Beranda Warta Cerita Pesona Nan Natural ala Ahusen

Pesona Nan Natural ala Ahusen

Cerita Maluku Ambon Ahusen Go Green Comments (0) View (472)

Penerapan konsep Go Green dalam arti yang benar agaknya dicamkan penuh warga di RT 002/RW 004, Kelurahan Ahusen, Kota Ambon, Maluku. Buktinya, warga di sana ‘anti’ menghias dan menata lingkungan hanya dengan mewarnai lorong, tembok, atau dinding kediaman menggunakan cat. Buat mereka, strategi beautifikasi permukiman dengan pewarna artifisial adalah pembohongan publik. Masyarakat Ahusen memilih ragam warna tumbuhan alami dan hidup, yang tak akan luntur oleh waktu dan musim. Sikap warga yang ‘alergi’ tadi betul-betul diwujudkan dengan solusi natural. Aksi itu pun nyaris merata di Kelurahan Ahusen.

Khusus di RT 002 tadi, rupanya kesadaran masyarakatlah yang sukses menjadi motor penggerak perubahan. Bahkan, sebagian besar kebutuhan terkait penataan lingkungan dirogoh dari kocek warga secara swadaya. Mulai dari pembuatan, hingga perawatan, dan pengelolaannya. Menurut sang motivator sekaligus Ketua RT 002 Yustus Pattipawae, sejak mulai dipermak pada 2015, lingkungan tersebut konsisten menata kawasan dengan pewarnaan alami. Tak heran, wilayah ini acap kali menyabet penghargaan di sederet perlombaan lingkungan yang dihelat pemerintah daerah setempat atau menjelang perayaan hari nasional.

Beragam jenis tumbuhan ditanam warga di bagian pinggir lorong jalan lingkungan. Bukan cuma berbagai jenis bunga, sejumlah tanaman bernilai jual pun mengular di sepanjang ruas jalan. Sebut saja cabai rawit, tomat, plus sayur-mayur. Sebagian besar tanaman itu dikembangbiakkan dengan sistem hidroponik.

Kolaborasi demi mengembangkan potensi yang ada menjadi solusi penataan lingkungan. Baik itu dari pemerintah desa maupun pemangku kepentingan setempat lainnya, seperti perusahaan swasta yang memasok bantuan material penataan dan perawatan. Namun tak hanya itu. Bank Indonesia cabang setempat, misalnya. Mereka sengaja menyelenggarakan pelatihan bagi masyarakat sekaligus pemberian bibit tanaman untuk diaplikasikan langsung.

Selain aspek keindahan dan kebersihan, penataan lingkungan di Kelurahan Ahusen juga mengedepankan aspek edukasi. Hal ini terlihat dari banyaknya papan informasi berisi imbauan dan ajakan untuk masyarakat yang digantung di sepanjang jalan dalam lingkungan. Tak kalah lengkap, warga menyediakan area khusus sebagai ruang terbuka bersama untuk arena bermain anak, sekaligus tempat bersantai yang sesekali dipakai untuk melakukan kegiatan atau pertemuan warga. Di tempat ini terdapat lebih banyak gambar atau lukisan edukatif yang ditempel di dinding.

Yustus menambahkan, di sepanjang lorong RT 002 terdapat sedikitnya 200 lubang biopori. Ratusan lubang tadi menjadi bagian dari fasilitas pengolahan air limbah menjadi air bersih, yang kemudian dipakai untuk menyiram tanaman, sekaligus mengatasi masalah banjir atau genangan air di lingkungan. Luar biasa! [Maluku]

Dokumentasi lainnya:

 

Penulis: Alyn, Asisten Kota Kolaborasi dan Kelembagaan, Kota Ambon, OSP Kotaku Provinsi Maluku

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.