penghargaan kepada Kota Semarang, sebagai Satker PKP terbaik tahun 2019 dalam penangan permukiman kumuh. Selain itu juga untuk Kelurahan Semanggi, Kota Surakarta sebagai penanganan permukiman kumuh skala kawasan dan skala lingkungan terbaik.

Penghargaan diberikan juga terhadap lembaga dan instansi yang telah berkolaborasi dengan Satker PKP Provinsi Jawa Tengah dalam penanganan permukiman kumuh. Mereka adalah Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) Semarang, Lembaga Penjamin Jasa Konstruksi (LPJK), Rotary wilayah Kota Semarang, Program IUWASH PLUS Provinsi Jawa Tengah, dan PT. Pegadaian Persero Wilayah Jawa Tengah. Guna mencapai target 0 % kumuh di tahun 2019 Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan mengoptimalkan berbagai sumber daya dengan strategi optimalisasi pemanfaatan dana Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) dan optimalisasi kolaborasi: Pemda Provinsi dan Kabupaten, CSR Perusahaan (Bank, BUMN, Perusahaan Swasta), Dana Desa, Dana Kelurahan, Program Terkait, Perguruan Tinggi, dan Lembaga lainnya yang siap untuk berkomitmen menuntaskan masalah kumuh.

Inilah “awal” yang mengawali. Awal yang separuh kerja telah kita capai. Awal yang menjadikan pertengahan dan akhir. Selalu baik bersama Kotaku Provinsi Jawa Tengah. Salam Kotaku Nasional. [Jateng]

Penulis: Edi Setiyawan (TA FIC), Murwan Suhudi (SubProf CHU) OSP 1 Kotaku Provinsi Jateng 1

Editor: Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.